Anak Kanye West Banyak Tindik di Usia 13 Tahun, Dokter Peringatkan Risikonya
Gaya putri mantan pasangan Kanye West dan Kim Kardashian sering menuai kontroversi. Bukan hanya karena pakaian dan makeup yang dianggap terlalu dewasa, North, juga sudah banyak tindik di usia 13. Penampilan terbaru sulung dari empat bersaudara itu pun mendapat sorotan dari dokter.
Kim Kardashian sering menuai kritikan karena membiarkan sang anak bergaya ekstrem. Sebelumnya bintang realiti sekaligus pebisnis itu mengaku memang membiarkan North West mengekspresikan diri dengan pakaian yang berani dan rambut berwarna-warni.
Namun saat riasan eksperimentalnya dengan tindik semakin bertambah, hal itu dinilai berisiko serius untuk kesehatan. Sejak tahun lalu, North telah memamerkan tindik dermal di jari tengah dan pada awal 2026 koleksinya bertambah menjadi beberapa di jari dan tangan sesuai single debutnya, Piercing on My Hand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindik tangan North West bukan hanya menuai kritik secara tampilan tapi juga kesehatan. Menurut dokter, aksesori itu dapat menyebabkan banyak masalah juga komplikasi jangka panjang, termasuk perubahan bentuk.
"Jangan lakukan itu. Dalam jangka panjang, tindik ini dapat menyebabkan bekas luka hipertrofik, hiperpigmentasi, perubahan bentuk, dan hilangnya fungsi bagian tubuh tempat tindik dilakukan, terutama pada pasien dengan kulit yang sangat berpigmen, seperti North West," kata Corey Hartman, MD, dokter kulit bersertifikasi dan pendiri serta direktur medis Skin Wellness Dermatology dilansir NY Post.
Risiko Kesehatan Tindik North West
Foto: TikTok @kimandnorth
Tindik permukaan memiliki dua titik masuk yang terhubung di bawah kulit. Sedangkan tindik dermal adalah tindik satu titik yang dirancang untuk memberi ilusi bahwa perhiasan tersebut mengambang di kulit. Dikatakan jika pengerjaan dan penggantian antingnya harus dilakukan secara hati-hati dan profesional.
Tidak diketahui berapa banyak tindik asli yang dimiliki North karena beberapa sering muncul dan menghilang. Namun, bekas luka dan perubahan warna yang terlihat di beberapa lokasi menunjukkan bahwa banyak dari aksesori itu memang asli ditindikkan.
Hal itu dianggap mengkhawatirkan karena jika jangkar tindik tidak tertanam cukup dalam, tubuh dapat secara bertahap mendorongnya keluar atau menggesernya karena tubuh memperlakukan perhiasan tersebut sebagai benda asing yang tidak diinginkan.
Baik tindik kulit ditolak tubuh atau sengaja dilepas, jaringan parut yang membekas dapat terjadi saat lubang menutup. Ada juga risiko kerusakan jaringan jika jangkar ditempatkan terlalu dalam dan memengaruhi pembuluh darah atau saraf di dekatnya.
Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah hipergranulasi, yang ditandai dengan benjolan merah yang menonjol di sekitar lokasi tindik. Dokter mengatakan tindik tangan membawa risiko yang lebih besar daripada tindik yang lebih umum karena dapat mengganggu tendon.
Dokter memperingatkan bahwa hal itu dapat mengurangi kemampuan tendon untuk mengontrol gerakan di tangan. Dalam kasus ekstrem, komplikasi dapat menyebabkan hilangnya fungsi tangan normal secara permanen.













































