Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Sedot Lemak Sendiri Rp 1,7 Juta, Dokter Peringatkan Bahayanya

Vina Oktiani - wolipop
Jumat, 10 Jul 2026 11:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Close-up Of Plastic Surgeon In Blue Gloves Drawing On Womans Stomach With Pen For Surgery
Foto: Getty Images/AndreyPopov
Jakarta -

Keinginan memiliki tubuh ideal membuat sebagian orang rela mencoba berbagai cara. Namun, tren terbaru yang viral di media sosial justru membuat para dokter khawatir karena dinilai berisiko membahayakan kesehatan.

Belakangan ini muncul tren DIY liposuction atau liposuction mandiri di rumah. Alih-alih menjalani prosedur sedot lemak di klinik kecantikan dengan pengawasan dokter, sejumlah perempuan memilih membeli cairan peluruh lemak secara online lalu menyuntikkannya sendiri ke tubuh.

Salah satunya adalah Ruth, perempuan berusia 55 tahun asal Massachusetts, Amerika Serikat. Ia mengaku enggan mengeluarkan biaya besar untuk prosedur liposuction profesional, sehingga memilih membeli paket suntikan peluruh lemak asal Korea seharga sekitar US$95 atau sekitar Rp1,5 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah sebelumnya berhasil menurunkan berat badan sekitar 20 kilogram menggunakan obat penurun berat badan golongan GLP-1, Ruth masih merasa memiliki timbunan lemak di beberapa bagian tubuh, seperti dagu, perut, dan paha. Karena itulah ia memutuskan mencoba suntikan peluruh lemak secara mandiri.

Ruth mengatakan dirinya menemukan produk tersebut melalui internet. Ia kemudian mengikuti petunjuk penggunaan dengan membuat pola kotak-kotak kecil di bawah dagunya sebelum menyuntikkan cairan ke setiap titik. Proses itu diulang setiap dua hingga tiga minggu selama dua bulan.

ADVERTISEMENT

Menurut pengakuannya, lemak di area dagu berkurang secara signifikan. Merasa puas dengan hasilnya, ia kemudian menyuntikkan cairan yang sama ke bagian perut, paha, hingga lipatan lemak di bawah lengan.

Ruth mengaku kini merasa lebih percaya diri dan bahkan berani mengenakan pakaian yang sebelumnya tidak pernah ia pakai selama bertahun-tahun.

Meski banyak dipromosikan di media sosial, para ahli mengingatkan bahwa produk peluruh lemak yang dijual bebas tersebut tidak memiliki pengawasan resmi dan berbeda dengan obat suntik yang telah disetujui otoritas kesehatan. Produk-produk dengan nama seperti Dr. Lipo, Lipo Lab, Kabelline, Aqualyx, hingga Lipodissolve banyak dijual secara daring dan diklaim mampu menghancurkan sel lemak. Namun, keamanan produk tersebut belum tentu terjamin, terutama jika digunakan tanpa pengawasan tenaga medis.

Dokter bedah plastik dari NYU Langone Health, Carter Boyd, menegaskan bahwa prosedur tersebut tidak disarankan dilakukan sendiri di rumah. Menurutnya, menyuntikkan zat kimia ke dalam tubuh tanpa pemeriksaan dan teknik yang benar dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.

Dokter menjelaskan bahwa suntikan peluruh lemak yang dilakukan sendiri berisiko menimbulkan:

1. Infeksi berat.
2. Jaringan parut permanen.
3. Benjolan keras di bawah kulit.
4. Kerusakan saraf.
5. Perdarahan.
6. Peradangan.
7. Kematian jaringan (nekrosis).
8. Cedera organ dalam jika jarum masuk terlalu dalam.
9. Gangguan saluran napas bila penyuntikan dilakukan di area leher.


Pakar kesehatan dari WebMD, Brunilda Nazario, menjelaskan bahwa suntikan peluruh lemak memiliki fungsi yang sangat berbeda dengan obat penurun berat badan seperti Wegovy atau Ozempic.Obat GLP-1 bekerja dengan mengatur hormon yang memengaruhi rasa lapar dan kenyang sehingga membantu proses penurunan berat badan secara keseluruhan.

Sementara itu, suntikan peluruh lemak hanya ditujukan untuk mengurangi lemak di area tertentu agar bentuk tubuh tampak lebih proporsional. Produk tersebut bukan obat untuk menurunkan berat badan maupun meningkatkan kesehatan secara umum.

Di forum Reddit, sejumlah pengguna membagikan pengalaman buruk setelah mencoba DIY liposuction.Salah seorang mengaku pingsan setelah melakukan sekitar 15 suntikan di area perut. Ia juga mengalami telinga berdenging hebat dan bingung apakah mengalami kejang atau efek racun dari obat yang digunakan. Pengguna lain mengaku muncul jaringan parut, pembengkakan, serta benjolan keras di wajah setelah beberapa kali menggunakan produk peluruh lemak di area rahang dan pipi.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads