Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

5 Penyebab Kamu Masih Bau Badan Padahal Sudah Pakai Deodoran

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 26 Mar 2026 17:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi deodoran ketiak
Foto: Getty Images/iStockphoto/releon8211
Jakarta -

Pernah merasa sudah pakai deodoran, tapi bau badan tetap muncul? Kondisi ini ternyata cukup umum dialami banyak orang. Bisa jadi, bukan produknya yang tidak bekerja, melainkan ada perubahan pada tubuh atau gaya hidup kamu.

Saat tubuh bekerja keras, keringat akan keluar sebagai mekanisme alami untuk mendinginkan tubuh. Bau badan muncul ketika keringat yang sebenarnya tidak berbau, bercampur dengan bakteri di permukaan kulit.

Menurut Danielle Raynor, pendiri brand bodycare Lavanila, perubahan pada bakteri kulit juga bisa memengaruhi aroma tubuh. Dr. Zenovia menambahkan, jika kondisi bakteri di kulit berubah, maka bau badan juga bisa ikut berubah sehingga deodoran yang dulu efektif, kini jadi kurang bekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa saja penyebab deodoran tidak lagi ampuh mengatasi bau badan?

1. Mengaplikasikan Deodoran Saat Ketiak Masih Basah

Banyak orang langsung memakai deodoran setelah mandi. Padahal, ketiak yang masih basah bisa menghambat kinerja produk.

ADVERTISEMENT

Air menciptakan lapisan yang membuat deodoran tidak dapat menempel dengan baik pada kulit. Akibatnya, produk lebih cepat hilang dan tidak bekerja maksimal.
Solusinya, pastikan area ketiak benar-benar kering sebelum mengaplikasikan deodoran.

2. Cara Pakai Deodoran Kurang Tepat

Mengoles deodoran sering dilakukan secara asal, padahal ada caranya agar produk bekerja lebih efektif.

CEO Free Brands Ira Kaganovsky Green menyarankan untuk mengaplikasikan sekitar tiga hingga empat kali olesan ke ketiak. Setelah itu, gerakkan lengan beberapa kali agar produk merata dan menyatu dengan suhu tubuh.

Jika memakai deodoran terlalu banyak, bisa menempel di pakaian dan tidak bekerja optimal di kulit.

3. Terlalu Setia dengan Satu Produk

Jika kamu sudah lama menggunakan deodoran yang sama lalu tiba-tiba tidak lagi efektif, kemungkinan besar penyebabnya adalah perubahan pada tubuh, bukan produknya.

Seperti dikutip dari Real Simple, tubuh dapat beradaptasi dengan produk tertentu, sementara kondisi tubuh terus berubah. Karena itu, sesekali mencoba jenis atau bentuk deodoran lain, misalnya dari spray ke roll-on atau stick, bisa menjadi solusi.

4. Stres Bisa Memicu Bau Badan

Stres ternyata tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga kondisi tubuh. Saat stres, tubuh cenderung memproduksi lebih banyak keringat.

Kondisi lembap ini menjadi lingkungan ideal bagi bakteri penyebab bau untuk berkembang. Tak heran, bau badan bisa terasa lebih menyengat saat kamu sedang cemas atau tertekan.

5. Perubahan Pola Makan

Apa yang kamu konsumsi juga berpengaruh pada aroma tubuh. Perubahan pola makan dapat memengaruhi mikrobioma kulit, yaitu kumpulan bakteri baik yang hidup di permukaan kulit.

Jika keseimbangan bakteri ini berubah, bau badan pun bisa ikut berubah. Dalam kondisi ini, mengganti jenis deodoran mungkin diperlukan agar lebih sesuai dengan kondisi tubuh saat ini.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads