Tren Minum dari Gelas Tembaga untuk Kesehatan, Benarkah Ada Manfaatnya?
Gelas atau cangkir berbahan tembaga belakangan ini populer di kalangan health enthusiast. Minum dari gelas terbuat dari tembaga disebut-sebut baik untuk kesehatan dan banyak yang mengklaim baik bagi usus, menambah energi, hingga memperkuat sistem imun.
Benarkah gelas tembaga baik untuk memelihara kesehatan? Jawabannya tidak serta merta ya atau tidak. Menurut para ahli, tembaga memang merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh, namun apakah air dari gelas tembaga akan memberi manfaat kesehatan tambahan masih jadi perdebatan.
Laura Tangredi, dokter spesialis kedokteran keluarga di Providence St. Joseph Hospital, California, menjelaskan bahwa tembaga berperan dalam berbagai fungsi penting tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tembaga membantu menjaga sistem kekebalan, menetralkan radikal bebas yang dapat memicu peradangan kronis, serta berperan dalam menjaga tekanan darah tetap normal," ujarnya, seperti dilansir Real Simple.
Meski demikian, kebutuhan tubuh akan mineral ini sebenarnya sangat kecil.
"Jumlah tembaga yang dibutuhkan tubuh hanya sekitar 0,9 miligram per hari. Sementara itu, pola makan rata-rata sudah menyediakan sekitar 1 hingga 1,6 miligram tembaga setiap hari," jelas Laura.
Artinya, sebagian besar orang sudah memperoleh cukup tembaga dari makanan sehari-hari tanpa perlu mencari tambahan dari gelas atau wadah berbahan tembaga.
Praktik Minum dari Wadah Tembaga Sudah Ada Berabad-abad Lalu
Ilustrasi gelas tembaga. Foto: Getty Images/AscentXmedia |
Menurut Natalie Walsh, ahli gizi di JM Nutrition, menyimpan air dalam wadah tembaga sebenarnya bukan praktik baru.
"Dalam pengobatan Ayurveda, air telah disimpan di dalam wadah tembaga selama berabad-abad," katanya.
Hal ini karena tembaga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu mengurangi pertumbuhan mikroorganisme di dalam air. Namun, manfaat tersebut lebih cocok diterapkan di wilayah yang belum memiliki akses terhadap air minum bersih.
"Di daerah yang tidak memiliki sistem pemurnian air yang memadai, menyimpan air dalam wadah tembaga dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi mikroba," jelas Natalie.
"Namun, jika kamu sudah memiliki akses terhadap air minum yang bersih dan aman, sebenarnya tidak ada kebutuhan khusus untuk melakukannya," tambahnya.
Belum Ada Bukti Bisa Tingkatkan Kesehatan
Meski tembaga penting bagi tubuh, para ahli menegaskan belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tambahan mineral dari air yang disimpan dalam gelas tembaga dapat meningkatkan kesehatan usus ataupun mengurangi peradangan.
"Kekurangan tembaga memang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan memperburuk peradangan. Karena itu, memenuhi kebutuhan tembaga melalui makanan sangat penting. Namun, tambahan tembaga dari gelas belum tentu dapat menurunkan peradangan," kata Laura.
Terlebih lagi, paparan tembaga dalam jumlah tinggi secara terus-menerus dapat menimbulkan masalah kesehatan.
"Paparan tembaga yang berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak hati serta menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan kram perut," ujarnya.
Laura juga mengingatkan beberapa orang sebaiknya menghindari penggunaan gelas tembaga, seperti yang menderita penyakit hati, atau anak-anak. Jika kamu tetap ingin memakai gelas atau cangkir tembaga, Laura menyarankan memilih produk dengan lapisan pelindung dari stainless steel atau nikel di bagian dalam agar minuman tidak bersentuhan langsung dengan logam tembaga.
Natalia juga mengingatkan agar gelas tembaga tidak digunakan untuk minuman panas maupun minuman yang bersifat asam, seperti air lemon atau jus jeruk.
"Reaksi antara tembaga dengan cairan yang panas atau asam berpotensi melarutkan tembaga ke dalam minuman dalam jumlah yang tidak aman," jelasnya.
(hst/hst)










































