Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Aneh tapi Nyata, Wanita Ini Mendadak Tak Bisa Dengar Suara Pria

Tim Wolipop - wolipop
Jumat, 08 Mei 2026 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Sad asian woman complaining hugging pillow at home
Ilustrasi Foto: Getty Images/AntonioGuillem
Jakarta -

Seorang wanita di Xiamen, China, jadi viral karena kisahnya yang tidak bisa mendengar suara pria. Awalnya situasi itu terdengar seperti masalah hubungan, namun ternyata penyebabnya adalah kondisi medis langka bernama reverse slope hearing loss.

Seperti dikutip dari DailyMail, setelah wanita bernama Chen itu bangun tidur, dia tidak dapat mendengar suara pacarnya. Setelah diperiksa oleh dokter, ia didiagnosis menderita gangguan pendengaran langka tersebut.

Kondisi tersebut menyebabkan seseorang kesulitan menangkap suara dengan frekuensi rendah. Suara pria umumnya berada pada rentang frekuensi itu, sehingga penderita masih bisa mendengar suara bernada tinggi dengan normal, tetapi tidak dapat mendengar suara yang lebih rendah. Karena itu, wanita tersebut tetap bisa mendengar suara perempuan atau bunyi bernada tinggi lainnya, sementara suara kekasihnya seolah menghilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah reverse slope hearing loss berasal dari bentuk hasil tes pendengaran atau audiogram. Pada kebanyakan kasus gangguan pendengaran, grafik biasanya menurun di bagian frekuensi tinggi. Namun pada kondisi ini, grafik justru menunjukkan pola sebaliknya karena pendengaran frekuensi rendah yang terganggu.

Meski sering dikaitkan dengan suara pria, kondisi ini sebenarnya tidak terbatas pada gender tertentu. Wanita dengan suara lebih berat juga bisa terdengar samar bagi penderita. Sebaliknya, pria dengan nada bicara lebih tinggi mungkin masih bisa didengar dengan jelas.

ADVERTISEMENT

Gangguan ini juga memengaruhi kemampuan mendengar suara rendah lain, seperti gemuruh petir dari kejauhan atau dentuman alat musik bass.
Yang membuat kondisi ini sulit dikenali adalah gejalanya sering tidak disadari sejak awal. Banyak orang lebih cepat menyadari hilangnya suara bernada tinggi dibanding suara rendah yang menghilang perlahan.

Dokter menyebut kondisi tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, termasuk penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, hingga perubahan tekanan di sekitar otak. Pada beberapa kasus permanen, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran pasien.

Dokter juga menegaskan bahwa sang kekasih tidak perlu tersinggung karena hilangnya suara itu murni disebabkan kondisi medis, bukan karena diabaikan pasangannya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads