Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Self-care Versi Hemat, Psikolog Bongkar Faktanya

Vina Oktiani - wolipop
Kamis, 30 Apr 2026 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Smiling young woman stretching her arms in bed on a sunny morning.
Foto: Getty Images/FreshSplash
Jakarta -

Self-care seringkali identik dengan liburan mahal, staycation, atau belanja sebagai bentuk 'healing'. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi melalui acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini mengungkap bahwa self-care sebenarnya bisa dilakukan dengan cara sederhana, bahkan tanpa mengeluarkan uang.

"Yang menjadi mitos adalah kadang-kadang kita berpikir self-care itu harus mengeluarkan uang ya," terangnya.

Pernyataan ini sekaligus meluruskan pemahaman yang selama ini berkembang di masyarakat, khususnya di kalangan anak muda. Padahal, ternyata istirahat saja sudah bisa menjadi salah satu self-care.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rebahan Juga Termasuk Self-Care

Banyak orang merasa bersalah saat memilih untuk beristirahat atau 'rebahan'. Padahal, menurut Annisa, hal tersebut justru bagian dari self-care.

"Dengan istirahat itu juga udah termasuk self-care sih. Kita rebahan aja, kita buat me-time itu udah termasuk."

ADVERTISEMENT

Namun, ia juga mengingatkan bahwa self-care tetap harus dilakukan secara seimbang. Istirahat memang penting, tetapi tetap perlu dikontrol agar tidak berubah menjadi kebiasaan yang justru menghambat aktivitas.

"Asal nggak kita rebahannya seminggu ya," tambahnya.

Makna Self-Care yang Sebenarnya

Lebih jauh, Annisa menjelaskan bahwa self-care adalah upaya untuk mengisi kembali energi fisik dan mental yang terkuras akibat aktivitas sehari-hari. Ia mengibaratkan kondisi tubuh seperti baterai yang perlu diisi ulang.

"Aktivitas-aktivitas yang bisa ibaratnya tankinya lagi kosong banget capek gitu ya. Ibaratnya gelasnya kosong, kita udah capek banget seharian, aktivitas kita padat. Nah self-care ini kan bisa ngasih banyak tanki yang kosong ini ada isinya gitu ya. Jadi kita punya energi lagi, kita kayak di charge gitu ya baterainya. Ibaratnya tadi baterainya habis terus kita charge," terangnya.

Dengan kata lain, self-care bukan hanya sekedar memanjakan diri diri dengan gaya hidup mewah, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan diri agar tetap bertenaga dan semangat menjalani hari.

Self-Care Tidak Harus Jalan-Jalan

Banyak stigma yang mengatakan bahwa self-care harus dilakukan dengan traveling atau aktivitas di luar rumah. Padahal, ada banyak alternatif lain yang lebih sederhana.

Contohnya:
* Istirahat cukup di akhir pekan
* Tidak membuka ponsel atau urusan kerja sementara waktu
* Menolak ajakan jika memang butuh waktu sendiri

"Self-care itu macam-macam ada spiritual self-care, olahraga, journaling," terang Annisa.

Beberapa contoh lain self-care yang bisa dilakukan:
* Spiritual self-care: beribadah atau meditasi
* Fisik: olahraga ringan
* Emosional: journaling atau refleksi diri
* Mental: membaca buku atau belajar hal baru

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads