Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Suka Pakai Kuku Palsu? Waspadai Bahaya Jamur Kuku dan Cara Mencegahnya

Adinda Salma - wolipop
Senin, 28 Sep 2026 15:35 WIB
...
Nail Art
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Tahukah kamu bahwa kuku palsu cantik yang terpasang rapi bisa menjadi sarang tersembunyi bagi pertumbuhan jamur?

Penggunaan kuku palsu kini memang menjadi bagian dari tren gaya hidup modern. Namun, di balik estetikanya, terdapat risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Onikomikosis-atau infeksi jamur kuku akibat kuku palsu-merupakan masalah medis yang sangat sering terjadi ketika kelembapan terperangkap di celah antara kuku asli dan bahan akrilik. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, infeksi ini dapat merusak struktur kuku secara permanen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Kuku Palsu Rentan Memicu Infeksi Jamur?

Risiko penularan infeksi tergolong tinggi karena kelembapan dari aktivitas harian, seperti mencuci tangan, mudah tersangkut di area tersembunyi. Menurut penelitian, 90 persen kasus jamur kuku akibat kuku palsu disebabkan oleh kelompok jamur dermatofit seperti T. mentagrophytes dan Trichophyton rubrum.

ADVERTISEMENT

"Infeksi jamur kuku sangat umum terjadi. Kuku palsu sebenarnya tidak berbahaya, tetapi berpotensi meningkatkan risiko infeksi jamur melalui beberapa cara," ucap dr. Viktoryia Kazlouskaya, seorang dokter spesialis kulit di Amerika Serikat.

Menurut dokter spesialis kulit lainnya dari AS, dr. Sara Moghaddam, bahan akrilik yang kaku sering kali terangkat di bagian tepi, sehingga menciptakan celah kecil yang ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak.

Selain itu, jenis kuku palsu tempel (press-on nails) juga berisiko tinggi karena perekatnya yang tidak merata dapat menyisakan gelembung udara penyimpan kelembapan. Sebaliknya, jenis kuku gel dianggap lebih aman karena bahannya fleksibel dan mampu melapisi kuku secara merata tanpa menyisakan ruang bagi air.

Japanese manicurist Naomi Arimoto presses a false nail with a decorative nail tip using plastic waste which she collected from the beach, onto a thumb of a customer at her nail salon in Chigasaki, Kanagawa Prefecture, Japan October 21, 2024. REUTERS/Manami YamadaIlustrasi kuku palsu. Foto: REUTERS/Manami Yamada

Penyebaran Infeksi Melalui Peralatan Salon

Prosedur pemasangan kuku di salon yang tidak higienis dapat menjadi media utama penyebaran spora jamur dan bakteri. "Jika prosedur dilakukan di salon, kamu berisiko tertular infeksi dari peralatan yang tidak dibersihkan dengan benar," jelas dr. Viktoryia.

Peralatan yang dipakai berulang kali tanpa sterilisasi panas atau disinfektan tingkat medis berisiko tinggi menularkan bibit penyakit antar-pelanggan. "Saya sering melihat kurangnya prosedur sanitasi di salon kuku, dan banyak pasien saya yang terkena infeksi jamur kuku memiliki riwayat kunjungan ke salon," tambah dr. Viktoryia.

Oleh karena itu, pastikan salon langgananmu menjaga kebersihan alat dengan ketat. "Peralatan logam harus disterilkan dengan panas menggunakan autoklaf-kotak UV saja tidak cukup-dan disajikan dalam kantong steril tertutup," tegas dr. Sara.

Pastikan pula teknisi salon tidak mengikis kuku secara agresif. "Tanda bahaya adalah jika kamu merasakan sensasi panas atau menyengat saat kuku dikikis. Ini menandakan kuku sudah terlalu tipis hingga gesekan alat menyentuh saraf sensitif di bantalan kuku," jelas dr. Sara. Tanda bahaya lainnya adalah munculnya garis merah atau pola bulan sabit yang menandakan alat pengikir telah mengikis terlalu dalam ke lempeng kuku.

Bahaya Pengikisan Berlebihan

Kisah Perempuan Alami Kanker Kulit Usai Manicure, Dokter Bagikan Cara Aman Merawat Kuku

Foto: Getty Images/Ridofranz

Teknik pemasangan kuku palsu yang terlalu agresif dapat menipiskan lapisan pelindung alami kuku. Pengikisan berlebihan menggunakan alat kikis memicu mikrotrauma atau retakan halus pada permukaan lempeng kuku.

"Proses pengikisan dan pemasangan kuku palsu dapat menipiskan lempeng kuku alami. Mikrotrauma ini menciptakan retakan kecil yang memudahkan spora jamur untuk masuk," terang dr. Sara.

Kondisi helai rambut yang sering tersangkut di pinggiran kuku saat menyisir jari merupakan indikasi bahwa lapisan kuku palsu mulai terangkat. "Rambut yang tersangkut adalah tanda bahwa ada celah masuk bagi kelembapan yang dapat memicu pertumbuhan jamur," tambah dr. Sara.

Gejala yang Sering Tidak Disadari

Infeksi umumnya berkembang perlahan sehingga sering diabaikan. Kuku yang terinfeksi biasanya mengalami perubahan warna menjadi kekuningan, kecokelatan, atau muncul bintik putih mulai dari ujung kuku lalu menyebar ke samping.

"Gejala awal infeksi biasanya sangat samar," ujar dr. Sara.

Lama-kelamaan, kuku akan menebal, menjadi rapuh, dan terlepas dari bantalannya. Jika kuku berubah warna menjadi kehijauan, hal itu menandakan adanya infeksi bakteri sekunder yang tumbuh bersamaan di area lembap tersebut.

Perawatan Rutin dan Kapan Harus ke Dokter?

Hands care in the spa. Beautiful womans hands with perfect manicure. Manicurist master makes manicure

Foto: iStock

Guna menjaga ketahanan kuku palsu sekaligus memantau kondisinya, lakukan perawatan rutin di salon profesional setiap 2-3 minggu sekali. Jika kuku mulai renggang, hindari mengoleskan pelembap tebal karena dapat menjebak air di dalam celah. Segera keringkan tangan secara menyeluruh setiap kali selesai mencuci tangan.

Jika kamu menyadari adanya gejala infeksi, segeralah berkonsultasi dengan dokter. "Diagnosis profesional sangat penting karena kondisi lain seperti psoriasis kuku memiliki gejala yang serupa dengan infeksi jamur," terang dr. Sara.

Penanganan mandiri dengan obat oles bebas sering kali tidak mampu membasmi jamur hingga ke akar. Dokter spesialis biasanya akan melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum meresepkan obat antijamur oral seperti terbinafine atau fluconazole.

"Obat antijamur minum adalah standar emas. Obat ini bekerja secara sistemik melalui aliran darah untuk mencapai bantalan kuku dan merangsang pertumbuhan kuku baru yang sehat," jelas dr. Sara.

Istirahatkan Kuku Secara Berkala


Memberikan jeda waktu bagi kuku alami untuk 'bernapas' adalah langkah pencegahan yang paling efektif. dr. Sara menyarankan untuk melepas kuku palsu setiap 2-3 bulan sekali dan membiarkan kuku alami polos selama beberapa minggu.

"Cara ini memberi kesempatan bagi kuku alami untuk pulih sekaligus memudahkanmu mendeteksi tanda-tanda awal masalah kesehatan kuku," tutupnya.

Selama masa istirahat, hindari penggunaan bahan kimia keras dan oleskan petroleum jelly pada kuku serta kutikula secara teratur untuk menjaga kelembapan alaminya.

(eny/eny)
...
Hide Ads