Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

7 Hobi yang Bisa Bikin Panjang Umur dan Awet Muda, Direkomendasikan Ahli

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 01 Okt 2026 15:30 WIB
...
asia  beautiful woman taking care of her potted plants at home
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Hobi ternyata bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan saat senggang dapat membantu mengurangi stres, mendukung perkembangan diri, sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Jika memilih aktivitas yang tepat, hobi bahkan berpotensi memperpanjang umur.

"Hal terpenting saat memilih hobi adalah menemukan sesuatu yang memang menarik bagi kamu dan kamu senang melakukannya," ujar Jennifer Timmons, MD, ahli longevity, seperti dilansir Real Simple.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, aktivitas yang memberikan stimulasi fisik, mental, maupun sosial bisa jadi pilihan karena ketiganya berperan penting menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.

"Hobi yang melibatkan ritme, gerakan berulang, stimulasi melalui sentuhan, atau membuat seseorang berada dalam kondisi flow secara aktif dapat menurunkan kortisol dan membantu sistem saraf keluar dari kondisi fight-or-flight tingkat rendah yang berlangsung terus-menerus dan dialami banyak orang," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Berikut beberapa hobi yang direkomendasikan para ahli agar otak awet muda dan panjang umur.

1. Tenis

Ilustrasi olahraga tenisIlustrasi olahraga tenis. Foto: Getty Images/Suradech14

Aktivitas fisik merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat dan umur panjang. Menurut Jennifer, olahraga membantu mencegah penyakit kardiovaskular serta menjaga kesehatan jantung dan otak.

Tenis menjadi salah satu pilihan hobi yang menarik karena membuat tubuh tetap aktif. Selain itu melatih otak dan memungkinkan untuk bersosialisasi.

2. Menari

group of two Latin American couples of huaso dancing cueca in the town square at sunset in La SerenaIlustrasi menari. Foto: Getty Images/Oscar Gutierrez Zozulia

Menari merupakan salah satu hobi yang cukup lengkap untuk mendukung kesehatan seiring bertambahnya usia.

"Menurut saya, ini benar-benar salah satu hobi untuk mendukung umur panjang yang paling lengkap. Hampir semua aspek penting terpenuhi sekaligus," kata Emily Linder, konselor klinis profesional berlisensi (LPCC) yang berbasis di Ohio.

Dari sisi fisik, menari membantu mempertahankan kemampuan yang penting seiring bertambahnya usia, seperti keseimbangan, koordinasi, dan kebugaran jantung. Sementara itu, mempelajari koreografi dan melakukan improvisasi melibatkan kemampuan mengambil keputusan secara langsung, kesadaran terhadap posisi tubuh dan ruang, serta daya ingat. Menari juga merupakan aktivitas sosial untuk mengekspresikan emosi.

"Dan yang tak kalah penting, menari itu menyenangkan. Artinya, orang cenderung benar-benar konsisten melakukannya," ujar Emily.

3. Teka-Teki Silang dan Permainan Kata

Adult woman solving crossword puzzle with yellow pencil.

Ilustrasi teka-teki silang. Foto: Getty Images/iStockphoto/LeventKonuk

Teka-teki silang serta permainan kata bisa melatih kemampuan kognitif. Jenis permainan ini juga tersedia dalam berbagai tingkat kesulitan sehingga dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan.

"Permainan ini melatih memori verbal, kemampuan mengenali pola, dan mengingat kembali informasi. Pada dasarnya, ini seperti latihan untuk bagian otak yang berperan dalam memproses bahasa dan mengingat kembali informasi," jelas Emily.

Ada pula bonus kecil setelah berhasil menyelesaikannya, yaitu rasa puas.

"Rasa puas dari pelepasan dopamin kecil tersebut membuat kita ingin kembali melakukannya. Konsistensi selama bertahun-tahunlah yang kemudian memberikan manfaat kognitif yang sebenarnya," katanya.

4. Puzzle

Hands of a little child and parent plying jigsaw puzzle game on a wooden tableIlustrasi puzzle. Foto: Getty Images/iStockphoto/Lena Gadanski

Menyusun puzzlebisa untuk latihan otak sekaligus aktivitas yang menenangkan.

"Puzzle melatih kemampuan visuospasial, keterampilan motorik halus, dan kemampuan mempertahankan perhatian dalam waktu lama. Semua ini penting untuk kesehatan kognitif jangka panjang," ujar Emily.

Bagi sebagian orang, menyusun puzzle juga terasa seperti meditasi. Mencari dan mencocokkan potongan puzzle dapat membuat seseorang masuk ke kondisi flow ringan yang secara alami membantu menurunkan stres.

Puzzle juga bisa dikerjakan bersama orang lain. Menurut Emily, aktivitas ini menciptakan bentuk kebersamaan yang santai karena kita bisa menikmati waktu bersama tanpa harus terus-menerus mengobrol.

5. Merajut

Close up on womans hands knitting

Ilustrasi merajut. Foto: iStock

Merajut merupakan hobi lain yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan kognitif. Jennifer menyarankan untuk mengombinasikannya dengan aktivitas sosial, misalnya merajut bersama teman atau gabung dalam komunitas.

"Merajut membantu menjaga ketajaman mental dan juga dapat menjadi aktivitas yang terapeutik serta menenangkan. Gerakan yang dilakukan berulang kali membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik," jelasnya.

6. Mempelajari Bahasa Baru

Ilustrasi belajar bahasa KoreaIlustrasi belajar bahasa Korea. Foto: Freepik/rawpixel.com

Belajar bahasa asing bukan hanya berguna untuk berkomunikasi atau bepergian. Aktivitas ini juga memberikan tantangan yang cukup besar bagi otak.

"Belajar bahasa merupakan salah satu hobi yang paling menantang secara kognitif, dan justru itulah yang membuatnya sangat bermanfaat," kata Emily.
.
Mempelajari dan mengulang kosakata baru melibatkan kemampuan mengingat, fokus, fungsi eksekutif, fleksibilitas kognitif, serta pemrosesan suara.
Proses belajar mungkin kadang membuat frustrasi, terutama ketika menemukan materi yang sulit. Namun, menurut tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses yang baik untuk otak.

Selain melatih kemampuan kognitif, belajar bahasa baru juga membuka kesempatan untuk bertemu orang baru, mengenal budaya berbeda, hingga membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

7. Berkebun

Photo of young woman taking care of her plants on a rooftop garden

Ilustrasi berkebun. Foto: iStock

Aktivitas ini menggabungkan gerakan fisik dengan kesempatan untuk menghabiskan waktu di ruang terbuka.

"Berkebun dapat meningkatkan detak jantung, melibatkan otot, sekaligus melatih mobilitas ketika Anda membungkuk dan berlutut," ujar Jennifer.

Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari dan berada di tengah ruang hijau juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Tapi jangan lupa hindari kulit dari paparan UV langsung. Pakai kaus lengan panjang yang nyaman, kenakan topi, dan selalu aplikasi ulang sunscreen.

(hst/hst)
...
Hide Ads