7 Hobi yang Bisa Bikin Panjang Umur dan Awet Muda, Direkomendasikan Ahli
Hobi ternyata bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan saat senggang dapat membantu mengurangi stres, mendukung perkembangan diri, sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Jika memilih aktivitas yang tepat, hobi bahkan berpotensi memperpanjang umur.
"Hal terpenting saat memilih hobi adalah menemukan sesuatu yang memang menarik bagi kamu dan kamu senang melakukannya," ujar Jennifer Timmons, MD, ahli longevity, seperti dilansir Real Simple.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, aktivitas yang memberikan stimulasi fisik, mental, maupun sosial bisa jadi pilihan karena ketiganya berperan penting menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.
"Hobi yang melibatkan ritme, gerakan berulang, stimulasi melalui sentuhan, atau membuat seseorang berada dalam kondisi flow secara aktif dapat menurunkan kortisol dan membantu sistem saraf keluar dari kondisi fight-or-flight tingkat rendah yang berlangsung terus-menerus dan dialami banyak orang," jelasnya.
Berikut beberapa hobi yang direkomendasikan para ahli agar otak awet muda dan panjang umur.
1. Tenis
Ilustrasi olahraga tenis. Foto: Getty Images/Suradech14 |
Aktivitas fisik merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat dan umur panjang. Menurut Jennifer, olahraga membantu mencegah penyakit kardiovaskular serta menjaga kesehatan jantung dan otak.
Tenis menjadi salah satu pilihan hobi yang menarik karena membuat tubuh tetap aktif. Selain itu melatih otak dan memungkinkan untuk bersosialisasi.
2. Menari
Ilustrasi menari. Foto: Getty Images/Oscar Gutierrez Zozulia |
Menari merupakan salah satu hobi yang cukup lengkap untuk mendukung kesehatan seiring bertambahnya usia.
"Menurut saya, ini benar-benar salah satu hobi untuk mendukung umur panjang yang paling lengkap. Hampir semua aspek penting terpenuhi sekaligus," kata Emily Linder, konselor klinis profesional berlisensi (LPCC) yang berbasis di Ohio.
Dari sisi fisik, menari membantu mempertahankan kemampuan yang penting seiring bertambahnya usia, seperti keseimbangan, koordinasi, dan kebugaran jantung. Sementara itu, mempelajari koreografi dan melakukan improvisasi melibatkan kemampuan mengambil keputusan secara langsung, kesadaran terhadap posisi tubuh dan ruang, serta daya ingat. Menari juga merupakan aktivitas sosial untuk mengekspresikan emosi.
"Dan yang tak kalah penting, menari itu menyenangkan. Artinya, orang cenderung benar-benar konsisten melakukannya," ujar Emily.
3. Teka-Teki Silang dan Permainan Kata
Ilustrasi teka-teki silang. Foto: Getty Images/iStockphoto/LeventKonuk
"Permainan ini melatih memori verbal, kemampuan mengenali pola, dan mengingat kembali informasi. Pada dasarnya, ini seperti latihan untuk bagian otak yang berperan dalam memproses bahasa dan mengingat kembali informasi," jelas Emily.
Ada pula bonus kecil setelah berhasil menyelesaikannya, yaitu rasa puas.
"Rasa puas dari pelepasan dopamin kecil tersebut membuat kita ingin kembali melakukannya. Konsistensi selama bertahun-tahunlah yang kemudian memberikan manfaat kognitif yang sebenarnya," katanya.
4. Puzzle
Ilustrasi puzzle. Foto: Getty Images/iStockphoto/Lena Gadanski |
Menyusun puzzlebisa untuk latihan otak sekaligus aktivitas yang menenangkan.
"Puzzle melatih kemampuan visuospasial, keterampilan motorik halus, dan kemampuan mempertahankan perhatian dalam waktu lama. Semua ini penting untuk kesehatan kognitif jangka panjang," ujar Emily.
Bagi sebagian orang, menyusun puzzle juga terasa seperti meditasi. Mencari dan mencocokkan potongan puzzle dapat membuat seseorang masuk ke kondisi flow ringan yang secara alami membantu menurunkan stres.
Puzzle juga bisa dikerjakan bersama orang lain. Menurut Emily, aktivitas ini menciptakan bentuk kebersamaan yang santai karena kita bisa menikmati waktu bersama tanpa harus terus-menerus mengobrol.
5. Merajut
Ilustrasi merajut. Foto: iStock
"Merajut membantu menjaga ketajaman mental dan juga dapat menjadi aktivitas yang terapeutik serta menenangkan. Gerakan yang dilakukan berulang kali membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik," jelasnya.
6. Mempelajari Bahasa Baru
Ilustrasi belajar bahasa Korea. Foto: Freepik/rawpixel.com |
Belajar bahasa asing bukan hanya berguna untuk berkomunikasi atau bepergian. Aktivitas ini juga memberikan tantangan yang cukup besar bagi otak.
"Belajar bahasa merupakan salah satu hobi yang paling menantang secara kognitif, dan justru itulah yang membuatnya sangat bermanfaat," kata Emily.
.
Mempelajari dan mengulang kosakata baru melibatkan kemampuan mengingat, fokus, fungsi eksekutif, fleksibilitas kognitif, serta pemrosesan suara.
Proses belajar mungkin kadang membuat frustrasi, terutama ketika menemukan materi yang sulit. Namun, menurut tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses yang baik untuk otak.
Selain melatih kemampuan kognitif, belajar bahasa baru juga membuka kesempatan untuk bertemu orang baru, mengenal budaya berbeda, hingga membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.
7. Berkebun
Ilustrasi berkebun. Foto: iStock
"Berkebun dapat meningkatkan detak jantung, melibatkan otot, sekaligus melatih mobilitas ketika Anda membungkuk dan berlutut," ujar Jennifer.
Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari dan berada di tengah ruang hijau juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Tapi jangan lupa hindari kulit dari paparan UV langsung. Pakai kaus lengan panjang yang nyaman, kenakan topi, dan selalu aplikasi ulang sunscreen.














































