Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengenal Diet OMAD yang Dilakukan Jungkook BTS, Hati-hati Ada Risikonya!

Anggi Mayasari - wolipop
Rabu, 08 Apr 2026 15:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jungkook BTS jadi wajah campaign Calvin Klein Spring/Summer 2026.
Jungkook BTS. Foto: dok. Calvin Klein
Jakarta -

Jungkook BTS mengungkapkan menjalani diet dengan pola makan satu kali sehari atau OMAD (One Meal A Day). Apa itu diet OMAD? Yuk! Mengenal deit OMAD yang dilakukan Jungkook BTS

Pada sebuah wawancara dengan Rolling Stone UK, personel termuda grup K-Pop BTS, Jungkook mengaku menjalani diet. Ia juga menambahkan berolahraga setiap pagi dan sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sedang diet dan hanya makan satu kali sehari. Jadi, saya sangat menantikan makan satu kali itu," jelas Jungkook.

Pola diet Jungkook satu kali makan sehari ini dikenal dengan istilah OMAD. Ini adalah praktik yang diyakini banyak orang untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

Meskipun isi dan waktu makan akan bervariasi berdasarkan preferensi pribadi, orang yang mengikuti diet OMAD biasanya membatasi asupan kalori mereka hanya pada satu kali makan atau dalam jangka waktu singkat. Jenis diet ini menyebabkan defisit kalori yang dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Apa Itu Diet OMAD?

Diet OMAD adalah salah satu jenis puasa. Puasa diartikan sebagai tidak mengonsumsi makanan dan minuman berkalori dalam jangka waktu tertentu.

Diet OMAD hanya makan satu kali dan berpuasa sepanjang hari atau makan satu kali, dan makan dalam jumlah terbatas selama periode puasa. Kebanyakan orang yang mengikuti diet OMAD memilih untuk hanya mengonsumsi makan malam, meskipun ada pula yang memilih sarapan atau makan siang sebagai satu-satunya waktu makan mereka.

Beberapa versi pola makan ini memperbolehkan satu atau dua camilan sebagai tambahan pada satu kali makan. Namun, beberapa penggemar OMAD tidak mengonsumsi apa pun yang mengandung kalori selama masa puasa. Mereka hanya mengonsumsi kalori selama waktu makan pilihan mereka, yang biasanya berlangsung sekitar satu jam.

Orang yang menggunakan metode diet OMAD cenderung menurunkan berat badan, karena mereka mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan biasanya dengan pola makan teratur. Misalnya, sebuah penelitian seperti dikutip dari Healthline, pada orang dewasa yang sehat menemukan bahwa membatasi asupan kalori selama 4 jam di malam hari menyebabkan hilangnya lemak tubuh secara signifikan lebih besar dibandingkan ketika makan tiga kali makan terpisah sepanjang hari.

Penelitian juga menunjukkan bahwa puasa intermiten, termasuk puasa yang diperpanjang seperti OMAD, kemungkinan besar akan menyebabkan penurunan berat badan. Biasanya dengan mengikuti diet OMAD kamu akan bisa menurunkan 4,5 kg dalam dua minggu, namun hal ini bervariasi dari setiap pribadi tergantung tipe tubuh.

Risiko Diet OMAD

Gaya Jungkook BTS dalam pemotretan Calvin Klein

Foto: dok. Calvin Klein

Meskipun penelitian telah mengaitkan puasa dan pembatasan kalori dengan berbagai manfaat kesehatan, beberapa bukti menunjukkan bahwa membatasi terlalu banyak, termasuk hanya mengonsumsi satu kali makan sehari, mungkin lebih merugikan daripada menguntungkan. Terlebih dalam diet OMAD biasanya kamu berpuasa selama 22 hingga 23 jam, dan hanya makan selama satu jam.

Pembatasan diet OMAD yang ketat dapat menyebabkan gangguan pola makan dan mempersulit pemenuhan kebutuhan nutrisi harian akan vitamin, mineral, dan serat. Puasa lebih dari 14 jam dapat menyebabkan beberapa orang mengalami respons stres yang lebih tinggi, mudah tersinggung, dan menurunkan gula darah.

Tak hanya itu, diet OMAD juga dapat menyebabkan dehidrasi. Gula darah rendah dapat disertai gejala seperti pusing, sakit kepala, gemetar, peningkatan detak jantung, dan intoleransi terhadap dingin.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads