Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Suplemen Multivitamin Vs. Vitamin Satuan, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 02 Apr 2026 19:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi wanita minum suplemen atau vitamin
Foto: Getty Images/agrobacter
Jakarta -

Suplemen vitamin dan mineral umumnya dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Namun, masih banyak yang bingung, lebih baik minum multivitamin, atau memilih vitamin satuan sesuai kebutuhan?

Multivitamin biasanya mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral dalam satu kapsul, seperti vitamin B, kalsium, zat besi, hingga magnesium. Sementara itu, suplemen individual hanya berisi satu jenis nutrisi tertentu.

Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan pilihan terbaik sebenarnya bergantung pada kondisi tubuh. Sebelum mulai rutin mengonsumsi suplemen, ini fakta penting yang harus kamu ketahui tentang multivitamin dan vitamin/mineral satuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suplemen Multivitamin

Suplemen sering digunakan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh. Namun, terlalu banyak konsumsi atau ketergantungan pada suplemen bisa membahayakan hati dan penuaan dini.Foto: wayhomestudio/Freepik

Multivitamin kerap jadi pilihan karena praktis. Satu kapsul sudah bisa memenuhi berbagai kebutuhan nutrisi sekaligus.

"Jika pola makan belum seimbang atau tubuh kesulitan menyerap nutrisi tertentu, multivitamin bisa membantu memenuhi kebutuhan tersebut," jelas dokter keluarga dr. Brintha Vasagar, MD, seperti dikutip dari Women's Health Mag.

ADVERTISEMENT

Selain itu, multivitamin juga bermanfaat bagi orang dengan kebutuhan nutrisi lebih tinggi, seperti ibu hamil atau menyusui, serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Ahli gizi Vanessa King, RDN, menambahkan bahwa multivitamin memungkinkan seseorang mendapatkan berbagai nutrisi tambahan hanya dari satu suplemen.

Dari sisi biaya dan kemudahan, multivitamin juga cenderung lebih efisien dibandingkan harus membeli banyak suplemen terpisah. Namun, bukan berarti multivitamin selalu diperlukan. Jika pola makan sudah bergizi seimbang, kemungkinan besar kebutuhan nutrisi harian telah terpenuhi tanpa suplemen tambahan.

Kekurangan lain, multivitamin tidak selalu mencakup semua nutrisi penting. Misalnya, asam lemak omega-3 yang dibutuhkan tubuh sering kali tidak terdapat dalam produk ini.

Risiko kelebihan nutrisi juga perlu diperhatikan. "Vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E, dan K bisa menumpuk dalam tubuh dan berpotensi menimbulkan efek toksik," jelas Dr. Vasagar.

Gejalanya bisa berupa mual, pusing, kelelahan, hingga meningkatkan risiko gangguan hati dan jantung.

Ilustrasi wanita minum suplemen atau vitaminFoto: Getty Images/agrobacter

Suplemen Individual

Suplemen individual lebih difokuskan untuk mengatasi kekurangan nutrisi tertentu.

"Jika kekurangan satu jenis vitamin, sebaiknya fokus pada peningkatan asupan nutrisi tersebut, baik dari makanan maupun suplemen spesifik," kata Dr. Vasagar.

Umumnya, dokter akan merekomendasikan suplemen jenis ini setelah melakukan tes darah untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih akurat. Pendekatan ini juga dinilai lebih tepat untuk kebutuhan khusus, seperti tambahan zat besi atau asam folat saat hamil, atau vitamin B12 dan D pada usia lanjut.

Konsumsi suplemen individual tidak boleh sembarangan. Tanpa kebutuhan yang jelas, asupan berlebih bisa memicu efek samping yang tidak diinginkan.

Selain itu, mengonsumsi beberapa jenis suplemen sekaligus bisa merepotkan dan lebih mahal.

Jadi, mana yang lebih baik?

Jawabannya tidak selalu hitam-putih. Pola makan sehat dan seimbang tetap menjadi fondasi utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan nutrisi, sehingga mungkin membutuhkan suplemen, baik multivitamin maupun vitamin individual. Ibu hamil, misalnya, disarankan mengonsumsi vitamin prenatal untuk mendukung pertumbuhan janin dan mencegah komplikasi kehamilan.

Anak-anak juga bisa memerlukan suplemen tertentu, seperti vitamin D atau zat besi, tergantung pola makan mereka.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh menyerap nutrisi cenderung menurun. Kondisi ini membuat suplementasi vitamin atau mineral tertentu menjadi salah satu opsi bagi lansia untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.

Hal serupa berlaku bagi mereka yang menjalani pola makan terbatas, seperti tidak mengonsumsi daging atau produk susu. Pada akhirnya, kunci utama tetap terletak pada pola makan yang beragam dan seimbang.

Suplemen sebaiknya hanya menjadi pelengkap, bukan pengganti sumber nutrisi alami dari makanan.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads