Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ternyata Tidur Tanpa Celana Dalam Punya Manfaat untuk Wanita

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 16 Feb 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

A pharmacist shows to a customer the reusable menstrual underwear which is distributed, along with other reusable menstrual products including menstrual cups and reusable pads, free of charge in Catalonia region, at a chemist in Barcelona, Spain, March 4, 2024. REUTERS/Albert Gea
Foto: REUTERS/Albert Gea
Jakarta -

Praktisi kesehatan perempuan yang aktif di TikTok, Hailey Puckett (@HaileyPtheNP), membagikan edukasi mengenai manfaat tidur tanpa mengenakan celana dalam bagi kesehatan organ intim. Lewat videonya, ia menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kondisi area kewanitaan tetap sehat.

Puckett mengatakan belakangan ia menerima banyak pertanyaan soal apakah tidur tanpa celana dalam aman. Dari sudut pandang kesehatan vagina, jawabannya justru dianjurkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembahasan tentang kesehatan organ reproduksi perempuan masih sering dianggap tabu, terutama terkait kebiasaan memakai atau tidak memakai celana dalam, padahal hal tersebut penting untuk diketahui.

Ia menjelaskan bahwa vagina memiliki kemampuan membersihkan diri secara alami. Namun proses ini dapat terganggu bila area tersebut tertutup rapat, misalnya oleh celana dalam yang ketat atau berbahan sintetis.

ADVERTISEMENT

Karena itu, area intim perlu "bernapas". Memberi ruang tanpa penutup terlalu lama justru membantu menjaga kesehatannya.

Tidur tanpa celana dalam memungkinkan area kewanitaan tetap kering sehingga mengurangi risiko pertumbuhan bakteri maupun jamur akibat kelembapan. Bagi yang belum nyaman melakukannya, Puckett menyarankan memilih bahan celana dalam yang tepat. Ia merekomendasikan bahan katun karena memiliki sirkulasi udara lebih baik dibandingkan polyester atau satin.

Sejumlah ahli lain juga menyebut bahan alami seperti katun, bambu, atau linen lebih ramah bagi kulit karena tidak menahan lembap berlebihan. Sirkulasi udara yang baik membantu mencegah iritasi maupun infeksi.

Selain bahan, model celana dalam juga berpengaruh. Penggunaan model thong tidak disarankan karena berpotensi meningkatkan risiko infeksi.

"Thong bisa sangat buruk untuk kesehatan vagina karena cara pakainya yang bisa menarik bakteri dari area anus ke area vagina, yang berisiko menyebabkan infeksi," jelas Dr. Usha Rajagopal, seorang ahli bedah plastik yang berlisensi, seperti dikutip dari NY Post.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads