Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Terungkap Deretan Hadiah Mewah dari Jeffrey Epstein untuk Lingkaran Elite

Daniel Ngantung - wolipop
Sabtu, 07 Feb 2026 07:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Late financier and convicted sex offender Jeffrey Epstein appears with a woman, whose identity has been obscured, in this image from the Epstein estate released by House Oversight Committee Democrats in Washington, D.C., U.S., on December 18, 2025. House Oversight Committee Democrats/Handout via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREA FROM SOURCE.     TPX IMAGES OF THE DAY
Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang melibatkan lingkaran elite. (Foto: House Oversight Committee Democrats/Handout via REUTERS)
New York City -

Dalam jutaan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait kasus pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, ratusan di antaranya memuat rujukan pada label barang mewah. Bukti tersebut menunjukkan selera Epstein sekaligus caranya untuk membangun kedekatan dengan para tokoh berpengaruh di sekelilingnya.

Beberapa contoh yang tercatat cukup mencolok seperti dilaporkan New York Times antara lain sweater kasmir ukuran XXL bagi pakar linguistik Noam Chomsky, tas Goyard untuk petinggi agensi film Peggy Siegal, hingga jam tangan Rolex untuk penerima yang namanya disamarkan.


Email-email yang diungkap memperlihatkan perhatian Epstein pada detail gaya. Pada Agustus 2017, misalnya, ia menginstruksikan seorang penerima email yang disamarkan untuk membelikan tas tangan Prada bagi Masha Drokova, humasnya saat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bahkan menyetujui pilihan tas jenis tote hitam seharga US$ 1.790 atau Rp 30 juta (dengan kurs Rp 16.900) itu dengan komentar singkat: "sempurna," sebelum tas itu dikirim via FedEx keesokan harinya.

ADVERTISEMENT

Setahun kemudian, rangkaian email lain membahas pembelian hadiah ulang tahun untuk sineas Woody Allen: 31 celana boxer dan 31 kemeja katun Sea Island dari label pakaian dalam mewah Swiss, Zimmerli. Total nilainya mencapai hampir US$ 10.000 atau sekitar Rp 168 juta.


Tak semua hadiah bernilai fantastis, tapi tetap sarat makna sosial. Pada Juni 2016, Epstein yang meninggal karena bunuh diri dalam tahanan federal pada 2019, menulis kepada kekasihnya, Karyna Shuliak, untuk memesan sweatshirt pullover dan zip-up made to order bagi sejumlah nama, termasuk istri Noam, Valeria Chomsky, lalu sosok bernama "Thiel," dan "Ruemmler" yang diduga merujuk pada Peter Thiel dan Kathryn Ruemmler dari Goldman Sachs.

NEW YORK, NY - JANUARY 26: Luxury bags are displayed in a store along Broadway on January 26, 2018 in New York City. The Commerce Department said on Friday that the economy grew solidly for a third straight quarter late last year on strong consumer spending and business investment. The nation's gross domestic product increased at a seasonally adjusted annual rate of 2.6%.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)Butik Prada di New York City, Amerika Serikat, pada 2018. (Foto: Spencer Platt/Getty Images)

Pada Maret 2018, ia kembali meminta pemesanan empat sweatshirt ritsleting ukuran XL untuk mantan penasihat politik Stephen K. Bannon, politisi sayap kanan yang pernah menjadi tangan kanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Tidak selalu jelas apakah semua hadiah itu benar-benar diterima. Namun sejumlah email balasan memberi gambaran bagaimana pemberian tersebut disambut.

"Baru sampai rumah dari makan malam dan ada tas Prada cantik!!!" tulis Faith Kates, salah satu pendiri agensi model Next.

Penulis Michael Wolff juga mengirim ucapan terima kasih atas sepatu yang diterimanya. Sementara Kathryn Ruemmler pernah menulis bahwa ia memakai "full aksesori dari Uncle Jeffrey hari ini: boots, tas, dan jam tangan."

Lain halnya dengan Soon-Yi Previn, istri Woody Allen. Ia berterima kasih atas sweatshirt kiriman Epstein, tapi meminta agar pemberian berikut tidak diberi monogram atau inisial. Alasannya, agar mudah dihadiahkan kembali tanpa menimbulkan kecurigaan.

Di kalangan elite yang ia masuki, ucapan terima kasih merupakan etiket dasar. Namun dalam konteks email-email ini, nota terima kasih ini seperti disebut New York Times, juga dapat dimaknai sebagai penanda relasi sosial bahkan transaksi kedekatan.

Padahal, sejak awal 2010-an Epstein telah menjalani hukuman penjara atas kasus prostitusi dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual. Fakta itu tidak menghalangi sejumlah penerima hadiah untuk tetap menjalin komunikasi hangat dengannya.

Korespondensi tersebut turut menggambarkan preferensi gaya Epstein. Ia cenderung memilih kemewahan yang tidak mencolok, seperti produk berbahan kasmir (terlihat dari nota pembelian Loro Piana), sweatshirt lembut, loafers tanpa tali. Label yang muncul umumnya masuk kategori quiet luxury, kemewahan subtil yang lama menjadi standar busana kelas atas dari kaum 'old money' di kawasan seperti Upper East Side, New York, atau arrondissement ke-16 Paris.

Pada musim liburan 2018, ia membeli Apple Watch di New York dan Paris sebagai hadiah. Para penerima, ketika diberi pilihan, cenderung memilih versi dengan strap Hermès, simbol kemewahan yang tetap understated.

Jeffrey Epstein dari instagram.Jeffrey Epstein dan Donald Trump pada 1997. (Foto: Getty Images)

Pilihan tas Prada hitam, bukan warna terang, juga menunjukkan preferensinya pada estetika elegan yang tenang. Kilau, tampaknya, ia simpan untuk berlian dan jam tangan.

Email lain memperlihatkan bagaimana Epstein merasa berhak memberi saran gaya. Pada Januari 2018 ia menulis kepada Stephen Bannon bahwa "kemeja putih terlihat lebih bagus darimu daripada biru," lengkap dengan emoticon senyum. Bannon menjawab santai bahwa ia tidak memakai kemeja putih selama 20 tahun.

Sebaliknya, Epstein juga blak-blakan soal selera yang ia anggap buruk. Dalam email 2009, ia menegur seorang penerima yang disamarkan karena datang ke jamuan makan malam dengan "kaus oblong menjijikkan dan jeans."

Dokumen juga mencatat janji rutin sejumlah perempuan di salon rambut mewah Frederic Fekkai, Upper East Side, yang kemudian diatur sedemikian rupa oleh asistennya karena frekuensinya dianggap berlebihan.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads