Manfaat Jalan Kaki saat Commuting, Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Pikiran
Setiap pagi, ribuan orang di kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya memulai hari dengan rutinitas commuting: dari stasiun ke halte, dari halte ke kantor.
Terlihat sederhana, tapi tahukah kamu bahwa aktivitas berjalan kaki ringan dalam commuting itu menyimpan banyak manfaat kesehatan? Bahkan, menurut para ahli, kebiasaan ini bisa jadi kunci gaya hidup sehat di tengah kesibukan urban.
Tak cuma berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga mental. Setidaknya demikian temuan dari riset yang dilakukan para peneliti Norwich Medical School dari University of East Anglia (UEA), terhadap 18.000 komuter dewasa di seluruh Inggris selama 18 tahun menunjukkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil penelitian menunjukkan, para komuter yang aktif merasa lebih mampu berkonsentrasi dan tekanan lebih berkurang dibanding saat bepergian dengan mobil.
"Studi kami menunjukkan, semakin lama waktu yang dihabiskan orang untuk bepergian dengan mobil, semakin buruk kesejahteraan psikologis mereka. Sebaliknya, orang merasa lebih baik ketika memiliki waktu berjalan kaki yang lebih lama ke tempat kerja," ujar Adam Martin selaku peneliti utama seperti dikutip BBC News.
Namun, bagaimana manfaat tersebut bisa relevan ketika transportasi publik yang digunakan terkadang kurang memadai?
Seperti dirasakan warga Jakarta dan sekitarnya. Layanan KRL (Kereta Rel Listrik) masih rentan terhadap gangguan terutama saat musim hujan. Penumpang juga semakin banyak tanpa diimbangi penambahan gerbong. Bagi pengguna bus TransJakarta, kemacetan lalu lintas yang sudah menjadi makanan sehari-hari penumpang.
Penumpang memadati Stasiun Jakarta Kota, Sabtu (17/1/2026). Sejak pagi, arus penumpang KRL Commuter Line terus berdatangan dan memenuhi area peron hingga ruang tunggu stasiun. (Foto: Muhammad Firman Maulana/detikFoto) |
"Anda mungkin mengira gangguan layanan atau padatnya penumpang akan menimbulkan stres. Namun bus atau kereta juga memberi waktu untuk bersantai, membaca, bersosialisasi, dan biasanya ada aktivitas berjalan kaki ke halte atau stasiun, yang tampaknya membuat orang lebih ceria," ungkap Adam.
Berjalan kaki bukan hanya soal gerak. Aktivitas ini membantu tubuh bekerja lebih efisien. Manfaatnya antara lain:
- Meningkatkan sirkulasi darah, membuat tubuh lebih segar saat sampai di kantor.
- Mengurangi stres mental, karena ritme langkah yang teratur bisa memberi "jeda berpikir" di tengah padatnya jadwal harian.
- Melatih otot-otot kaki dan postur tubuh, membantu tubuh tetap aktif meskipun banyak waktu dihabiskan duduk sepanjang hari.
Salah satu tantangan saat berjalan kaki di kota adalah permukaan jalan yang bervariasi: trotoar, peron stasiun, sampai lantai kendaraan umum. Di sini, pilihan alas kaki yang ergonomis bisa membuat perbedaan besar.
Sandal Birkenstock dilengkapi fitur footbed yang dirancang agar nyaman digunakan saat berjalan kaki (Foto: Dok. Birkenstock) |
Beberapa waktu lalu, Birkenstock secara global meluncurkan kampanye 'Footbed Ecosystem' untuk mengajak publik kembali merasakan langkah sendiri dengan penuh kesadaran.
Produsen asal Jerman ini memiliki filosofi tentang kenyamanan yang berakar pada anatomi. Original Footbed yang merupakan ciri khasnya memiliki desain berkurva dan kontur yang dirancang untuk menjaga keseimbangan, mendistribusikan tekanan, dan memberi ruang bagi gerak alami kaki.
Material yang digunakan merupakan kombinasi kork dan lateks yang menyesuaikan bentuk kaki dari waktu ke waktu, sehingga memberikan rasa "semi-custom" yang lebih nyaman untuk mobilitas harian.
Fitur ini tidak hanya memanjakan kaki, tetapi juga membantu mendukung postur tubuh yang lebih baik, yang penting jika kamu banyak berdiri atau berjalan saat commuting.
(dtg/dtg)
Pakaian Wanita
Tote Bag Muat Laptop hingga 16 Inci! Bawa Banyak Barang Tetap Compact dengan Sena Bag
Kesehatan
Stop Pakai Sanitizer Sembarangan! Ini Pilihan Aman untuk Ibu dan Bayi
Kesehatan
Langkah Praktis Jaga Lingkungan Rumah Tetap Higienis Setiap Hari! Sanitizing Water Jadi Solusi Tepat
Kesehatan
Sering Pusing Saat Puasa Ramadan? Saatnya Pantau Tekanan Darah Sendiri dengan Tensimeter Pergelangan
Alasan Makan Roti Gandum untuk Diet Lebih Sehat daripada Nasi Putih
Baru Makan Tapi Lapar Lagi? Coba 10 Cara Ini Biar Nafsu Makan Terkontrol
Skip Sarapan Vs Skip Makan Malam, Mana Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?
Manfaat Jahe untuk Kulit: Dari Atasi Jerawat hingga Bikin Awet Muda
Rutin Minum Kopi Setiap Hari, Ternyata Ini Dampaknya bagi Kesehatan
YouTuber Cantik Curhat Rasanya Dipacari Idola KPop, Penuh Tekanan Emosional
Ramalan Zodiak 8 Februari: Leo Pertahankan Komunikasi, Virgo Introspeksi Diri
Alasan Makan Roti Gandum untuk Diet Lebih Sehat daripada Nasi Putih
Kekecewaan Putri Inggris Terhadap Ayahnya yang Terlibat Skandal Seks Epstein
















































