Pria Jalani Operasi Bariatrik Demi Bikin Calon Mertua Terkesan, Berujung Tragis
Setiap orang tentu ingin memberikan kesan terbaik ketika bertemu calon mertua. Namun sayangnya, niat baik tersebut bisa berujung tragis jika tidak diimbangi dengan pertimbangan medis yang matang. Hal inilah yang dialami seorang pria asal China bernama samaran Li Jiang, yang meninggal dunia setelah menjalani operasi bariatrik atau pengecilan lambung demi tampil lebih langsing di depan keluarga kekasih.
Melansir Hindustan Times, pria 36 tahun itu berasal dari Xinxiang, Provinsi Henan. Memiliki tinggi 174 cm dan berat lebih dari 130 kg, Li Jiang telah lama berjuang melawan obesitas dan sulit mengontrol pola makannya. Menurut sang kakak, Li baru saja menjalin hubungan serius dan berencana untuk segera memperkenalkan diri kepada orang tua kekasihnya.
"Hubungan mereka berjalan baik, jadi dia ingin menurunkan berat badan sebelum bertemu calon mertua. Dia melakukannya karena sedang mempersiapkan pernikahan," ujar sang kakak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi bikin keluarga kekasihnya terkesan, Li memilih menjalani operasi bariatrik di Rumah Sakit Rakyat Kesembilan Zhengzhou. Operasi dilakukan pada 2 Oktober dan awalnya berjalan sukses. Ia sempat dirawat di ICU sebelum dipindahkan ke ruang perawatan umum.
Namun pada 4 Oktober pagi, kondisinya tiba-tiba memburuk. Li ditemukan tak bernapas sekitar pukul 06.40 dan segera dilarikan kembali ke ICU. Sayangnya, meski sudah mendapatkan perawatan darurat, ia dinyatakan meninggal dunia pada 5 Oktober akibat gagal napas.
Catatan medis menunjukkan bahwa Li mengalami peningkatan berat badan selama setahun terakhir dan menderita sindrom metabolik, hipertensi, serta perlemakan hati. Ia juga mengalami dengkuran keras saat tidur, yang dapat menjadi tanda gangguan pernapasan serius. Kondisi-kondisi ini diduga turut memperbesar risiko komplikasi setelah operasi.
Pihak keluarga Li sendiri mempertanyakan apakah rumah sakit telah melakukan pemeriksaan yang cukup dan menyeluruh sebelum operasi. Mereka juga mengeluhkan tentang lambatnya respons terhadap komplikasi yang muncul.
Di sisi lain , pihak Rumah sakit menyatakan bahwa Li telah memenuhi semua syarat klinis untuk menjalani operasi, dan tim medis telah bertindak cepat saat kondisinya memburuk. Untuk memastikan penyebab pasti, keluarga dan pihak rumah sakit meminta Komisi Kesehatan setempat melakukan autopsi pada 10 Oktober.
"Laporan autopsi akhir akan menjadi dasar paling otoritatif untuk menentukan penyebab kematian," ujar pihak rumah sakit.
Pihak rumah sakit juga menegaskan akan bertanggung jawab penuh sesuai dengan hasil dan peraturan yang berlaku.
(vio/vio)
Elektronik & Gadget
Bikin Sejuk Dimanapun Kamu! Intip 3 Rekomendasi Kipas Mini Portable Di Bawah 200 Ribu
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
Vivo iQOO 15: Flagship Baru Super Kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 & Layar 144Hz
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Pahami Jam Makan yang Baik untuk Diet, dari Sarapan sampai Makan Malam
Ini Sayuran Paling Sehat Menurut Sains, Rendah Kalori Bisa untuk Diet
Angelina Jolie Buka-bukaan soal Mastektomi, Perlihatkan Bekas Operasi di Dada
Johnson & Johnson Dihukum Bayar Rp 628 M Terkait 2 Wanita Kena Kanker Ovarium
Nggak Cuma Enak Jadi Camilan, Dark Chocolate Juga Bisa Memperlambat Penuaan
10 Transformasi Song Hye Kyo dengan Rambut Bondol, Wolf Cut Bikin Heboh
8 Pasangan Drakor 2025 Paling Bikin Baper, Ada Jang Ki Yong-Ahn Eun Jin
Pesona Shaloom & London Jadi Model Catwalk, 2 Putri Wulan Guritno Memukau
Bukan Kasar! Ini 11 Tanda Perempuan Cerdas dan Bermental Kuat











































