Gejala Overthinking dan Cara Mengatasinya yang Bisa Dicoba Sendiri
Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Tujuan diadakannya hari tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental di seluru dunia.
Bicara soal kesehatan mental, tak terbatas pada kondisi stres, depresi, OCD atau ADHD yang memerlukan penanganan profesional. Gangguan mental juga bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang sering kali tak disadari, misalnya overthinking.
Seperti dilansir situs resmi Kementerian Kesehatan Indonesia, overthinking masuk ke dalam kategori gangguan psikologis karena menimbulkan kecemasan pada penderitanya. Overthinking yang berlebihan akan berdampak negatif pada kesehatan seperti sulit tidur, sulit makan hingga menurunkan kesehatan fisik seperti GERD atau asam lambung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Overthinking terjadi ketika kita terus-menerus memikirkan tentang masa depan atau sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu dan itu terus saja terputar dalam kepala, kadang bisa sampai mumet," jelas Psikiater dan Minfulness Coach dr. Ekachaeryanti Zain dalam Kulwap Wolipop #VersiTerbaikmu 'Kelola Stres dan Emosi dengan Hati-Hati'.
Baca juga: 3 Tips Menjaga Kesehatan Mental Menurut WHO |
Ilustrasi wanita overthinking. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur |
Gejala seseorang yang overthinking bisa bermacam-macam. Seperti dikutip dari Forbes, sedikitnya ada sepuluh tanda yang bisa mengindikasikan kamu mengalami overthinking:
1. Tidak bisa berhenti khawatir
2. Sering khawatir terhadap hal-hal yang tidak dapat dikendalikan.
3. Selalu mengingat kesalahan yang sudah lewat.
4. Sering mengingat kembali momen memalukan berulang kali.
5. Terlalu banyak berandai-andai pada kejadian tidak pernah terjadi.
6. Mengalami kesulitan tidur.
7. Tidak mampu berhenti memikirkan perkataan orang lain.
8. Menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan makna tersembunyi di balik perkataan orang atau peristiwa yang terjadi.
9. Tidak menyukai orang lain yang mengatakan sesuatu atau bertindak dengan cara yang tidak biasa.
10. Menghabiskan waktu memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.
Apakah kamu mengalami salah satu bahkan lebih dari gejala di atas? Maka perlu segera diatasi agar tidak berlarut-larut dan menyebabkan kondisi yang lebih parah.
Cara Mengatasi Overthinking
"Untuk mengatasi overthinking kita perlu hadir di saat sekarang, menghadirkan pikiran di saat ini, kemudian melakukan sesuatu. Sebab pikiran akan memengaruhi perilaku dan perasaan, sebaliknya perilaku juga akan memengaruhi pikiran dan perasaan. Ketika hanya menggunakan pikiran dia akan terus berputar di satu tempat tanpa tahu jalan keluar," jelas dr. Eka.
Begitu tahu bahwa kita overthinking, maka hal pertama yang bisa langsung dilakukan adalah jeda sejenak dan menanyakan apa yang paling penting untuk dijalankan sekarang juga. Misalnya saja jika harus segera mandi, maka pergilah mandi. Jika harus makan, maka pergilah makan.
Ilustrasi wanita overthinking. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur |
"Jadi untuk menyetop overthinking adalah dengan melakukan satu perilaku tertentu. Dengan melakukan perilaku ini pikiran kita akan berubah dan tidak melilu terputar di satu pikiran yang sama. Jadi lebih banyak melakukan aksi," terang pendiri Indonesian Psychiatric Trainees' Association (IPTA) ini.
"Selalu tanyakan apa yang paling penting harus dilakukan saat ini dan lakukan segera. Hitung mundur 5, 4, 3, 2, 1 lalu bangkit dan lakukanlah segera," tambahnya.
Tidur Cukup Bisa Bantu Mengatasi Overthinking
Selain itu tidur yang cukup juga penting untuk mengatasi overthinking. Sebab setiap orang membutuhkan tidur dan ketika tidak bisa tidur di malam hari maka akan sulit menyegarkan pikiran dan berdampak jadi selalu overthinking.
dr. Eka menyarankan untuk menerapkan sleep hygiene yang bisa membantu lebih mudah tertidur. Sleep hygiene adalah pola tidur bersih, sebuah praktik yang dilakukan untuk membangun kebiasaan tidur sehat. Apa saja yang perlu diperhatikan?
- Tidak minum kopi atau kafein empat jam sebelum tidur
- Menetapkan waktu tidur yang sama setiap hari
- Tidak pegang gadget dua jam sebelum tidur
- Mematikan lampu agar hormon melatonin meningkat
- Mendengarkan musik yang menenangkan sebelum tidur
"Lakukanlah kebiasaan ini secara konsisten karena jika melakukannya hanya 1-12 hari tidak akan mengubah apapun. Otak perlulatihan makanya lakukan secara konsisten," pungkasnya.
(hst/hst)
Makanan & Minuman
Ngemil Manis Saat Ramadan Tanpa Takut Gula Naik! Ini Cookies Bebas Gula yang Bisa Kamu Pilih
Makanan & Minuman
Menu Sahur & Berbuka Anti Ribet! Stok Olahan Daging Sapi untuk Jadi Andalan Saat Ramadan
Makanan & Minuman
Mau Silaturahmi ke Orang Tersayang saat Lebaran? Pilihan Hampers Ini Bikin Silaturahmi Makin Berkesan
Makanan & Minuman
Bingung Pilih Susu Anak? Ini Cara Memilih yang Tepat untuk Usia 1-10 Tahun
Tips Kulit Tetap Glowing Saat Puasa agar Cantik di Hari Lebaran
Kulit Breakout Saat Puasa? Bisa Jadi Gara-gara Makanan Ini
Puasa dan Detox Kulit, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan & Tips Dari Dokter
10 Buah Paling Sehat Menurut Ahli Gizi, Wajib Dicoba
7 Jus untuk Diet saat Bulan Ramadhan yang Kaya Air dan Serat
Potret Kemesraan dr Richard Lee Bareng Istri Sebelum Ditangkap Polisi
Baju Lebaran 2026
Diskon 50% Mukena Lebaran di Rendezvous Modest Market AEON Tanjung Barat
Sinopsis Police Story: Lockdown di Bioskop Trans TV Hari Ini
Jaminan Asli! Ini 6 Alasan Memilih Toko Kasur Inoac Asli













































