ADVERTISEMENT

Pakai Pemanis Stevia untuk Diet, Ketahui Dulu Manfaat dan Efek Sampingnya

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Selasa, 13 Sep 2022 21:00 WIB
Pemanis buatan dari Stevia. Ilustrasi pemanis buatan. Foto: Getty Images/iStockphoto/yul38885 yul38885
Jakarta -

Daun Stevia digadang-gadang sebagai alternatif pengganti gula untuk diet yang efektif. Pemanis dari Stevia juga dipercaya lebih sehat dibandingkan gula diet lainnya karena terbuat dari bahan alami.

Namun benarkah Stevia adalah pemanis yang paling sehat dan aman dikonsumsi setiap hari? Pertama-tama, kita perlu mengetahui dulu seperti apa Stevia yang diklaim sehat dan mencegah kegemukan meskipun memberi rasa manis cukup intens.

Seperti dikutip dari Insider, Stevia merupakan pemanis nol-kalori yang terbuat dari tanaman bernama Stevia rebaudiana. Tanaman ini aslinya tumbuh di Afrika Selatan. Rasa manis pada daun Stevia berasal dari kandungan steviol glycosides.

Untuk mendapatkan pemanis alami siap pakai, kandungan steviol glycosides diekstrak dan dimurnikan dari daun Stevia. Setelah proses selesai, ekstrak ini bisa 200 hingga 300 kali lebih dibandingkan gula. Meskipun jauh lebih manis dari gula, pemanis alami Stevia lebih rendah kalori bahkan nol kalori.

Sejauh ini Stevia tidak menimbulkan efek samping maupun gangguan kesehatan. Namun konsumsinya tetap harus dibatasi.

Badan Pengatur Obat dan Makanan Amerika (FDA) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi pemanis Stevia sebaiknya tidak lebih dari 4 mg per kilogram berat badan. Misalnya, seseorang dengan berat badan 50 kilogram hanya boleh mengonsumsi Stevia maksimal 200 mg sehari.

Pemanis buatan dari Stevia.Pemanis buatan dari Stevia. Foto: Getty Images/iStockphoto/yul38885 yul38885

Efektivitas Stevia untuk Diet

Menurut pakar diet Constance Brown-Riggs, mengganti gula sebagai pemanis makanan dan minuman minuman dengan Stevia bisa membantu mengontrol berat badan. Konsumsi secara berkecukupan juga mengurangi risiko terjadinya komplikasi kesehatan akibat mengonsumsi terlalu banyak gula.

Studi yang dilakukan pada 2020 menunjukkan bahwa partisipan yang mengonsumsi pemanis rendah kalori seperti Stevia, berat badannya turun lebih banyak dan mengasup lebih sedikit kalori ketimbang yang mengonsumsi gula biasa. Selain itu konsumsi Stevia juga mengurangi risiko diabetes.

Efek Samping Stevia

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Molecules pada 2020, menunjukkan bahwa Stevia mempunyai efek samping terhadap bakteri di dalam perut. Kandungan pada ekstrak Stevia berpotensi menghambat 'komunikasi' antar bakteri di tubuh.

Artinya, Stevia berkontribusi menyebabkan ketidakseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat di perut. Efeknya, bisa terjadi gangguan pencernaan seperti diare, gas dan mual.

Kesimpulannya, Stevia aman dikonsumsi sebagai pengganti gula, terutama pengidap diabetes dan untuk mereka yang ingin membatasi asupan kalori. Namun jumlah takaran juga harus dibatasi, karena segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan tetap akan memberikan efek buruk terhadap kesehatan.



Simak Video "'Brand New' Jadi Titik Balik XIUMIN EXO"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)