ADVERTISEMENT

5 Faktor Tak Terduga Penyebab Berat Badan Naik

Hestianingsih - wolipop Minggu, 20 Mar 2022 19:46 WIB
Young beautiful blonde sporty woman on diet holding weight machine over pink background stressed with hand on head, shocked with shame and surprise face, angry and frustrated. Fear and upset for mistake. Foto: Getty Images/iStockphoto/AaronAmat
Jakarta -

Berat badan acap kali jadi tolok ukur keberhasilan dalam diet penurunan berat badan. Namun sejumlah ahli menyarankan agar para pediet tidak terlalu berpaku pada angka di timbangan.

Hal itu karena berat badan sifatnya fluktuatif, yakni bisa naik-turun dalam waktu tertentu. Berat badan di pagi hari, bisa jadi berbeda saat kamu menimbang pada sore atau malam hari.

Pakar fitnes dan kesehatan Mike T. Nelson, PhD, menjelaskan ada sejumlah faktor yang bisa membuat berat badan naik, dan tidak selalu karena banyak makan. Apa saja?

1. Kelebihan Sodium

Konsumsi terlalu banyak garam atau sodium akan menyebabkan tubuh menyimpan air, terutama jika tidak terbiasa makan makanan dengan kadar garam tinggi. Kadar air dalam tubuh inilah yang membuat angka timbangan naik satu sampai dua ons.

Jika kamu merasa kembung atau bengkak setelah mengonsumsi makanan asin, maka besar kemungkinan terlalu banyak air menumpuk di dalam tubuh.

2. Karbohidrat

Saat menyantap makanan dengan karbohidrat tinggi, energi yang tidak segera digunakan akan disimpan sebagai glikogen dalam otot. Setiap gram glikogen mengandung tiga gram air.

Itulah sebabnya ketika seseorang menjalani diet rendah karbohidrat, dia akan kehilangan banyak berat air dalam minggu-minggu pertama. Penurunan berat badan itu lebih dikarenakan air yang terbuang, bukan lemak.

3. Konsumsi Terlalu Banyak Serat

Jika belakangan ini kamu mengubah pola makan jadi lebih banyak mengonsumsi serat atau diet vegetarian, maka jangan heran jika berat badan kamu justru bertambah.

Ketika berganti diet dari banyak konsumsi protein hewani ke pola makan berbasis nabati, artinya bertambah pula asupan serat bagi tubuh. Kondisi ini akan membuat tubuh mengalami sembelit atau konstipasi sementara waktu, dan itu bisa membuat berat badan naik.

4. Isi Perut

Banyak orang lupa bahwa makanan yang belum dicerna bisa meningkatkan berat badan. Hal ini berkaitan dengan jumlah makanan di dalam perut setelah kamu makan yang bisa menambah bobot ketika ditimbang saat itu juga.

Oleh karena itu Mike menyarankan agar kamu tidak menimbang berat badan langsung setelah makan. Misalnya saja jika kamu makan malam, maka sebaiknya timbang berat badan keesokan harinya.

5. Faktor-faktor Lain

Konsumsi alkohol, sakit otot, kurang tidur dan stres juga bisa jadi faktor yang membuat berat badan naik sementara waktu. Jika kamu menimbang berat badan dan mendapati ada kenaikan, maka bisa jadi tanda ada masalah kesehatan, bukan sekadar karena banyak makan.

Mike menganjurkan waktu terbaik untuk menimbang berat badan adalah di pagi hari sebelum sarapan dan setelah buang air besar/buang air kecil. Saat itulah yang jadi gambaran berat badan kamu sebenarnya.



Simak Video "3 Tips Menjaga Kesehatan Mental Menurut WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)