Hati-hati, Kenali Perbedaan Oximeter Asli & Palsu Sebelum Membeli

Erika Dyah - wolipop Jumat, 03 Sep 2021 16:41 WIB
oximeter Foto: Shutterstock
Jakarta -

Permintaan akan oximeter terus meningkat di masa pandemi. Terlebih, dengan banyaknya pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Oximeter merupakan alat berukuran kecil yang biasanya dijepitkan pada salah satu jari tangan. Alat ini berfungsi mengukur saturasi oksigen darah, sehingga dibutuhkan oleh orang yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk memantau kadar oksigen dalam tubuh.

Seiring bertambahnya permintaan kebutuhan oximeter, justru ditemukan banyak penjual yang memanfaatkan hal tersebut untuk mengambil keuntungan. Beberapa waktu lalu, bahkan tersebar video yang memperlihatkan cara membedakan oximeter asli dan palsu dengan menggunakan pensil.

Melansir antaranews, jika alat pengukur saturasi oksigen yang juga mengukur detak jantung ini menunjukkan hasil detak jantung yang sama antara 1 pemakaian dengan pemakaian 3 orang lain, maka perlu diragukan keaslian dari alat tersebut.

Untuk menghindari jebakan oximeter palsu yang beredar di pasaran, Anda bisa simak cara berikut ini.

1. Cek Sertifikasi

Cara paling mudah untuk menentukan keaslian oximeter yang akan dibeli ialah mengecek sertifikasi dari alat tersebut. Tak jarang, harga memang menjadi pertimbangan utama ketika membeli oximeter, akan tetapi Anda perlu juga memperhatikan sertifikasi dari alat yang akan dibeli.

Alat yang bisa dipercaya keaslian dan efektivitasnya akan memperoleh sertifikasi dari FDA (Food and Drug Administration), RoHS (Restriction of Hazardous Substances Directive 2002/85/EC), dan CE (Conformité Européenne). Dengan adanya sertifikasi dari ketiga tempat tersebut, Anda bisa merasa lebih tenang dan tak lagi khawatir dengan keaslian alat yang akan dibeli.

2. Lihat Panel Grafik yang Ditunjukkan Oximeter

Cara pakai dari oximeter yang kini banyak dijual di pasaran ialah dengan menjepitkannya ke jari. Pada alat yang asli, akan muncul grafik kenaikan dan penurunan denyut nadi yang ditampilkan sebagai SPO2 saat Anda menjepitkan jari ke alat tersebut.

Jika alat hanya menunjukkan kadar oksigen tanpa adanya grafik denyut nadi, maka kemungkinan oximeter tersebut palsu.

3. Ikat Seutas Benang pada Jari

Cobalah ikat seutas benang dengan cukup erat di pangkal ujung jari untuk membuat aliran darah melambat, lalu jepitkan jari ke dalam oximeter. Apabila hasil yang ditunjukkan pada alat berkurang, maka alat tersebut kemungkinan adalah asli sebab dapat mendeteksi adanya pengurangan pada aliran darah Anda. Ulangi cara ini hingga 3x untuk memastikan alat bekerja dengan stabil.

4. Gunakan Pensil

Sebuah konten video viral dari akun Tiktok @glamscool membahas cara membedakan oximeter asli dan palsu. Konten tersebut menyarankan untuk mengecek keaslian alat dengan menggunakan pensil yang dimasukkan ke dalam oximeter.

Jika pensil sudah dimasukkan dan alat oximeter dapat membaca sinyalnya, maka kemungkinan alat tersebut adalah oximeter palsu. Sebab, Oximeter yang asli seharusnya tidak akan memberikan hasil sama sekali

5. Pahami Cara Kerja Oximeter

Meski terdengar sepele, hal ini tak kalah penting untuk dilakukan ketika hendak membeli oximeter supaya Anda tahu cara membaca dari alat oximeter tersebut. Umumnya, saturasi oksigen dikatakan normal apabila menunjukkan angka 95% atau di atasnya.

Mengutip Mayo Clinic, jika Anda mendapati kadar oksigen di bawah 90% maka pasien perlu waspada dan segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat. Mayoritas pasien COVID-19 dengan kondisi yang kritis perlu segera dibawa ke RS ketika saturasi oksigennya menunjukkan angka 50% atau lebih rendah.

Selain mengukur saturasi oksigen, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah denyut nadi pasien. Denyut jantung yang normal berkisar antara 60 hingga 100 BPM. Denyut jantung yang lebih rendah berarti lebih baik, karena denyut jantung rendah biasanya merupakan indikasi sistem kardiovaskular yang kuat. Namun, perlu diwaspadai apabila denyut jantung mulai berdegup kencang selama kurun waktu tertentu, sebab bisa jadi hal ini mengindikasi gangguan lainnya.

6. Cek dengan Berjalan

Anda juga dapat memeriksa perubahan detak jantung pada alat ketika dipakai berjalan santai atau jalan cepat. Normalnya, detak jantung akan meningkat ketika dipakai beraktivitas. Sehingga, semakin cepat berjalan angka indikator detak jantung yang ditampilkan umumnya akan semakin meningkat. Jika angka yang ditunjukkan sebaliknya atau tetap, Anda perlu waspada dengan keaslian oximeter tersebut.

7. Pengaruh Cat Kuku

Saat menggunakan oximeter, disarankan untuk tidak memasang jari dengan cat kuku pada alat. Sebab, hal ini dapat mempengaruhi hasil pembacaan. Terkait akurasi, studi pada 2016 menemukan bahwa oximeter memiliki kesalahan presisi sebesar 1,8 - 2,21%

8. Cek Izin Edar

Pastikan oximeter yang dibeli sudah memiliki izin edar dari Kementrian Kesehatan untuk menjamin keasliannya. Sebaiknya, beli alat dari toko yang terpercaya.

Itu dia 8 cara untuk memastikan keaslian oximeter dan membedakan alat pulse oximeter yang asli dan palsu. Di tengah pandemi seperti sekarang, penting sekali untuk selalu waspada ketika membeli perlengkapan kesehatan. Baik itu masker, oximeter, dan alat kesehatan lainnya.

Untuk Anda yang membutuhkan alat pengukur saturasi oksigen, Anda bisa beli oximeter yang dijamin asli hanya di Blibli.

(mul/eny)