Peran Vitamin D Dalam Kesehatan Tubuh & Bahayanya Jika Dikonsumsi Berlebihan

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 13 Jul 2021 19:01 WIB
Young happy smiling mixed race woman sitting on a sofa at living room, holding glass of pure water, taking daily vitamin d, c complex, supplements for hair, skin and nail strengthen, healthcare concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Belakangan ini vitamin D menjadi salah satu yang cukup popular, terutama di era pandemi saat ini. Vitamin D merupakan salah satu asupan yang dibutuhkan tubuh agar bisa tetap sehat. Namun ternyata mengonsumsi suplemen vitamin D yang terlalu tinggi justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Seperti dilansir dari health.harvard.edu, menurut beberapa data survei nasional yang dikumpulkan peneliti dari tahun 1999 dan 2014, ditemukan peningkatan sebanyak 2,8 % jumlah orang yang mengonsumsi vitamin D dalam dosis yang tidak aman, yaitu lebih dari 4.000 IU per hari. Umumnya, dosis vitamin D yang direkomendasikan hanyalah 600 hingga 800 IU per harinya untuk kebanyakan orang.

Vitamin D sendiri sebenarnya bisa diperoleh dengan berbagai macam cara, tak selalu harus dengan melalui suplemen. Salah satunya adalah dengan berjemur matahari. Tubuh akan memproduksi vitamin D usai terpapar sinar matahari. Cara tersebut telah lama dikenal dapat membantu membangun tulang yang kuat dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor oleh tubuh.

Dr. JoAnn E. Manson, Profesor Kesehatan Wanita di Harvard Medical School menerangkan bahwa walaupun vitamin D memiliki bagian cukup besar dalam membantu kesehatan tulang, namun belum ada bukti bahwa vitamin D bisa mencegah kondisi kesehatan lainnya. Dalam penelitiannya, Dr. Manson menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi vitamin D tidak menurunkan tingkat serangan jantung, stroke, atau kanker.

Faktor yang Mempengaruhi Dosis Vitamin D yang Dibutuhkan

Beberapa faktor bisa mempengaruhi dosis vitamin D yang diperlukan oleh tubuh. Apa saja faktor-faktornya?

Tempat Tinggal

Jika kamu tinggal di bagian Utara atau tempat yang bermusim dingin, kamu berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D. Hal itu dikarenakan kulitmu tidak dapat memproduksi vitamin D apapun dari paparan sinar matahari selama musim dingin berbulan-bulan.

Usia

Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk memproduksi vitamin D semakin menurun. Jika kamu berusia di atas 65 tahun, kamu hanya bisa menghasilkan seperempat vitamin D dari usiamu ketika 20 tahunan.

Warna Kulit

Orang yang berkulit gelap ternyata memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah dibandingkan dengan yang berkulit terang. Orang Afrika-Amerika rata-rata memiliki setengah kadar vitamin D dalah darah mereka dibandingkan dengan orang kulit putih.

Berat Badan

Jika kamu memiliki indeks massa tubuh di atas 30, maka kamu mungkin memiliki kadar vitamin D yang rendah.

Makanan yang Dikonsumsi

Beberapa makanan seperti salmon, ikan tuna, sarden, susu, jus jeruk, telur, keju, dan yogurt mengandung vitamin D. Sehingga asupan vitamin D yang diperoleh oleh tubuh bergantung pada makanan apa yang kamu konsumsi.

Kondisi Kesehatan Tertentu

Orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit radang usus, hati, atau fibrosis kistik mungkin mengalami kesulitan dalam menyerap vitamin D.

Manfaat dan Bahaya Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi suplemen vitamin D dengan asupan kalsium yang cukup dipercaya mampu meningkatkan kesehatan tulang. Namun untuk memperoleh manfaat tersebut, seseorang tidak perlu mengonsumsi vitamin D dalam dosis tinggi.

"Lebih banyak belum tentu lebih baik. Bahkan, lebih banyak bisa lebih buruk," kata Dr. Manson.

Menurut sebuah penelitian tahun 2010 yang diterbitkan di JAMA menunjukkan bahwa wanita lebih tua yang mengonsumsi vitamin D dengan dosis sangat tinggi ketika terjatuh lebih banyak mengalami patah tulang. Selain itu mengonsumsi suplemen yang mengandung terlalu banyak vitamin D dapat menjadi racun.

Konsumsi suplemen vitamin D dalam dosis tinggi dapat menyebabkan hiperkalsemia, suatu kondisi di mana terlalu banyak kalsium yang menumpuk di dalam darah. Kondisi tersebut berpotensi membentuk endapan di arteri atau jaringan lunak. Hal itu yang juga dapat menimbulkan penyakit batu ginjal pada wanita.

Agar dapat terhindar dari bahaya mengonsumsi vitamin D yang terlalu banyak, kamu perlu membatasi asupan vitamin D yang kamu konsumsi. Umumnya 600 hingga 800 IU per hari sudah cukup. Kecuali dokter merekomendasikan, hindari mengonsumsi vitamin D lebih dari 4.000 IU per hari. Selain itu jika memungkinkan, pilihlah asupan vitamin D dari makanan daripada suplemen. Terakhir, konsultasikan terlebih dahulu dosis vitamin D yang akan dikonsumsi kepada dokter. Karena jika kamu menjalani diet seimbang, yang secara teratur mencakup sumber vitamin D yang baik, maka kamu mungkin tidak membutuhkan suplemen sama sekali.

(vio/vio)