5 Hal Bisa Dilakukan untuk Bantu Teman atau Kerabat yang Positif COVID-19

Hestianingsih - wolipop Rabu, 14 Jul 2021 05:30 WIB
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 IIlustrasi isolasi mandiri. Foto: Getty Images/Xesa
Jakarta -

Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Pada Senin (12/7/2021), jumlah penambahan kasus positif virus Corona mencapai lebih dari 40 ribu.

Saat seseorang didiagnosa positif virus Corona, tidak hanya fisik yang terdampak, tapi juga menyerang mental. Baik itu yang tak bergejala, gejala ringan sampai berat.

Menjalani isolasi pun jadi hal yang tak terelakkan demi mencegah virus menular ke keluarga dan orang lain. Ada yang harus menjalani isolasi mandiri di rumah, ada pula yang berjuang bertahan hidup di rumah sakit atau wisma penampungan pasien COVID-19.

Ketika dalam masa isolasi mandiri selama 14 hari atau bahkan lebih, dukungan moril sampai materiil sangatlah dibutuhkan mereka yang positif virus Corona. Namun tidak banyak orang mengerti bagaimana cara terbaik memberikan bantuan, mengingat situasi saat ini tak memungkinkan kita untuk menjenguk secara langsung.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu teman, keluarga, kerabat, atau kolega saat menghadapi COVID-19. Ini lima hal yang perlu diperhatikan, seperti dikutip dari Very Well Mind.

1. Komunikasi Lewat Telepon

Cara pertama yang paling mudah dilakukan adalah menanyakan kabarnya secara langsung lewat telepon atau video call. Sekadar menyapa, bertanya tentang kondisi atau memberikan ruang baginya untuk curhat akan sangat membantunya melewati masa-masa sulit, karena tidak merasa sendirian.

Kamu bisa menghubunginya secara rutin setiap hari jika memungkinkan. Tapi jika dia tidak juga menjawab panggilan telepon dan kamu merasa khawatir, bisa menghubungi layanan darurat untuk mengecek kondisinya.

2. Tanyakan Kebutuhan

Saat berkomunikasi lewat telepon, video call maupun pesan teks, tanyakan juga apakah dia membutuhkan bantuan dan bagaimana kamu bisa menolongnya. Menawarkan bantuan akan sangat membantu terlebih lagi jika dia dalam kondisi lemah dan sulit bergerak.

Tapi pastikan kamu juga sanggup melakukan pertolongan yang dibutuhkannya. Misalnya saja membantu berbelanja keperluan sehari-hari, merawat hewan peliharaan, membelikan obat atau mengerjakan tugas jika pasien COVID-19 adalah rekan kerja satu divisi.

3. Kirimkan Makanan dan Sembako

Orang yang terinfeksi COVID-19 tentunya tidak punya waktu maupun tenaga untuk membeli stok kebutuhan sehari-hari. Kamu bisa membantunya dengan mengirimkan logistik yang diperlukan.

Jika ingin mengirim makanan atau minuman, pilih yang siap makan atau siap saji, sehingga pasien tidak harus repot-repot masak lagi. Misalnya saja frozen food, makanan matang, susu cair, buah-buahan, roti dan sayuran.

Kamu juga bisa mengirimkan suplemen makanan seperti vitamin dan mineral. Jika perlu kirimkan juga perawatan pribadi misalnya sabun mandi, deterjen, hand sanitizer, cairan desinfektan, pasta gigi atau tisu.

4. Update Informasi Terkait COVID-19

Berikan update informasi terkini tentang apa saja terkait COVID-19. Misalnya saja informasi ketersediaan ICU di rumah sakit jika pasien mengalami perburukan, peminjaman tabung oksigen beserta isinya, pusat layanan COVID-19, tips-tips kesehatan dari sumber terpercaya dan lain sebagainya.

Pastikan informasi yang kamu terima berasal dari sumber uang terpercaya dan kompeten untuk menghindari hoax dan misinformasi. Hindari juga memberikan kabar negatif seperti kenaikan kasus atau kabar kematian yang hanya menambah kepanikan.

5. Bantu Secara Finansial

Jika kamu tahu kondisi finansial pasien isoman sedang dalam kesulitan, boleh saja membantunya dengan memberikan uang. Tapi pastikan dengan cara yang tidak menyinggung atau membuatnya malu.

Misalnya saja dengan menginisiasi penggalangan dana dan setelah cukup terkumpul bisa ditransfer ke rekening. Jika ingin memberikannya secara pribadi pun tidak jadi masalah.

Bantuan finansial bisa jadi sangat dibutuhkan pasien COVID-19 karena tentunya pengeluaran mereka bertambah. Baik untuk membeli vitamin, suplemen, perlengkapan kebersihan, tes PCR, konsultasi dokter dan sebagainya. Terlebih lagi jika yang terpapar virus lebih dari satu orang bahkan sekeluarga.

(hst/hst)