Viral Cara Tangkal Berita Negatif COVID-19 dengan Melakukan 3 Kebaikan

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 10 Jul 2021 13:03 WIB
Mom and daughter wear mask to protect themselves from virus infection Ilustrasi Ibu dan Anak Pakai Masker di Pandemi Corona. Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999
Jakarta -

Kasus penularan COVID-19 yang terus meningkat di Indonesia tak hanya berpengaruh terhadap fisik tapi juga mental. Setiap harinya kita terpapar pemberitaan tentang penambahan kasus yang jumlahnya mencapai puluhan ribu hingga kisah-kisah korban meninggal akibat virus Corona.

Setiap saat pula tidak sedikit dari kita menerima berita duka cita baik dari kerabat, sahabat, rekan kerja hingga figur publik. Terkena paparan berita negatif terus-menerus, khususnya terkait COVID-19, tak dipungkiri menghabiskan energi, bisa menimbulkan gangguan kecemasan hingga depresi.

Namun di balik hal-hal negatif selalu ada titik terang. Efek buruk dari berita negatif tentang virus Corona bisa ditangkal agar tidak berkepanjangan. Bagaimana caranya?

Belum lama ini viral di Instagram tips yang dibagikan seorang motivator untuk menghadapi berita-berita negatif yang banyak berseliweran di media. Video yang diunggah Jamil Azzaini tersebut telah dilihat lebih dari 47 ribu kali dan mendapat respons positif dari netizen.

Video berjudul 'Kiat Menghadapi Berita Negatif' itu diunggah lewat IGTV di Instagram @jamilazzaini pada Senin (5/7/2021). Jamil Azzaini sendiri merupakan CEO Kubik Leadership, motivator juga pengusaha.

Dalam video-nya, Jamil Azzaini memberikan tips singkat agar hidup tetap bahagia meskipun banyak mendapat berita negatif. Menurutnya hal tersebut harus diatasi karena bisa membahayakan kesehatan mental.

[Gambas:Instagram]



"Informasi negatif itu akan memengaruhi perasaan yang negatif dan perasaan itu akan memengaruhi pikiran kita, pikiran kita akan memengaruhi tindakan, tindakan akan memengaruhi kebiasaan, kebiasaan akan memengaruhi karakter dan karakter menentukan nasib. Maka kalau kita sering menerima informasi yang negatif dan kemudian perasaan negatif, pikiran juga negatif, apa yang terjadi? Nasib kita di kemudian hari juga negatif," paparnya seperti dilihat Wolipop dari video Instagram, Sabtu (10/7/2021).

Jamil Azzaini pun mengajak follower-nya untuk melakukan dua hal, yakni happy pick dan happy ending. Konsep ini diperkenalkan oleh Rick Hanson, Ph.D., seorang psikolog dari University of California, Berkeley dan penulis buku 'Hardwiring Happiness'.

Happy Pick

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah happy pick. Jamil Azzaini memaparkan penjelasan Rick Hanson bahwa cara kerja otak manusia ternyata senang merekam hal-hal buruk dibandingkan yang baik. Maka ketika seseorang sering menangkap hal-hal buruk dari berbagai media bisa memengaruhi pikiran, perasaan, tindakan, kebiasaan, karakter dan akhirnya nasib.

"Maka begitu kita menerima informasi negatif atau berita duka cita, Rick Hanson menganjurkan segera iringi dengan perbuatan baik. Rasionya 1 : 3. Maksudnya kalau Anda mendengar satu berita negatif, segera iringi dengan tiga kebaikan," tuturnya.

Hal-hal baik tersebut misalnya dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya bersenda gurau dengan keluarga, mendekatkan diri kepada Tuhan, mengirimkan hadiah kepada orang lain, sedekah, atau sekadar menyapa sahabat dan menanyakan kabarnya lewat telepon.

"Kalau sehari Anda mendapat tiga berita buruk maka paling tidak Anda harus melakukan sembilan kebaikan," sarannya.

Happy Ending

Setelah melakukan happy pick, maka dilanjutkan dengan happy ending. Rick Hanson menjelaskan bahwa ketika menonton film, tentunya sebagian besar orang lebih suka akhir cerita yang bahagia.

"Dalam episode kehidupan kita pun, kita juga punya ending yaitu malam hari ketika mau tidur. Maka pastikan sebelum tidur Anda happy ending. Caranya bagaimana? Dengan mensyukuri semua nikmat dan hal yang Anda terima di hari itu," tuturnya.

Tapi jika sepanjang hari yang dialami lebih banyak kemalangan dan kesulitan, maka Jamil Azzaini menyarankan untuk mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Sehingga akhirnya tetap berupa happy ending.

"Insyaallah kalau Anda melakukan happy pick, happy ending ini, hidup akan dipenuhi keberuntungan dan kebahagiaan dan informasi negatif yang sering kita baca atau dengar tidak akan terlalu berpengaruh dalam hidup kita," pungkasnya.

(hst/hst)