Santap Opor Ayam saat Lebaran? Ini Bahaya Hangatkan Ulang Makanan Bersantan

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 14 Mei 2021 12:00 WIB
Opor ayam. Indonesian chicken curry Opor ayam, salah satu hidangan khas Lebaran. (Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka)
Jakarta -

Perayaan Lebaran biasanya kurang afdal tanpa sajian makanan-makanan bersantan seperti opor ayam dan ketupat sayur. Jika makanan tersebut tersisa, ada kemungkinan Anda akan menyimpan lalu memanasinya lagi bukan? Padahal, makanan bersantan jika dipanasi ulang berisiko membahayakan kesehatan.


Kepala Unit Gizi Mayapada Hospital Kuningan Christina Andhika Setyani menjelaskan, hidangan khas lebaran seperti gulai, opor ayam dan sambal ati pada dasarnya menggunakan santan kental sebagai salah satu bahan utamanya. Santan 100gr mengandung 230kkal kalori, 2.29gr Protein, 23,84 gr lemak, 23,84gr karbohidrat, dan 0 mg kolesterol.

Santan sendiri memang tidak mengandung kolesterol, tetapi mengandung asam lemak dan trigliserid yang dapat dibakar oleh tubuh.

Opor ayam, chicken cooked in coconut milk from Central Java, Indonesia. Served with lontong and sambal. Popular dish for lebaran or Eid al-FitrOpor ayam (Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka)

Namun, jika santan diolah dalam waktu lama dan dihangatkan maka lemak yang terkandung dalam santan berubah menjadi lemak jenuh. Lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar LDL (lemak jahat) dalam tubuh.

"Banyaknya LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan aliran darah ke jantung dan otak. Sehingga meningkatkan resiko timbulnya penyakit jantung dan stroke," kata sarjana gizi kesehatan Universitas Gadjah Mada itu dalam penjelasan tertulisnya.


Kolesterol sendiri terkandung dalam bahan makanan yang berasal dari hewan misalnya daging sapi dan jerohan. Dengan demikian, gabungan antara santan dan jenis bahan makanan hewani dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam makanan.


Alternatif pengganti santan

Sebagai alternatif, Christina menyarankan, ganti santan dengan susu skim atau susu rendah lemak, susu kedelai, bahkan kemiri.

Susu skim/susu rendah lemak, susu kedelai dapat menggantikan gurihnya santan tentunya dengan rasa yang tidak kalah enaknya. Jumlah penggunaan dan cara memasaknya tentu perlu tetap diperhatikan.

Sengatan Sedap Gulai Kepala Mayung Sambal Mangga Muda di PanturaGulai (Foto: detikFood/Robby Bernardi)


Susu skim dan susu kedelai memiliki protein yang lebih tinggi daripada santan sehingga jika dimasak terlalu lama dan terlalu sering dipanaskan akan merusak protein yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan memasukkan susu skim/rendah lemak dan susu kedelai saat terakhir setelah masakan hampir matang.

Trik lain agar hidangan Lebaran Anda tetap menyehatkan adalah dengan menggunakan jenis daging yang rendah lemak atau ayam tanpa kulit.



Simak Video "Suasana Thamrin City Diserbu Pembeli Jelang Idul Fitri"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)