Kasus COVID-19 Menurun, Warga Inggris Boleh Pelukan dengan Keluarga & Teman

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 01 Mei 2021 19:00 WIB
Ilustrasi berpelukan dengan saudara Ilustrasi berpelukan dengan saudara. Foto: Getty Images/iStockphoto/jacoblund
Jakarta -

Inggris akan melonggarkan aturan terkait virus Corona. Mulai 17 Mei 2021, warga Inggris boleh berpelukan dengan teman-teman dan kerabat mereka.

Pembatasan jaga jarak mulai dilonggarkan, menyusul semakin berkurangnya kasus COVID-19 di Negeri Ratu Elizabeth II. Kementerian sudah mengeluarkan kebijakan yang membolehkan warga Inggris melakukan kontak dekat dengan orang yang tidak serumah.

Ini merupakan pertamakalinya aturan jaga jarak dilonggarkan dalam lebih dari setahun virus Corona melanda sejak Maret 2020. Seperti dilansir Metro.co.uk, para menteri sudah menyetujui kebijakan tersebut dan meresmikannya dua minggu mendatang.

Vaksinasi yang masif dibarengi dengan aturan lockdown dan social distancing selama berbulan-bulan disebut sebagai kunci keberhasilan pemerintah memerangi pandemi virus Corona di negaranya. Kini tercatat hanya 1 dari 1.000 orang di Inggris yang positif virus Corona.

"Datanya menunjukkan hasil yang sangat bagus. Para ilmuwan mengatakan kita sudah di jalur yang benar untuk ke tahap selanjutnya, kecuali jika terjadi perubahan drastis," ujar seorang sumber dari pemerintahan.

Kantor Statistik Nasional pun menunjukkan angka infeksi lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya sejak September 2020. Penularan juga menurun secara konstan dalam lima minggu terakhir.

"Bisa dipastikan tidak ada bukti peningkatan risiko transmisi (virus)," kata Paul Hunter, profesor obat-obatan dari University of East Anglia.

Meski begitu protokol kesehatan tetap harus dijalankan, seperti memakai masker dan menjaga kebersihan dengan cuci tangan. Pertemuan juga hanya diperbolehkan sebatas dengan teman dan keluarga.

Pemerintah Inggris tetap menganjurkan agar warganya menjaga jarak dengan orang asing. Begitu pula saat di tempat umum seperti kantor dan transportasi publik.

Selain itu tidak menutup kemungkinan perjalanan internasional juga akan dibuka pada 17 Mei 2021. Namun tetap dengan pengawasan ketat seperti wajib swab test dan karantina diri setelah bepergian dari negara lain.

(hst/hst)