Wanita Operasi Memanjangkan Kaki Demi Mirip Model, Prosedurnya Bikin Ngeri

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 30 Jan 2021 19:01 WIB
young fitness woman runner /hiker legs at forest trail Wanita operasi memanjangkan kaki. Foto: Dok. Insight
Jakarta -

Beberapa wanita nekat menempuh jalan ekstrem untuk terlihat cantik dan sempurna meskipun harus merasakan sakit berkepanjangan. Seperti kisah wanita asal Vietnam satu ini yang menjalani operasi untuk memanjangkan kaki.

Seperti diberitakan Insight, seorang wanita Vietnam berani mengambil risiko untuk menjalani operasi pemanjangan kaki demi terlihat seperti model catwalk. Padahal prosedur ini diketahui sangat menyakitkan dan masih jadi kontroversi.

Pasien yang tidak diungkap namanya itu sebenarnya memiliki tinggi di atas rata-rata dari wanita Asia Tenggara pada umumnya, yakni 168 cm. Tapi dia merasa minder dengan kedua lutut yang tampak melengkung ketika berdiri tegak.

Wanita tersebut ingin memiliki kaki yang jenjang, ramping dan tampak lurus seperti model catwalk. Satu-satunya cara untuk mendapatkan kaki seperti adalah dengan meluruskan dan memanjangkan betis melalui operasi.

Namun metode ini dilakukan dengan konsekuensi berat. Dokter bedah harus mematahkan kedua tulang kakinya, lalu menyatukannya lagi, setelah memasukkan extender atau alat pemanjang di antara tulangnya.

Wanita operasi memanjangkan kaki.Wanita operasi memanjangkan kaki. Foto: Dok. Insight

Perjuangan terberat bukan pada saat operasi melainkan setelahnya. Pascaoperasi, butuh 3 bulan atau lebih untuk tulang-tulangnya beradaptasi dengan extender dan pulih seperti sedia kala.

Selama masa pemulihan, pasien dilarang beraktivitas dengan kakinya. Setelah tiga bulan wanita tersebut pun memiliki kaki baru yang lurus dan lebih panjang hingga 10 cm.

Tapi usahanya tidak berhenti sampai di situ. Pasien harus menjalani fisioterapi dan secara rutin ke dokter untuk mengencangkan extender yang telah tertanam di tulang. Dia juga harus menggunakan alat penyangga untuk menjaga struktur tulangnya selama setahun.

Operasi ini bukannya tanpa risiko. Selain membutuhkan biaya sangat mahal, juga ada efek samping seperti tidak bisa lagi berjalan dengan normal atau mengalami sakit punggung.

(hst/hst)