Kehilangan Penciuman karena Corona, Satu Keluarga Tak Tahu Rumahnya Kebakaran

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 20 Jan 2021 09:00 WIB
Rumah Kebakaran Foto: GoFundMe
Jakarta -

Kehilangan penciuman menjadi salah satu gejala umum yang dialami para pasien Corona. Bukan hanya tidak bisa membaui makanan, parfum, dan benda-benda di keseharian, gejala tersebut perlu diwaspadai karena bisa membahayakan diri. Satu keluarga di Texas, Amerika Serikat hampir tidak mengetahui rumah mereka sedang kebakaran. Penyebabnya adalah karena sebagian dari mereka mengidap COVID-19.

Keluarga Rivera tidak mengetahui bahwa ada sesuatu yang terbakar di dalam rumah mereka. Untungnya ada salah satu anak yang tidak mengidap COVID-19 dan tinggal di sana. Setelah mencium bau asap, remaja bernama Bianca itu pun sadar bahwa mereka dalam bahaya. Ia lalu segera mengevakuasi keluarga dan empat anjing peliharaan untuk segera keluar rumah. Karena itu, Bianca disebut sebagai pahlawan.

"Aku hanya ingin melindungi keluarga dan menyelamatkan mereka. Tidak masalah jika aku terluka atau akan terbakar selagi aku mengeluarkan mereka dengan selamat, aku akan baik-baik saja," ungkapnya dilansir People.

Adanya kebakaran di rumah tersebut memang terjadi pukul 02:00 sehingga semakin sulit untuk dirasakan karena semua orang tertidur. Bianca sendiri mengaku mencium bau plastik lalu berlari ke luar kamar dan mendapati rumahnya sudah penuh dengan asap.

Beruntung, keluarga Rivera bisa keluar dari rumah dengan selamat karena hampir semua bagian rumah mereka terbakar. Tak lama kemudian, pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api meski tidak banyak yang bisa diselamatkan kecuali barang-barang penting dan baju yang dipakai saat itu.

Karena peristiwa ini, komunitas pun membuatkan keluarga tersebut GoFundMe untuk menggalang dana dan membantu mereka secara finansial. Karena selain busana dan baju sehari-hari, keluarga tersebut juga kehilangan iPad dan laptop yang digunakan anak-anak untuk sekolah. Bianca sendiri yang dianggap sebagai pahlawan dalam kejadian ini mengaku hanya bersyukur masih hidup.

"Aku tidak melihat diriku sebagai pahlawan. Aku hanya melakukan apa yang orang lain lakukan untuk keluarga mereka. Aku hanya ingin semuanya selamat dan hidup," ujarnya.

(ami/ami)