Beda Batuk Kering Biasa dengan Gejala COVID-19 Menurut Pakar

Chairini Putong - wolipop Jumat, 15 Jan 2021 09:47 WIB
Batuk Ilustrasi perempuan mengalami batuk kering, salah satu gejala virus Corona. (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Wabah virus Corona masih menjadi ancaman serius di hampir semua negara, termasuk Indonesia. Negara kita ini bahkan masih memiliki kasus COVID-19 aktif terbanyak di Asia setelah India dan Iran. Menurut data Worldometer per 14 Januari 2021, tercatat 869 ribu kasus yang terjadi di Indonesia. Oleh karenanya, kita harus tetap waspada.

Salah satu cara untuk meminimalisir penularannya adalah dengan mengenal gejala-gejala umum virus Corona, seperti batuk kering. Meski terdengar ringan, jangan sepelekan gejala yang satu ini.

Menurut laporan WHO dan pemerintah China, sekitar 68 persen penderita COVID-19 mengalami gejala batuk kering. Bahkan, batuk kering menjadi gejala umum kedua dalam 55.000 kasus yang terkonfirmasi.

Berikut penjelasan para pakar kesehatan soal gejala batuk kering yang jadi penanda infeksi virus Corona.

1. Apa itu batuk kering?

"Secara umum, batuk kering berarti batuk yang tidak mengeluarkan dahak atau lendir," jelas ahli alergi Purvi Parikh.

Banyak hal yang dapat menyebabkan batuk kering. Menurut Profesor Aline M. Holmes dari Rutgers University School of Nursing, penyebabnya termasuk alergi dan berada di dalam ruangan dengan udara kering sepanjang hari. Pemicu lain batuk kering adalah penyakit GERD, asma, dan kebiasaan merokok.

Batuk(Foto: shutterstock)

2. Seperti apa rasanya mengalami batuk kering?

Dr. Holmes mengatakan, batuk kering bisa terasa seperti tanpa dahak. "Pada akhirnya, rasanya seperti paru-paru Anda teriritasi," ungkapnya.

Ia menambahkan, batuk kering yang dialami penderita virus Corona adalah batuk yang sangat dalam dan rendah dari dasar paru-paru.

3. Kapan batuk kering menandai gejala virus Corona?

"Batuk apapun yang juga ditandai demam di atas 100,4 Fahrenheit (38 derajat Celcius) harus diwaspadai," kata Dr. Parikh seperti dilansir dari Prevention.

Dilansir dari Science Alert, virus Corona mengiritasi jaringan paru-paru. Karena itu penderita akan mengalami batuk kering yang berkepanjangan. Gejala ini juga disertai dengan sesak napas dan nyeri otot.

Jika batuk kering dirasa sudah terlalu mengganggu, sebaiknya Anda menghubungi dokter di rumah sakit atau klinik terdekat. Pastikan Anda tetap menerapkan protokol kesehatan saat berkonsultasi langsung dengan dokter.

(dtg/dtg)