6 Jenis Cek Kesehatan Pranikah yang Perlu Dilakukan Calon Pengantin

HaiBunda - wolipop Jumat, 18 Des 2020 15:45 WIB
The doctor is talking to a couple to plan a family in the hospital. Foto: Getty Images/iStockphoto/Thirawatana Phaisalratana
Jakarta -

Perlukah melakukan cek kesehatan pranikah? Screening pranikah dikenal juga dengan nama premarital check up. Cek kesehatan pra nikah bertujuan untuk mencegah penyakit genetik menurun dari orangtua kepada anak-anaknya. Melalui pemeriksaan ini nantinya, akan didapat gambaran mengenai riwayat kesehatan kamu dan calon pasanganmu.

Konsultan Perinatologi, Prof. Dr. dr.Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) dari RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo, mengatakan bahwa screening pranikah bagus untuk mencegah berbagai penyakit pada calon bayi. Melalui pemeriksaan ini, kita juga bisa mengetahui seberapa besar masalah kesehatan pada wanita yang ingin hamil.

"Setiap ayah dan ibu yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat. Jadi si bayi ini akan mengikuti orang tuanya. Ayo calon ibu, kita lakukan screening pranikah, karena ini berpengaruh besar terhadap anak-anak unggul di masa datang," kata Rina, dalam Webinar HaiBunda Bersama Dokter, Jumat (18/12/2020).

Sayangnya, kesadaran untuk melakukan cek kesehatan pranikah masih rendah di Indonesi. Menurut survei, kurang dari 10 persen pasangan memiliki inisiatif melakukan screening pranikah ini. Sebenarnya apa saja yang termasuk screening pranikah?

Female doctor giving prescription paper to couple at desk in clinicIlustrasi pasangan cek kesehatan pranikah. Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov

Berikut jenis cek kesehatan pranikah yang perlu dilakukan:

1. Pemeriksaan fisis dan laboratorium sederhana

Pemeriksaan fisis dan laboratorium ini mencakup berat badan, tekanan darah, gula darah, dan darah Perifer lengkap. Pemeriksaan darah Perifer lengkap untuk mengetahui kadar sel darah merah, hemoglobin (Hb), sel darah putih, dan Trombosit.

"Pada pemeriksaan Hb harus hati-hati dengan anemia. Sekitar 45 persen ibu hamil itu anemia atau kurang sel darah merah. Kalau Hb kurang, oksigen yang beredar di tubuh tidak akan sampai ke target organ," ujar Rina seperti dikutip dari HaiBunda.com.

2. Pemeriksaan ke arah pembawa sifat (carrier) thalassemia

Kedua calon pengantin perlu memeriksa kemungkinan sebagai carrier thalassemia atau normal. Jika memiliki gen pembawa sifat, kita bisa berisiko melahirkan anak dengan thalassemia.

Apalagi cek kesehatan pranikah yang harus dilakukan untuk mendapatkan anak sehat? Baca selanjutnya di sini.



Simak Video "Saat Wanita Konservatif di Irak Belajar Membuat Tato"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)