Ini Akibatnya Jika Pusar Dibiarkan Kotor dan Cara Membersihkannya
Pusar merupakan salah satu bagian tubuh yang sering terlewatkan dibersihkan saat mandi. Padahal menjaga kebersihan area pusar tidak kalah penting dari area lainnya.
Berdasarkan hasil studi pada 2012 yang diterbitkan National Library of Medicine, National Institutes of Health, Amerika Serikat, ada sedikitnya 67 jenis bakteri yang bersarang di pusar. Meskipun sebagian besar tidak berbahaya, namun kamu perlu membersihkan pusar, setidaknya satu minggu sekali.
Membersihkan pusar pun tidak bisa sembarangan. Area ini termasuk vital dan sangat sensitif, sehingga rentan terkena infeksi. Maka dari itu perlu berhati-hati saat membersihkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membersihkan pusar sebaiknya dilakukan sebelum mandi. Caranya, celupkan kapas atau cotton bud ke cairan alkohol 70 persen, lalu gunakan untuk menyeka permukaan di dalam pusar. Jika kapas atau cotton bud sudah kotor, segera buang dan ganti dengan yang baru.
Setelah tidak ada kotoran atau noda pada kapas atau cotton bud, berarti area pusar sudah cukup bersih. Selanjutnya gunakan kembali kapas dan basahi dengan air bersih untuk membasuh sisa alkohol yang masih menempel pada pusar. Gunanya agar kulit di sekitar pusar tidak jadi kering.
Jika sudah selesai, baru lanjutkan dengan mandi seperti biasa. Setelah mandi jangan lupa keringkan juga bagian dalam dan luar pusar menggunakan handuk dengan gerakan lembut.
Hindari mengoleskan body lotion pada bagian dalam pusar karena jika terlalu lembap, bakteri akan mudah masuk dan berkembang. Akibatnya pusar kamu akan kotor lagi.
Apa saja risiko yang akan terjadi jika pusar dibiarkan kotor?
Infeksi Jamur
Pusar bisa jadi sarang jamur dan bakteri karena area tersebut gelap dan lembap. Jika tidak rutin dibersihkan bisa meningkatkan risiko berkembangnya jamur dan menimbulkan gatal-gatal hingga iritasi.
Bau Tidak Sedap
Keringat, kotoran dan sel kulit mati mudah terperangkap di pusar karena bentuknya yang cekung ke dalam. Jika dibiarkan kotor dalam waktu lama bisa menimbulkan bau tidak sedap.
Omphalolith
Seperti dikutip dari Health Line, sel-sel kulit mati dan sebum yang menumpuk pada pusar, bisa membentuk omphalolith atau batu pusar. Omphalolith terbentuk dari material yang sama yang menyebabkan timbulnya komedo. Permukaan batu pusar ini akan berubah warna jadi hitam karena oksidasi dan jika sudah menumpuk hingga jadi keras, harus dihilangkan dengan prosedur khusus.
(hst/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Nggak Perlu Foundation Mahal! 3 Cushion Ini Bikin Wajah Flawless, Tahan Lama, dan Anti Cakey Seharian
Kesehatan
Anak Susah Makan Bikin Mama Pusing? Ini 2 Suplemen Andalan Biar Nafsu Makan Balik Lagi!
Kesehatan
Sakit Kepala & Nyeri Otot Datang Tiba-Tiba? Ini 2 Obat Andalan yang Wajib Ada di Rumah!
Home & Living
Masak Lebih Praktis & Stylish, Inilah Rekomendasi Spatula Set Wajib Punya di Dapur!
10 Makanan yang Bantu Menurunkan Hormon Stres, Cocok Disantap saat Burnout
Sudah Tidur Lama Tapi Masih Capek? Ternyata Tubuh Butuh 7 Jenis Istirahat Ini
Elizabeth Hurley Ungkap Rutunitas Pagi yang Bikin Awet Muda di Usia 60
Suplemen Multivitamin Vs. Vitamin Satuan, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?
Tren Suplemen Patch, Vitamin & Mineral Tak Lagi Ditelan Tapi Ditempel di Kulit
Potret Dukun Gen Z Korea yang Viral Dituduh Unggah Foto Seksi Demi Sensasi
Aksi Ekstrem Istri di China, Nekat Gelantungan di Truk Demi Awasi Suami
Gaya Mahalini Liburan di Jepang, Padu Padan Rok & Celana Pendek yang Stylish
Foto Jennifer Bachdim & Putrinya Nyuci Baju di Amerika Disorot, Pakai Bathtub











































