Ini Akibatnya Jika Pusar Dibiarkan Kotor dan Cara Membersihkannya

Hestianingsih - wolipop Rabu, 25 Nov 2020 11:00 WIB
Pusar oval Ilustrasi pusar. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pusar merupakan salah satu bagian tubuh yang sering terlewatkan dibersihkan saat mandi. Padahal menjaga kebersihan area pusar tidak kalah penting dari area lainnya.

Berdasarkan hasil studi pada 2012 yang diterbitkan National Library of Medicine, National Institutes of Health, Amerika Serikat, ada sedikitnya 67 jenis bakteri yang bersarang di pusar. Meskipun sebagian besar tidak berbahaya, namun kamu perlu membersihkan pusar, setidaknya satu minggu sekali.

Membersihkan pusar pun tidak bisa sembarangan. Area ini termasuk vital dan sangat sensitif, sehingga rentan terkena infeksi. Maka dari itu perlu berhati-hati saat membersihkannya.

Membersihkan pusar sebaiknya dilakukan sebelum mandi. Caranya, celupkan kapas atau cotton bud ke cairan alkohol 70 persen, lalu gunakan untuk menyeka permukaan di dalam pusar. Jika kapas atau cotton bud sudah kotor, segera buang dan ganti dengan yang baru.

Setelah tidak ada kotoran atau noda pada kapas atau cotton bud, berarti area pusar sudah cukup bersih. Selanjutnya gunakan kembali kapas dan basahi dengan air bersih untuk membasuh sisa alkohol yang masih menempel pada pusar. Gunanya agar kulit di sekitar pusar tidak jadi kering.

Jika sudah selesai, baru lanjutkan dengan mandi seperti biasa. Setelah mandi jangan lupa keringkan juga bagian dalam dan luar pusar menggunakan handuk dengan gerakan lembut.

Hindari mengoleskan body lotion pada bagian dalam pusar karena jika terlalu lembap, bakteri akan mudah masuk dan berkembang. Akibatnya pusar kamu akan kotor lagi.

Apa saja risiko yang akan terjadi jika pusar dibiarkan kotor?

Infeksi Jamur

Pusar bisa jadi sarang jamur dan bakteri karena area tersebut gelap dan lembap. Jika tidak rutin dibersihkan bisa meningkatkan risiko berkembangnya jamur dan menimbulkan gatal-gatal hingga iritasi.

Bau Tidak Sedap

Keringat, kotoran dan sel kulit mati mudah terperangkap di pusar karena bentuknya yang cekung ke dalam. Jika dibiarkan kotor dalam waktu lama bisa menimbulkan bau tidak sedap.

Omphalolith

Seperti dikutip dari Health Line, sel-sel kulit mati dan sebum yang menumpuk pada pusar, bisa membentuk omphalolith atau batu pusar. Omphalolith terbentuk dari material yang sama yang menyebabkan timbulnya komedo. Permukaan batu pusar ini akan berubah warna jadi hitam karena oksidasi dan jika sudah menumpuk hingga jadi keras, harus dihilangkan dengan prosedur khusus.

(hst/hst)