Diet Jepang Diklaim Turunkan Berat Badan 6,8 Kg dalam 14 Hari, Seperti Apa?

Hestianingsih - wolipop Kamis, 15 Okt 2020 15:00 WIB
Vegan, detox green Buddha bowl recipe with quinoa, avocado, cucumber, spinach, tomatoes, mung bean sprouts, edamame beans, daikon radish. Top view, flat lay Ilustrasi diet Jepang. Foto: Getty Images/iStockphoto/sveta_zarzamora
Jakarta -

Diet Jepang diyakini bisa membantu menurunkan berat badan dengan cepat apabila dilakukan secara disiplin. Diet ini dilakukan selama 14 hari berturut-turut dengan menu yang berbeda.

Beberapa orang menjalani diet Jepang ini karena klaim yang menyebutkan bahwa berat badan bisa turun hingga 6,8 kg bahkan lebih dalam dua minggu. Belum jelas kapan dan dari mana tren ini berasal, tapi para pelaku diet ini meyakini, metode tersebut terinspirasi dari pola makan orang Jepang.

Seperti Apa Metode Diet Jepang?

Dilansir Healthy Dietpedia, diet Jepang dilakukan selama 14 hari tanpa garam, gula buatan, alkohol dan roti. Konsumsi makanan apapun dilarang kecuali yang dimasukkan dalam program.

Metode ini sebenarnya cukup berbeda dari diet orang Jepang pada umumnya. Sebab kuliner tradisional mereka banyak yang menggunakan garam, gula maupun alkohol.

Sebut saja sup miso yang bumbu utamanya adalah fermentasi kedelai dengan garam. Orang Jepang juga suka memasukkan shoyu, kecap Jepang terbuat dari kedelai hitam ke berbagai masakan. Kecap ini identik dengan rasa asin karena kandungan garam tinggi. Orang Jepang pun punya tradisi minum alkohol dan minuman mereka yang terkenal adalah sake.

Satu-satunya persamaan dari diet Jepang dengan pola makan orang-orang Jepang pada umumnya adalah simplisitas. Kuliner tradisional Negeri Sakura dikenal dengan cara pengolahan yang berusaha menjaga makanan tetap dalam bentuk dan rasa aslinya sehingga nutrisinya masih terjaga.

Bagaimana Menjalani Diet Jepang?

Menu diet Jepang dibagi berdasarkan hari. Selama tujuh hari pelaku diet harus mengonsumsi makanan berbeda untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Setelah tujuh hari, urutan menu kembali lagi ke hari pertama.

Hari 1

- Sarapan: secangkir kopi hitam atau teh tanpa gula.
- Makan siang: 2 butir telur rebus, salad selada romaine dengan minyak zaitun dan 1 buah tomat segar.
- Makan malam: ikan rebus atau ikan kukus dan salad selada romaine dengan minyak zaitun.

Hari 2

- Sarapan: secangkir kopi hitam, selembar roti panggang.
- Makan siang: ikan rebus, kukus atau panggang dan salad selada romaine dengan minyak zaitun.
- Makan malam: steak 200 gram dan yogurt tawar rendah lemak.

Hari 3

- Sarapan: secangkir kopi hitam.
- Makan siang: satu butir telur rebus, 3 wortel segar atau direbus sebentar dengan dressing minyak zaitun dan air lemon.
- Makan malam: beberapa apel.

Hari 4

- Sarapan: secangkir kopi hitam.
- Makan siang: sebutir apel dan satu buah lobak yang digoreng dengan minyak zaitun.
- Makan malam: 2 butir telur rebus, 200 gram steak dan salad selada romaine dengan minyak zaitun.

Hari 5

- Sarapan: satu buah wortel segar diberi dressing air lemon.
- Makan siang: 453 gram ikan kukus, rebus atau panggang dan 2 cangkir jus tomat.
- Makan malam: ikan kukus, rebus atau panggang dengan salad selada romaine dan minyak zaitun.

Hari 6

- Sarapan: secangkir kopi hitam.
- Makan siang: 453 gram dada ayam panggang/kukus dan salad selada romaine dengan minyak zaitun. Bisa juga sayurnya diganti dengan wortel kukus.
- Makan malam: 2 butir telur rebus dan wortel parut dengan dressing minyak zaitun dan air lemon.

Hari 7

- Sarapan: secangkir teh hitam atau teh hijau.
- Makan siang: 200 gram steak dan buah, bebas jenis apa saja.
- Makan malam: bebas memilih makanan dari menu di hari-hari sebelumnya, kecuali hari ketiga.

Ulangi konsumsi menu di atas dari hari ke-8 hingga 14. Disarankan juga untuk latihan yoga selama 20 menit untuk mendapatkan hasil maksimal.

Catatan: perlu diingat bahwa metode diet Jepang tersebut sangatlah rendah kalori dan mungkin tidak memenuhi kelengkapan nutrisi harian. Selalu konsultasi dengan dokter atau ahli diet sebelum melakukan diet Jepang karena efeknya pada tubuh setiap orang bisa berbeda-beda.

(hst/hst)