Frustasi Ajari Anak Matematika, Pria Ini Sampai Kena Serangan Jantung

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 06 Okt 2020 12:04 WIB
ilustrasi anak belajar Ilustrasi Belajar / Foto: thinkstock
Jakarta -

Pandemi Corona telah membuat segalanya berubah dan terasa menjadi lebih sulit. Salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar yang kini diadakan secara online. Selain bisa menyulitkan bagi sang anak, hal itu nyatanya juga bisa membuat para orangtua menjadi stress dan pusing. Bagaimana tidak, para orangtua saat ini harus memberikan pendampingan ekstra bagi para putra putrinya yang masih duduk di bangku sekolah.

Seperti dikutip dari Oddity Central, hal tersebut juga dirasakan oleh salah seorang pria 45 tahun yang berasal dari China. Merasa terlalu frustasi mengajarkan anaknya pelajaran matematika, pria yang diketahui bermarga Liu itu sampai terkena serangan jantung.

Semenjak kelas online akibat pandemi Corona diberlakukan, Liu diketahui telah membantu mengajar anak laki-lakinya yang berusia 3 tahun di rumah. Tapi selama hampir dua minggu belakangan ini dirinya merasakan rasa sakit di dadanya setiap kali dia merasa frustasi ketika mengajar sang anak.

Pada hari Senin, rasa sakit di dada Liu semakin parah ketika dirinya mencoba menjelaskan pelajaran matematika berulang kali kepada sang anak. Saat itu Liu sampai mengulang sebanyak tiga kali pertanyaan matematika serupa kepada sang anak karena sang anak tidak kunjung paham dan menemukan jawabannya.

Beberapa saat setelahnya, Liu mulai merasakan nyeri dada yang akut dan sesak napas sampai akhirnya dirinya pingsan. Liu kemudian terbangun dan memutuskan untuk berobat ke Shenzhen Third People's Hospital. Setelah diperiksa, Liu didiagnosa terkena serangan jantung.

Tepat saat tiba di rumah sakit, Liu kembali pingsan dan mengalami kejang serta mulut berbusa. Untungnya Liu segera mendapatkan perawatan dan pengecekan kondisinya saat itu. Dari pengecekan tersebut terungkap bahwa bagian dari arteri koroner utama Liu tersumbat. Penyumbatan tersebut menyebabkan suplai darah ke jantung terhenti.

Pihak dokter mengatakan bahwa hal itu bisa juga terjadi karena kebiasaan merokok yang sudah bertahun-tahun. Tetapi serangan jantung itu sendiri disebabkan karena stres dan kemarahan yang intens yang dirasakan oleh Liu saat membantu mengajari putranya. Pihak rumah sakit juga mengatakan bahwa untung saja Liu segera dilarikan ke rumah sakit karena jika terlambat bisa berakibat fatal.

(vio/vio)