Apakah Obat Corona Sudah Ditemukan? Ini Fakta-faktanya

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 16 Jun 2020 12:15 WIB
Jika Vaksin Covid-19 Tak Juga Ditemukan Ilustrasi fakta-fakta apakah obat virus Corona sudah ditemukan. Foto: detik
Jakarta -

Saat ini sebagian besar orang di dunia mulai hidup di masa new normal, di mana kita berusaha hidup di tengah pandemi Corona yang belum juga usai. Tentu saja hal itu akan memberikan ancaman tersendiri bagi kesehatan selama vaksin COVID-19 belum juga ditemukan. Saat ini, vaksin Corona adalah kunci untuk menuntaskan virus COVID-19 dan kembali ke kehidupan normal seperti sebelum adanya pandemi Corona. Tapi, sebenarnya apakah obat Corona sudah ditemukan? Ini fakta-faktanya yang perlu kamu ketahui mengenai obat atau vaksin Corona.

1. Inggris Sudah Mulai Menguji Coba Vaksin Terbaru Minggu Ini

Seperti dikutip dari Business Standard, para ilmuwan di Imperial College London akan mulai melakukan uji coba calon vaksin COVID-19 dengan melakukan imunisasi pada beberapa orang di Inggris. Dalam sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh pemerintah Inggris, ada 300 orang sehat yang akan diimunisasi dengan dua dosis vaksin COVID-19 yang telah dikembangkan di Imperial. Pemerintah Inggris menghabiskan sekitar Rp 720 miliar untuk pendanaan pembuatan vaksin Corona ini.

2. Pengobatan dengan Ayurvedic Patanjali

Pengobatan dengan Ayurvedic Patanjali disebut telah mampu menyembuhkan pasien COVID-19 hanya dalam waktu 5 sampai 14 hari. Hal itu dikatakan oleh perusahaan India yang telah menjalankan pengobatan tersebut.

"Kami tidak berbicara tentang pendorong kekebalan. Kami berbicara tentang penyembuhan," kata Acharya Balkrishna, direktur pelaksana Patanjali.

Menurut perusahaan tersebut, obat Ayurvedic yang dikembangkan oleh perusahaan telah mampu menyembuhkan pasien Covid-19. Uji klinis lalu dilakukan di Indore dan di Jaipur setelah Patanjali mendapatkan izin minggu lalu.

3. Perusahaan Farmasi Inggris Akan Memasok 400 Juta Dosis Vaksin ke Eropa

Perusahaan farmasi di UK, Inggris, AstraZaneca Plc telah menandatangani kontrak dengan pemerintah Eropa untuk memasok kawasan tersebut dengan vaksin COVID-19. Kontrak tersebut berlaku untuk 400 juta dosis vaksin, yang dikembangkan oleh Universitas Oxford. Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya ingin memperluas pembuatan vaksin, walau tanpa adanya keuntungan selama pandemi ini. Saat ini vaksin tersebut masih dalam tahap uji klinis. Jika vaksin Corona itu nantinya terbukti aman dan efektif, pengiriman baru akan dilaksanakan pada akhir tahun 2020.

4. Perkembangan Vaksin J&J

Pihak Johnson and Johnson (J&J) berencana untuk dapat memulai uji coba vaksin Corona penemuannya tersebut pada manusia di bulan Juli mendatang. Sehingga pada awal 2021 vaksin tersebut diharapkan sudah bisa mendapatkan persetujuan. Kepala riset ilmiah J & J Paul Stoffels mengatakan kepada The Economic Times bahwa perusahaannya sedang mencari skala kapasitas untuk produksi di banyak negara, termasuk India. Perusahaan juga telah menerima dana dari Biomedical Advanced Research and Development (BARDA) pemerintah AS untuk mempercepat pengembangan vaksin COVID-19.

5. Perkembangan Vaksin Moderna

Otoritas Thailand telah mengembangkan vaksin untuk virus Corona. Vaksi yang dikembangkan sendiri oleh negara ini akan siap pada tahun depan.Otoritas Thailand telah mengembangkan vaksin untuk virus Corona. Vaksin yang dikembangkan sendiri oleh negara ini akan siap pada tahun depan. Foto: AP/Sakchai Lalit

Moderna adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang telah mengembangkan vaksin COVID-19 dengan nama mRNA-1273. Berbeda dari vaksin pada umumnya, vaksin yang dibuat oleh NIH dan Moderna ini tidak mengandung virus yang dilemahkan, melainkan ini adalah vaksin mRNA. Vaksin mRNA cenderung lebih mudah dibuat, tetapi vaksin jenis tersebut menggunakan teknologi terbaru dan belum terbukti keefektifannya. Seperti dikutip dari The Week, otoritas kesehatan di Amerika Serikat telah memberikan izin kepada Moderna untuk melakukan uji klinis fase 3. Uji vaksin Corona tersebut kabarnya akan dilakukan pada 30 ribu sukarelawan.

6. Perkembangan Vaksin China

Seperti dikutip dari Business Standard, perusahaan pembuat vaksin di China, Sinovac Biotech telah mengumumkan hasil positif dari uji klinis fase I dan II untuk calon vaksin COVID-19 yang bernama CoronaVac. CoronaVac kabarnya dapat memicu respon kekebalan tubuh yang positif. Uji klinis calon vaksin Corona tersebut telah dilakukan pada total sekitar 743 sukarelawan sehat, berusia 18 hingga 59 tahun. Sebanyak 143 relawan berada di fase I dan 600 lainnya di fase II.

7. Perkembangan Vaksin Pfizer-BNTECH

Perusahaan besar farmasi Pfizer, yang ikut memproduksi vaksin dengan bantuan perusahaan Jerman BNTECH, telah memulai proses uji coba pada manusia. Sebanyak empat calon vaksin yang telah dikembangkan dengan format messenger RNA (mRNA) sedang diuji pada sukarelawan untuk mengidentifikasi vaksin Corona yang paling efektif dan cocok. Saat ini uji coba tersebut sedang berlangsung di Jerman dan wilayah Amerika Serikat. Albert Bourla, CEO perusahaan, mengatakan kepada The Times of Israel bahwa pihaknya yakin vaksin COVID-19 akan siap pada akhir Oktober 2020.

8. Perkembangan vaksin Milik Serum Institute of India (SII)

Serum Institute of India (SII) yang berbasis di Pune termasuk salah satu pihak yang melakukan pengembangan vaksin Corona. Perusahaan tersebut telah memproduksi lebih dari 10 juta dosis vaksin dalam setahun untuk mengobati penyakit lain. Kali ini, SII telah bekerjasama dengan University of Oxford untuk mempercepat pengembangan vaksin coronavirus yang aman dan terjangkau. Sementara vaksin Universitas Oxford menunjukkan tingkat keberhasilan yang baik (dan telah mencapai tahap uji klinis manusia), SII mempercepat upaya untuk memproduksi vaksin dan memastikan bahwa dosis vaksin Corona akan tersedia pada awal Oktober 2020.

9. US FDA Telah Menarik Penggunaan Darurat HCQ untuk Mengobati Pasien COVID-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) telah menarik izin penggunaan darurat obat anti-malaria hydroxychloroquine dalam pengobatan pasien COVID-19. Pihak FDA mengatakan bahwa obat yang disebut sebagai 'game-changer' dalam pengobatan COVID-19 itu tidak efektif untuk menyembuhkan infeksi virus yang mematikan.

Itulah sembilan fakta mengenai apakah obat corona sudah ditemukan? Sejauh ini berbagai pihak masih terus melakukan uji coba pada vaksin Corona yang mereka kembangkan. BioNTech, Novavax, Sinovac, CanSino Biologics dan Inovio Pharmaceuticals adalah beberapa perusahaan yang memimpin dalam perjuangan menemukan vaksin COVID-19.



Simak Video "Tren Masker Premium di Masa New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)