3 Dampak Pandemi Corona Bagi Siklus Menstruasi, Mana yang Kamu Alami?

Vina Oktiani - wolipop Senin, 04 Mei 2020 16:31 WIB
Ilustrasi menstruasi Pengaruh Corona Terhadap Siklus Menstruasi. Foto: Istock
Jakarta -

Menstruasi adalah hal yang sangat personal bagi para wanita. Itu karena tidak semua wanita memiliki periode menstruasi yang sama. Menstruasi atau haid umumnya terjadi setiap bulan. Namun beberapa wanita tidak selalu memiliki siklus menstruasi yang rutin dan teratur. Hal itu bisa disebabkan oleh beragam faktor yang melatarbelakanginya.

Sama seperti saat ini, seperti dikutip dari Metro, pandemi Corona ternyata juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi pada wanita. Jika biasanya kamu memiliki periode menstruasi yang teratur maka saat isolasi diri ini kamu mungkin akan menemukan bahwa siklusmu akan menjadi kacau. Mengapa demikian?

Hal itu dikarenakan stres yang mungkin kamu alami saat melakukan isolasi diri selama pandemi Corona. Berikut ini beberapa pengaruh pandemi Corona terhadap siklus menstruasimu.

1. Siklus Menstruasi Mengalami Keterlambatan atau Bahkan Terhenti

Stres dapat berpengaruh buruk pada tubuh manusia. Stres dapat menyebabkan peningkatan hormon kortisol, baik stres yang ditimbulkan akibat kurang tidur, pandemi Corona, ataupun hal-hal lainnya. Lonjakan hormon kortisol tersebut dapat menekan hormon reproduksi normal dan menyebabkan anovulasi (tidak ada ovulasi), amenore (berkurangnya siklus menstruasi), atau pendarahan yang tertunda. Stres adalah salah satu alasan yang paling umum dib alik keterlambatan atau terhentinya siklus menstruasi, di samping kehamilan, PCOS, atau masalah berat badan.

2. Mempersingkat Waktu Menstruasi

Berdasarkan sebuah penelitian, orang-orang yang mengalami tingkat stres yang tinggi tidak mengalami ovulasi. Mereka cenderung memiliki waktu menstruasi yang lebih singkat. Itulah mengapa sebagian wanita saat ini justru bisa mendapatkan dua periode menstruasi dalam satu bulan, dimana biasanya hanya satu periode. Itu dikarenakan waktu menstruasi yang semakin singkat selama pandemi Corona. Seperti, jika kamu biasanya memiliki waktu menstruasi selama 10 hari, maka itu mungkin bisa menjadi lebih singkat dan mempengaruhi siklus menstruasimu.

3. Menstruasi Terasa Lebih Sakit

Menurut penelitian yang mengamati nyeri pada 388 wanita Tiongkok berusia 20 hingga 34 tahun, wanita yang melaporkan tingkat stres tinggi dua kali lebih berisiko terkena dismenore atau nyeri daripada wanita dengan stress rendah. Sebanyak 44 persen wanita dengan tingkat stres tinggi mengeluh mengalami sakit dibandingkan dengan 22 persen wanita dengan stres rendah. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa rasa sakit mungkin terjadi jika para wanita mengalami stres selama bagian pertama siklus mereka daripada yang kedua.

Walaupun demikian, hal itu tidak berarti bahwa semua wanita pasti akan mengalami berbagai dampak tersebut saat pandemi Corona. Jika siklus menstruasimu masih normal maka itu adalah hal yang sangat bagus. Namun jika kamu merasa ada yang berubah, maka cobalah mencatat jadwal menstruasimu atau kamu bisa menggunakan aplikasi serupa di ponselmu. Dan jika kamu menemukan bahwa siklus menstruasimu telah terhenti selama beberapa bulan setelah kehidupanmu sudah kembali normal, maka kamu mungkin perlu mengonsultasikannya ke dokter.

Selain itu untuk mencegah stres, kamu juga bisa meminimalkan jumlah berita yang kamu lihat setiap harinya dan pastikan kamu memiliki tidur yang berkualitas. Hal-hal tersebut akan membantumu untuk mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan akibat stres.



Simak Video "Rugi Miliaran Gegara Corona, EO Putar Otak Bikin Pertemuan Virtual"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)