Mimpimu Terasa Lebih Nyata di Masa Pandemi Corona? Psikolog Ungkap Sebabnya

Vina Oktiani - wolipop Minggu, 03 Mei 2020 07:00 WIB
Side view portrait of a insomniac girl unable to sleep in the night on a bed Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi Corona telah membuat setiap orang mengalami kegelisahan dan kekhawatiran luar biasa. Jika biasanya orang-orang bisa pergi ke luar rumah dengan perasaan tenang dan santai, maka saat ini orang mungkin akan berpikir dua kali hanya untuk ke luar rumah. Kegelisahan dan kekhawatiran tersebut bisa berdampak pada rutinitas malam yang dimiliki, seperti, tidur gelisah dan mimpi buruk. Apakah kamu salah satu orang yang mengalami hal ini?

Seperti dikutip dari The Cut, beberapa mimpi mengenai pandemi mendramatisir perasaan bahwa kita disandera oleh predator misterius. Katy Fallon, seorang jurnalis di Athena, Yunani, mengaku bermimpi bahwa dia dan saudara lelakinya terjebak di rumah almarhum nenek mereka. Lalu ada hal buruk yang terjadi di luar tetapi mereka tidak bisa pergi. Setelahnya muncul hewan raksasa seperti lebah namun setengahnya berbentuk seperti udang yang perlahan-lahan masuk melalui semua jendela.

Sedangkan Deirdre Barrett, seorang psikolog di Harvard Medical School dan penulis The Committee of Sleep mengaku bermimpi berada di perpustakaan kuno yang bagus. Dalam mimpi itu dia merasa sangat baik dan nyaman, namun di sisi lain mengetahui bahwa ada bencana mengerikan tepat di luar jendela bertirai di perpustakaan.



Menurut Barret jika kamu bisa mengingat dengan jelas mimpimu maka itu bisa dikarenakan perubahan rutinitas secara dramatis yang kamu alami, terutama jika rutinitas barumu melibatkan lebih banyak tidur. Melalui survei online, Barrett telah mengumpulkan banyak mimpi-mimpi mengenai virus Corona dan menawarkan beberapa pengamatan awal. Menurutnya, mayoritas mimpi didasarkan pada kecemasan yang dimiliki. Hal tersebut bisa mendatangakan mimpi buruk yang menakutkan, seperti, mimpi dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan menerima suntikan yang mematikan, bukan pengobatan.

Sebagian besar mimpi pandemi yang dialami oleh Barret sendiri berhubungan tentang duniawi. Menurutnya mimpi tersebut mencerminkan kekreatifitasannya yang menurun dan fiksasi baru yang membosankan. Dirinya bermimpi menambahkan terlalu banyak kaldu ke sup, memiliki 73 pemberitahuan di Twitter, dan menemukan beberapa pisang di dapur. Beberapa matang dan sebagiannya lagi masih hijau.

Foto: iStock



Barret juga menceritakan bahwa temannya yang bernama Esther baru-baru ini mengalami mimpi Covid-19 yang pertama. Esther bermimpi mencari-cari lemari makanannya yang telah dilupakannya. Ini memperlihatkan bahwa mimpi memang seringkali memasukkan sisa hari yang kita lewati.



Phoebe Horvath, seorang perawat di sebuah komunitas pensiun di Seattle, mengaku bermimpi kehabisan waktu. Dia bermimpi berlari ke sana kemari karena terlalu sibuk merawat pasien positif Corona dan ketika melihat jam, itu sudah jam 3 sore dan dia sebenarnya tidak melakukan apapun. Mimpi tersebut menggambarkan apa yang dialaminya, karena dia mengaku memang memiliki beberapa hari yang sangat sibuk di kantor.

Beberapa mimpi kecemasan mungkin menggambarkan pengulangan hari yang penuh dengan kekhawatiran. Mempelajari keterampilan baru seringkali juga membuat kita mengalami banyak mimpi. Menurut sebuah penelitian, orang yang mendaftar atau mengikuti kursus bahasa Prancis intensif bisa mengingat lebih banyak mimpi dan mengalami peningkatan tidur.

Banyak dari mimpi kita menandakan kekhawatiran jika kita atau orang lain melanggar peraturan baru yang sudah ditetapkan. Seorang pengguna Twitter bermimpi terbatuk di supermarket. Pengguna Twitter lainnya bermimpi mencoba menghentikan orang dari saling tos dengan berteriak "VIRUS CORONA." Christopher Button, seorang perawat di London bermimpi menangkis pelukan dari rekan-rekan di lingkungannya.

Sebenarnya, mimpi buruk dapat membantu kita untuk menyesuaikan diri dengan realitas baru. Menurut teori, mimpi berevolusi untuk membantu kita mengatasi ketakutan yang dimiliki dan mempersiapkan diri untuk peristiwa yang menegangkan dalam kehidupan nyata.

Misalnya seorang siswa yang sedang mempersiapkan ujian memiliki mimpi buruk mengikuti ujian tanpa menggunakan pakaian. Namun setelah bangun dirinya akan merasa lebih lega karena mengetahui bahwa dia masih bisa berpakaian sebelum mengikuti ujian tersebut. Katy Fallon juga terbangun dari mimpi buruknya dan mendapati dirinya menjadi lebih lega karena itu hanyalah mimpi. Tidak ada hewan raksasa aneh yang menyeramkan.



Simak Video "China Fashion Week Digelar saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)