Sesuai Sunnah Nabi, Ini Alasan Makan Kurma Saja Cukup Saat Buka Puasa

Hestianingsih - wolipop Rabu, 29 Apr 2020 17:00 WIB
Heap of dates isolated on white background; top view Ilustrasi buah kurma. Foto: iStock
Jakarta -

Makan tiga butir kurma dan segelas air putih saja sudah cukup untuk buka puasa. Sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ini cukup sederhana dan mudah diterapkan dalam rutinitas sehari-hari selama puasa Ramadhan.

Keistimewaan buka puasa dengan buah kurma ini juga dijelaskan oleh Ustaz Hanan Attaki. Dia mengatakan bahwa cara Nabi Muhammad berbuka puasa memang bukan wajib untuk ditiru tapi diharapkan dapat memotivasi kita berbuka puasa dengan cara sederhana tapi tetap sehat.

"Nabi kalau berbuka suka dengan rutob, kurma basah (setengah matang), makanan yang Allah kasih kepada Maryam ketika baru melahirkan," jelas Hanan.


Jika tidak tersedia kurma basah, bisa diganti dengan tamar, atau kurma kering. Namun apabila tidak menemukan keduanya, berbuka dengan air putih sudah cukup.

"Ini menunjukkan berbuka puasa Nabi sehat, sederhana tapi berbahagia," katanya.

Kurma memang memiliki sejumlah nutrisi yang baik bagi kesehatan. Khususnya untuk mengganti tenaga dengan cepat setelah lebih dari 12 jam berpuasa. Ini enam alasan kenapa makan kurma saja cukup saat buka puasa.

kurmaIlustrasi wanita memegang kurma. Foto: istimewa


1. Bernutrisi Tinggi

Sebagian besar kandungan nutrisi pada kurma adalah karbohidrat dan sebagian kecil protein. Oleh karena itu kurma merupakan makanan ideal untuk menambah tenaga dengan cepat. Meskipun manis dan tinggi karbohidrat, buah kurma, terutama yang sudah dikeringkan juga memiliki vitamin dan mineral penting.

Seperti dikutip dari Health Line, dalam 100 gram sajian kurma mengandung karbohidrat, protein, potassium, magnesium, mangan, zat besi dan vitamin B6. Selain itu kurma juga tinggi antioksidan yang membantu memelihara kesehatan tubuh.

2. Kaya Serat

Dalam 100 gram kurma, membantu memenuhi kebutuhan serat harian sebanyak 7 gram. The Institute of Medicine di Amerika Serikat merekomendasikan asupan 39 gram per hari bagi pria dan 25 gram bagi wanita. Sisanya bisa kamu dapatkan dari buah-buahan lain dan sayuran.

Serat yang terdapat pada kurma bermanfaat mengontrol kadar gula dalam darah. Selain itu kurma juga mengandung indeks glikemik rendah sehingga kadar gula tak melonjak drastis saat dikonsumsi.

kurmaBuah kurma kering. Foto: istimewa


3. Sumber Gula Alami

Kurma merupakan sumber fruktosa, jenis gula alami yang biasa ditemukan pada buah. Gula alami lebih sehat ketimbang gula pasir yang telah melalui proses pabrik. Oleh karena itu lebih baik dikonsumsi untuk kesehatan. Namun perlu dicatat bahwa kurma juga tinggi kalori, sekitar 277 kalori dalam 100 gram sajian. Sebaiknya jangan konsumsi berlebihan, sesuai kebutuhan saja.

4. Baik untuk Kesehatan Tulang

Kurma mengandung zat boron yang dapat memperkuat tulang. Selain itu kurma juga terbukti kaya akan fosfor, potassium, kalsium dan magnesium. Kelompok mineral yang berkontribusi terhadap kekuatan tulang dan mencegah penyakit osteoporosis atau tulang rapuh.

Ramadan dates or kurma for iftar in a box. Isolated on black, studio shot.Buah kurma basah. Foto: Getty Images/iStockphoto/DejanKolar


5. Memelihara Kesehatan Pencernaan

Kandungan serat yang tinggi pada kurma bermanfaat memelihara kesehatan pencernaan. Konsumsi serat yang cukup dapat mencegah konstipasi dan melancarkan buang air besar. Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi cukup serat, terutama yang berasal dari kurma secara rutin, memiliki sistem pencernaan lebih sehat.

6. Memberi Rasa Kenyang yang Tahan Lama

Kandungan serat dan gula alami memberikan rasa kenyang yang bertahan lebih lama. Itulah sebabnya kita sudah merasa cukup kenyang meskipun hanya makan beberapa butir kurma saat buka puasa. Energinya juga tak cepat hilang sehingga mampu mengganjal perut sampai tiba waktu makan utama setelah salat Isya atau Tarawih.



Simak Video "LDR sama Keluarga, Bikin Hampers Sendiri Yuk! "
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)