Tren Face Shield untuk Cegah Virus Corona, Benarkah Efektif?

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 24 Apr 2020 07:30 WIB
Topi anti corona Face shield untuk melindungi tubuh dari virus Corona. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Jakarta -

Belakangan ini mika plastik pelindung wajah atau face shield menjadi tren baru yang dipercaya dapat melindungi diri dari infeksi COVID-19. Banyak orang-orang, termasuk tenaga medis yang sudah menggunakannya. Tapi, apakah face shield ini benar-benar bisa melindungi tubuh dari bahaya terjangkit virus Corona?

Sampai saat ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC masih mengatakan bahwa hal terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan melakukan isolasi diri, menjaga jarak sosial, menggunakan masker, hindari menyentuh wajah dengan tangan, dan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer. Namun beberapa orang percaya bahwa cukup penting untuk mengambil tindakan pencegahan selangkah lebih maju, seperti dengan menggunakan face shield ketika harus terpaksa ke luar rumah seperti ke supermarket atau ATM.

Shan Soe-Lin, seorang dosen urusan global Universitas Yale di New Haven, Connecticut dan ahli imunologi mengatakan kepada Today bahwa face shield atau mika plastik pelindung wajah tidak terlalu penting untuk dipakai oleh masyarakat umum. Menurut Soe-Lin, bagi masyarakat umum seperti dirinya, melakukan jaga jarak dan mengenakan masker kain sudah sangat cukup. Face shield tidak dapat menyaring udara dan pada akhirnya hanya berfungsi untuk memblokir tetesan agar tidak mengenai wajah, terutama jika tidak dikenakan bersama dengan masker penutup wajah.

Namun Dr. Amesh Adalja, seorang sarjana senior Johns Hopkins University Center for Health Security di Baltimore, Maryland, yang fokus mempelajari munculnya penyakit menular dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi memiliki pendapat berbeda. Menurut Dr. Amesh, face shield atau mika plastik pelindung wajah dapat membantu untuk sementara waktu melindungi diri dari virus Corona, selama para ahli terus meneliti keefektifan masker kain.

Relawan Easthetic Ind memakai contoh alat pelindung wajah (Face Shield) yang mereka produksi di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/4/2020). Relawan setempat mengaku mampu memproduksi hingga 45 alat pelindung wajah per hari yang selanjutnya akan dibagikan secara gratis kepada tenaga medis di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan kasus virus corona atau Covid-19. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp.Relawan Easthetic Ind memakai contoh alat pelindung wajah (Face Shield) yang mereka produksi di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/4/2020). Relawan setempat mengaku mampu memproduksi hingga 45 alat pelindung wajah per hari yang selanjutnya akan dibagikan secara gratis kepada tenaga medis di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan kasus virus corona atau Covid-19. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp. Foto: ANTARA/ARNAS PADDA

"Pelindung wajah (face shield) dapat berfungsi sebagai penghalang fisik bagi partikel yang kamu pancarkan saat bernafas, dan sebagai pelindung fisik partikel yang mungkin mengenaimu saat seseorang batuk atau bersin. Ini adalah sesuatu yang orang coba pikirkan sebagai peningkatan fungsi dari rekomendasi masker kain," kata Adalja.

Apakah Face Shield Lebih Efektif daripada Masker Kain?

Seperti dikutip dari Today, Dr. Amesh mengatakan bahwa saat ini para ahli masih memperdebatkan fungsi masker kain dan ada beberapa penelitian tentang penggunaan face shield saja tanpa disertai pelindung lainnya, seperti masker. Ada banyak gagasan mengenai pemakaian masker kain, seperti seberapa efektif benda tersebut dan efek apa yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan masker kain. Hal itulah yang menyebabkan orang-orang kemudian memilih alternatif lain, seperti menggunakan face shield.

"Kami tidak benar-benar tahu seberapa efektif (masker kain) pada saat ini," kata Dr. Amesh.

Sementara Soe-Lin memperingatkan face shield yang tidak dapat menyaring udara, Dr. Amesh justru menekankan bahwa lebih penting untuk memblokir penyebaran tetesan yang dapat mengenai wajahmu.

Selain itu Soe-Lin juga mengatakan bahwa face shield dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat dikenakan dan membuat orang lebih sering menyentuh wajah. Tapi sebaliknya, menurut Dr. Amesh face shield dapat mencegah seseorang untuk menyentuh wajah mereka. Hanya saja ditambahkannya, penelitian lebih lanjut mengenai efisiensi face shield dan masker kain masih dibutuhkan.

Bisakah Membuat Face Shield Sendiri di Rumah?

Soe-Lin menyarankan untuk tidak membeli face shield yang ditujukan bagi para tenaga medis. Sebagai gantinya, baik Soe-Lin maupun Dr. Amesh menyarankan untuk membuat face shield sendiri di rumah atau face shield yang kini banyak dibuat brand lokal. Sayangnya keduanya tidak memiliki rekomendasi bagaimana cara pembuatan atau bahan tepat yang harus digunakan.

Dr. Amesh hanya menyampaikan cara membersihkan face shield yaitu dengan menggunakan produk pembersih disinfektan, mencuci dan mengeringkannya, lalu mencuci tangan setelahnya. Pastikan untuk melakukannya secara hati-hati agar kamu tidak menularkan virus yang mungkin berasal face shield yang kamu gunakan ke tanganmu.



Simak Video "Ragam Masker Atlet Olimpiade Tokyo 2020 dari Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)