Cerita Perawat di Jakarta yang Viral Usai Ungkap Cara Pakai APD yang Benar

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 14 Apr 2020 11:32 WIB
intan widya nanda Foto: instagram @intanwidyananda
Jakarta -

Perawat yang populer di Instagram ini viral saat memvideokan dirinya memakai alat perlindungan diri (APD). Perawat berhijab bernama Intan Widya Nanda itu melalui videonya mengungkapkan seperti apa tahapan yang dilalui seorang tenaga medis untuk memakai APD hingga berlapis-lapis. Dia memakai masker hingga cover sepatu, untuk membuat dirinya terlindung dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kata Intan semuanya harus tertutup rapat agar tak terkontaminasi virus Corona yang menyerang sistem pernafasan tersebut.

Postingan di akun @intanwidyananda itu telah dilihat oleh 175.874 pengguna Instagram dan mendapatkan 338 komentar dari warganet. Ada yang mengucapkan rasa kagum, terimakasih dan salut karena ia bisa memakai perlengkapan yang berlapis seperti itu.

Wolipop pun berbincang dengan Intan mengenai videonya yang viral ini. Intan mengungkapkan bagaimana kesehariannya saat bekerja.

Intan Widya Nanda, perawat yang viral karena ungkap tahapan pakai APD.Intan Widya Nanda, perawat yang viral karena ungkap tahapan pakai APD. Foto: instagram @intanwidyananda



"Aku bekerja di rumah sakit jantung Harapan Kita, aku sebagai perawat. Semenjak COVID-19 Ini karena banyak banget pasien yang datang ke kita gejalanya mirip COVID-19, akhirnya rumah sakit kita buka ruangan khusus penanggulangan COVID-19 sementara sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan pemerintah yang sudah penuh. Nah aku kebagian di ruangan isolasi tersebut," kata Intan ketika dihubungi Wolipop, Minggu (12/4/2020).

Setiap harinya Intan bekerja dengan tiga shift. Shift tersebut terbagi untuk pagi jam 07.30-14.00 WIB, siang jam 14.00- jam 20.00 WIB dan malam hari jam 20.00-08.00 WIB.

[Gambas:Instagram]



Intan pun menceritakan awal mula ia membuat video tutorial cara memakai hazmat yang kini viral. Hazmat atau dikenal juga dengan nama pakaian dekontaminasi, adalah perlengkapan perlindungan pribadi yang terdiri dari bahan yang impermeabel dan digunakan untuk proteksi melawan material atau virus yang berbahaya.

"Soalnya awalnya ini kan baru ya di Indonesia. Dan hazmat juga jarang banget sebenernya, aku juga nggak sering banget pakai hazmat. Hanya beberapa kali kita pakainya gaun (baju pelindung warna biru) ataupun jas hujan. Karena stok hazmat nggak ada dan banyak juga yang tanya pakai hazmat bagaimana caranya. Temen-teman aku juga banyak yang bilang cara pakai hazmatku salah. Maksud aku pakai hazmat yang salah itu pakai hazmat bagian mukanya juga harus tertutup. Aku juga sempet pakai hazmat yang salah terus ditegur sama perawatku yang di Sulianti Saroso dibilang itu salah pakenya bagian mata masih kebuka dan lain-lain. Akhirnya aku mikir oh banyak yang belum tau dan aku aja pakainya masih salah," tuturnya panjang lebar.

Perawat berhijab berusia 27 tahun itu mengungkapkan tujuannya untuk membuat video tutorial, bukan hanya untuk memperlihatkan cara memakai APD, tapi juga ingin sekaligus menyampaikan pesan pada masyarakat. Pesan yang ingin disampaikannya bahwa di tengah pandemi virus Corona ini, bukan tenaga medis yang menjadi garda terdepan, tetapi masyakarat. Karena menurutnya tenaga medis adalah pertahanan terakhir saat sistem imun belum bekerja untuk melawannya.



"Ya udah akhirnya aku inisiatif aku buat video tutorial biar yang lainnya nggak salah sekalian campaign bajunya hazmat ini mahal dan pakainya susah. Terus habis itu banyak juga yang request untuk cara melepaskan APD-nya. Cuman akhirnya aku japri satu-satu dan buat story tentang cara melepaskan APD-nya itu. Dan ternyata bukan hanya orang awam yang nanya. Kebanyakan temen-temen dokter di RS luar daerah, perawat di RS lainnya. Sebenarnya sudah disosialisasikan cuma RS yang bukan rujukan dan yang nggak khusus ruangan isolasi itu kan dia nggak tahu, pakai APD sesuai dengan tingkatannya dia," ujar Intan.

Anak bungsu dari tiga orang bersaudara ini pun menyebutkan langkah-langkah pemakaian alat perlindungan diri (APD). Pertama adalah memakai masker N95. Selanjutnya untuk yang berhijab, harus memakai ciput ninja agar rambut tidak keluar-keluar. Kemudian dilanjutkan memakai penutup kepala atau hair cap.

"Lalu pakai handschoen (sarung tangan medis) pertama, terus pakai apron (warna putih), selanjutnya pakai hazmat, pakai sarung tangan tangan lapis kedua, ditambah dengan sarung tangan lapis ketiga, kemudian pakai masker bedah lapis luar untuk mengcover masker N95. Sama pakai boots lalu covershoesnya, habis itu baru pakai visor terakhir, dan pastikan bahwa tidak ada rongga atau cela saat memakai perkengkapan tersebut," tuturnya.

Kata Intan, APD yang dipakainya di videonya yang viral itu sudah sesuai standar di Indonesia. "Setiap negara kan berbeda seperti di Wuhan, dia pakainya 3 lapis, kalau kita pakainya selapis aja. Dan sudah sesuai standar dari Kemenkes, jadi pakai APD ada tiga tingkatan. Tingkat 1, 2 dan 3 terngantung tempatnya di mana, petugas RS yang nggak langsung terpapar pasien CVID-19 itu pakai tingkat 1, kalau tingkat 2 untuk ruangan semi intensif yang risikonya lebih tinggi yang berhadapan langsung ataupun tidak, kalau yang tingkat 3 itu yang megang pasien COVID-19 diruang isolasi, pasien suspect ke arah COVID-19," jelasnya lagi.



Simak Video "Desainer Anne Avantie Bikin APD Gratis untuk Tenaga Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)