Daftar Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Pakai Masker Cegah Corona

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 09 Apr 2020 15:35 WIB
Adult woman and little boy in medical masks showing stop gesture and looking at camera during coronavirus epidemic against gray background Kesalahan memakai masker untuk mencegah corona. Foto: Getty Images/iStockphoto/evgenyatamanenko
Jakarta -

Masker adalah salah satu alat pelindung diri yang saat ini wajib dikenakan oleh setiap orang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC sendiri telah mengumumkan bahwa setiap orang harus menggunakan masker penutup wajah, terutama di area-area yang berisiko tinggi menjadi pusat penyebaran.

Masker yang paling efektif untuk mencegah infeksi COVID-19 sebenarnya adalah N95. Namun karena kelangkaan yang terjadi saat ini, maka masker N95 dan masker medis lebih ditujukan bagi para tenaga medis. Kita yang bukan tenaga medis bisa menggunakan masker kain. Agar masker bisa bekerja secara optimal, kita perlu menggunakannya dengan benar.



Sayangnya, beberapa orang masih kurang memahami bagaimana cara menggunakan masker yang baik dan benar sehingga terkadang mereka mungkin melakukan kesalahan tanpa disadari. Seperti dikutip dari Forkast, berikut ini kesalahan yang sering dilakukan saat menggunakan masker.

1. Masker dikenakan terbalik, tidak ditarik sampai ke bawah dagu, atau hanya dipakai di bagian mulut dan membiarkan hidung terbuka. Masker jenis terbaik sekalipun tidak akan efektif jika dipakai dengan salah.

2. Terus menerus menyentuh permukaan filter masker dengan tangan. Jari yang terkontaminasi akan mengkontaminasi silang permukaan yang disentuhnya.

3. Tidak mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh masker.

4. Menarik masker hingga di bawah dagu saat mengobrol dengan orang lain lalu memakainya kembali setelah selesai.

5. Menggunakan kembali atau mendaur ulang masker sekali pakai.

6. Menggunakan masker yang sama dalam waktu yang terlalu lama. Lamanya jumlah waktu pemakaian masker yang aman tergantung pada jumlah orang yang ada di sekitar pengguna. Lapisan luar masker adalah penghalang utama. Semakin lama masker dipakai di sekitar orang lain maka semakin besar risiko tercemar infeksi. Masker umumnya tidak boleh dikenakan lebih dari sehari.

7. Masker bekas tidak dibuang atau dicuci dengan cepat dan tepat. Masker bekas memiliki penumpukan partikel yang berpotensi besar menular dan mencemari daerah yang sebelumnya bersih.

8. Membuat masker penutup wajah sendiri dari buah, kardus, botol plastik, dan bahan semacamnya. Jika ingin membuat masker sendiri, maka kamu bisa menggunakan kaus katun dan sarung bantal. Menurut penelitian dari SmartAirFilters, keduanya adalah bahan rumah tangga terbaik untuk membuat masker penutup wajah sendiri.

9. Hanya mengandalkan masker N95. Orangtua dan anak-anak kurang cocok menggunakan masker jenis ini. Bahkan orang dewasa yang segar bugar juga akan mengalami kesulitan bernapas jika menggunakan masker jenis ini selama satu jam. Jika terlalu memaksakan menggunakannya maka berisiko tinggi kekurangan nafas.

Perlu diingat bahwa masker tidak akan efektif jika digunakan sendirian atau tanpa pencegahan corona lainnya. Oleh karena itu kamu tetap harus mengikuti protokol pecegahan COVID-19 lainnya, seperti rutin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer, bersih-bersih rumah dan permukaan-permukaan yang sering tersentuh, serta melakukan isolasi diri.





Simak Video "Pasutri Asal China Ini Bikin Masker Berbahan Sneakers Mahal"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)