Cegah Corona, Apakah Masker Bisa Digunakan Berulang Kali? Ini Kata Ahli

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 02 Apr 2020 05:32 WIB
Young woman wearing face mask because of air pollution in the city Bolehkah memakai masker berulang kali? Foto: Istock
Jakarta -

Masker adalah salah satu alat perlindungan diri yang saat ini banyak dicari oleh masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 atau virus Corona. Lonjakan permintaan masker di tengah pandemi Corona membuat alat penutup wajah itu menjadi barang yang langka dan sulit didapatkan di pasaran. Itulah mengapa kemudian banyak orang yang menggunakan masker berulang kali, walaupun sebenarnya hal tersebut tidaklah efektif.

Seperti dikutip dari Insider, ada dua jenis masker penutup wajah yang dapat digunakan untuk mencegah penularan virus Corona. Pertama, masker medis atau yang sering digunakan oleh dokter untuk melakukan operasi. Masker tersebut berfungsi untuk membantu seseorang agar tidak menyebarkan virus dan bakteri kepada orang lain. Itulah mengapa orang yang sakit atau terinfeksi harus menggunakannya untuk meminimalisir penyebaran cairan yang mereka keluarkan saat batuk atau bersin.

Kedua, masker respirator N95. Masker N95 ini dapat menyaring hingga 95% partikel di udara untuk meminimalisir risiko infeksi bagi penggunanya. Para tenaga medis yang merawat pasien terjangkit virus corona banyak yang menggunakan masker jenis ini untuk meminimalisir kemungkinan terinfeksi.



Menurut Hans Rechsteiner, MD, seorang ahli bedah umum di Burnett Medical Center, kedua masker tersebut adalah masker sekali pakai yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk dipakai berulang kali. Ada beberapa masker yang memang dirancang untuk dapat digunakan berulang kali, seperti P100 respirator atau masker gas, full face respirator, dan self-contained breathing apparatus yang digunakan oleh pemadam kebakaran. Sayangnya masker-masker tersebut lebih ditujukan untuk mereka yang bekerja di tempat berasap atau terpapar bahan kimia, dan tidak ada yang ditujukan untuk profesional medis.

Ilustrasi masker.Ilustrasi wanita memakai masker. Foto: Istock



"Saya tidak berpikir respirator yang dapat dibersihkan dan digunakan kembali adalah salah satu solusi untuk virus Corona," kata Rechsteiner.

WHO sendiri telah merekomendasikan untuk melepas masker setelah basah karena terkena cairan pernapasan dan jangan pernah menggunakan kembali masker sekali pakai. Masker-masker tersebut disarankan untuk segera dibuang ke tempat sampah.

Lantas, bagaimana jika masker terpaksa digunakan berulang kali?



Kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan masker dengan mudah, maka Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC membuat pedoman penggunaan kembali masker sekali pakai yang aman. Berikut ini tipsnya:

1. Masker bedah atau N95 yang digunakan hanya boleh dipakai kembali oleh orang yang sama dan tidak boleh dipindah tangankan atau digunakan secara bersama-sama.

2. Penggunaan masker yang lebih lama lebih baik daripada melepas lalu menggunakannya kembali. Jadi lebih baik untuk terus memakainya sampai kamu sudah benar-benar selesai daripada mencopot dan memakainya berulang kali. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalkan kemungkinan seseorang untuk menyentuh wajahnya karena menyentuh wajah dapat berpotensi memasukkan bakteri dan virus ke dalam tubuh. Menurut pedoman CDC, tidak ada cara untuk memprediksi jumlah penggunaan kembali yang aman, sehingga para profesional medis harus melakukan perkiraan sendiri.

3. Masker harus disimpan di wadah yang tidak kedap udara saat tidak digunakan. Misalnya di paper bag atau kantong kertas.

Menurut penelitian, virus yang menyebabkan Covid-19 dapat hidup di permukaan hingga 72 jam. Oleh karena itu, Rechsteiner menyarankan untuk memiliki tiga masker penutup wajah yang dapat digunakan secara bergantian.

"Jika kamu ingin lebih aman, gunakan tiga masker dan gunakan secara bergantian setiap hari, biarkan masker disimpan sementara di area yang berventilasi baik untuk mengeringkan sehingga virus mati. Karena kekurangan masker yang cukup parah di beberapa daerah saya percaya bahwa ini adalah praktik yang aman dan dapat diterima," kata Rechsteiner.





Simak Video "Pasutri Asal China Ini Bikin Masker Berbahan Sneakers Mahal"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)