Kisah Kebaikan: Pria Ini Biayai Hidup Keluarga Tak Mampu yang Positif Corona

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 28 Mar 2020 20:01 WIB
graisena Foto: Instagram@graisena
Jakarta -

Ada berbagai kisah kebaikan di tengah pandemi corona yang menimpa Indonesia dan banyak negara lainnya di dunia. Cerita kebaikan yang baru-baru ini viral datang dari seorang pria yang menyatakan akan membiayai hidup keluarga yang pencari nafkah utamanya dinyatakan positif corona. Pasien yang positif corona pastinya harus menjalani perawatan di rumah sakit atau mengisolasi dirinya. Sehingga mereka tidak bisa mencari nafkah.

"Bagi teman-teman yang anggota keluarganya berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) atau bahkan positif corona dan posisinya adalah sebagai pencari nafkah utama. Contoh ayahnya berstatus positif corona sehingga harus diisolasi dan tidak bisa mencari nafkah/tidak digaji/unpaide leave. Silahkan hubungi kami. Akan kita tanggung biaya kebutuhan dasar keluarganya sementara waktu hingga wabah ini mereda," demikian bunyi pesan yang viral di media sosial tersebut.

Wolipop pun menelusuri sosok di balik pesan viral tersebut. Ternyata ada satu sosok pria bernama Agung Firmansyah yang merupakan pendiri dari Yayasan Gerakan Indonesia Sadar Bencana (Graisena), Melalui yayasannya tersebut, Agung dan timnya memberikan bantuan berupa dana bagi anggota keluarga yang pencari nafkahnya terjangkit COVID-19.

"Kami berpikir bahwa yang terdampak virus corona ini tidak selalu dari orang-orang yang mampu. Mereka juga berasal dari orang yang berpenghasilan rendah dan apalagi posisinya sebagai pencari nafkah, ketika dalam masa isolasi tentunya dia tidak mampu untuk melakukan pekerjaannya seperti biasanya dan berdampak kepada keluarga yang ditinggalkan selama masa isolasi," kata Agung saat dihubungi Wolipop melalui telpon, Jumat (27/3/2020).

Gerakan yang semula dibentuk dari komunitas pada 2013 dan kemudian ditetapkan sebagai yayasan pada Januari 2020 ini mulai menyalurkan bantuan dana tersebut sejak 16 Maret 2020. Hingga kini sudah ada 20-an kepala keluarga yang keluarganya dibantu biaya hidupnya.

"Yang mengajukan itu cukup banyak tapi tidak kita approve semua karena kita ingin bantuan itu tepat sasaran, artinya sesuai dengan kriteria keluarga yang akan kita bantu. Ada banyak yang mengajukan ternyata bukan pencari nafkah atau orang gaji bulanan atau di atas UMK itu kita tidak masukan ke dalam skala prioritas karena kami memfokuskan bantuan ini bagi yang betul-betul membutuhkan," ujar pria yang berasal dari Bogor itu.

Agung pun merinci mengenai dana yang diberikan yayasannya. Setiap anggota keluarga mendapat biaya Rp 20 ribu per hari.

"Rp 20.000 per hari dikalikan jumlah anggota keluarga dan dikalikan 14 hari. Kita supply itu setiap 14 hari. Jika misalnya masa isolasinya lebih dari 14 hari maka terus kita akan supply sampai maksimal 45 hari. Perhitungan tersebut karena berdasarkan perhitungan kebutuhan dasar keluarga untuk makan sehari-hari bukan untuk belanja sandang, hanya untuk kebutuhan pangan saja," kata Agung.

Kisah Kebaikan: Pria Ini Biayai Hidup Keluarga Tak Mampu yang Positif CoronaFoto: Instagram@graisena

Pria ini menjelaskan sumber dananya untuk membiayai keluarga yang terdampak corona ini berasal dari penghasilan penjualan merchandise dan dana sukarela anggota yang tergabung dalam grup Facebook Yayasan Gerakan Indonesia Sadar Bencana (Graisena). Dalam grup tersebut ada 68.000 anggota.

"Profit dari penjualan merchandise kita kumpulkan untuk dana donasi. Utamanya dari sana, selain itu banyak juga sumbangan swadaya dari member, terus belakangan masyarakat bahu membahu, warga juga menyalurkan bantuan dari kita," ucapnya.

Bagi kamu yang keluarganya termasuk terkena dampak virus corona ini bisa mengajukan diri ke Yayasan Graisena. Agung pun merinci persyaratan untuk mendapatkan bantuan:

1. Surat keterangan dari dokter atau surat izin dari dokter bahwa dia adalah seorang PDP atau positif COVID-19.
2. Kartu Keluarga untuk mengetahui berapa banyak anggota keluarga yang ditanggung.
3. Pasien merupakan pencari nafkah utama di keluarga
4. Bantuan ditujukan untuk keluarga berpenghasilan rendah dan sebagai pekerja harian lepas.

Menurut Agung, pihaknya tidak akan membuat pengumuman siapa pihak yang mendapat bantuan atau tidak lolos persyaratan. "Kita tidak memberitahukan juga secara langsung siapa yang dapat dan siapa yang tidak. Tidak kita informasikan kepada publik, data semua kita rahasiakan," ujarnya.

Agung menambahkan aksi kebaikan di tengah virus corona ini akan berlaku sampai pandemi COVID-19 mereda. "Kita tidak membatasi waktu, kita semua berharap semua ini bisa mereda. Tapi selama situasi masih membutuhkan, membuka bantuan ini kita lanjut," pungkasnya.



Simak Video "Aeshnina, Gadis Pemberani Asal Gresik yang Surati Pemimpin Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)