14 Mitos Mengenai Apa Itu Virus Corona

Vina Oktiani - wolipop Senin, 16 Mar 2020 16:36 WIB
Ilustrasi apa itu virus corona. Foto: Istimewa Ilustrasi apa itu virus corona. Foto: Istimewa
Jakarta -

Banyak orang yang mungkin masih bingung dan bertanya-tanya mengenai apa itu virus Corona. Kamu sendiri mungkin belum benar-benar mengerti tentang apa itu virus Corona. Agar tidak bingung dan bisa lebih paham mengenai Covid-19 atau virus Corona, maka berikut ini seputar mitos-mitos mengenai apa itu virus Corona seperti dikutip dari World Health Organization (WHO).

Mitos 1: Virus Corona Dapat Ditularkan Di Iklim Panas dan Lembab

Bagi yang masih bingung tentang apa itu virus Corona maka kamu perlu tahu bahwa virus Corona bisa ditularkan di mana saja, termasuk di daerah dengan iklim panas dan lembab. Sejauh ini bukti mengatakan bahwa virus Covid-19 dapat ditularkan di semua daerah dengan iklim apapun. Jadi di manapun kamu tinggal atau bepergian maka selalu lakukan tindakan perlindungan, terutama di daerah yang sudah pernah dilaporkan terinfeksi virus Covid-19 atau virus Corona. Cara terbaik untuk melakukan perlindungan diri adalah dengan sering membersihkan tangan. Sering membersihkan tangan dapat membuatmu terhindar dari virus dan infeksi.

Mitos 2: Cuaca Dingin dan Salju Bisa Membunuh Virus Corona

Agar kamu tidak mudah tertipu, kamu perlu tahu apa itu virus Corona dengan lebih baik. Beberapa mungkin ada yang mengatakan bahwa virus Corona dapat dihilangkan dengan cuaca dingin. Faktanya, hal tersebut tidaklah benar. Suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5 derajat Celcius hingga 37 derajat Celcius. Cara paling efektif untuk melindungi diri dan mencegah penularan virus Corona adalah dengan sering membersihkan tangan menggunakan sabun dan air atau hand sanitizer.

Mitos 3: Mandi Air Panas Bisa Mencegah Virus Corona

Mitos mengenai apa itu virus Corona yang ketiga adalah mandi air panas bisa mencegah virus Corona. Beberapa orang mungkin mengira bahwa mandi air hangat bisa membunuh kuman dan mencegah penyebaran Covid-19. Faktanya, hal tersebut tidaklah benar. Mandi air panas tidak akan mencegahmu terinfeksi virus Corona. Bahkan mandi dengan air yang terlalu panas justru sangat berbahaya karena bisa membakar kulitmu. Cara terbaik untuk melindungi diri hanyalah dengan mencuci tangan sehingga kamu bisa menghindari infeksi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung.

Mitos 4: Virus Corona Dapat Ditularkan Melalui Gigitan Nyamuk

Mitos mengenai apa itu virus Corona yang keempat adalah virus Corona dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Hingga saat ini belum ada informasi pasti atau bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Virus Corona dapat menyebar melalui orang yang sudah terinfeksi virus tersebut saat mereka batuk atau bersin, melalui tetesan air liur, atau keluarnya cairan dari hidung. Oleh karena itu untuk melindungi diri dari infeksi, sering-seringlah mencuci tangan dan hindari kontak dekat dengan siapapun yang batuk atau bersin.

Mitos 5: Pengering Tangan Dapat Membunuh Virus Corona

Mitos mengenai apa itu virus Corona yang kelima adalah pengering tangan dapat membunuh virus Corona. Faktanya, pengering tangan tidak efektif untuk membunuh virus Corona. Untuk melindungi diri dari infeksi Covid-19 atau virus Corona, maka kamu harus sering membersihkan tangan menggunakan cairan yang mengandung alkohol atau dengan mencucinya menggunakan sabun dan air. Setelah tangan dibersihkan, kamu harus mengeringkannya dengan menggunakan tisu.

Mitos 6: Lampu UV Bisa Membunuh Virus Corona pada Tubuh

Mitos mengenai apa itu virus Corona yang keenam adalah lampu UV bisa membunuh virus corona pada tubuh. Hal ini tidaklah benar. Justru lampu UV cukup berbahaya jika digunakan pada tubuh dan area kulit karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit. Oleh sebab itu cara terbaik hanyalah mencuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer.

Mitos 7: Pemindai Suhu Tubuh Bisa Mendeteksi Pasien Virus Corona

Mitos mengenai apa itu virus Corona yang ketujuh adalah pemindai suhu tubuh bisa mendeteksi pasien virus Corona. Faktanya, pemindai suhu tubuh hanya efektif untuk mendeteksi orang yang demam, yang memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari suhu normal karena terinfeksi virus Corona. Namun bagi orang-orang yang sudah terjangkit tapi belum sakit demam, maka pemindai suhu tubuh tidaklah efektif. Hal ini dikarenakan butuh antara 2 hingga 10 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam.

Selanjutnya
Halaman
1 2