Kamu Akan Dibayar Rp 65 Juta Kalau Mau Disuntik Virus Corona, Berminat?

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 12 Mar 2020 13:37 WIB
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space Foto: iStock
Jakarta -

Kini warga dunia tengah sibuk menghindari penyebaran virus Corona dengan berbagai cara. Belum ada obatnya, virus tersebut memang perlu diwaspadai karena bisa mengancam nyawa. Namun sebuah penawaran dari para peneliti di Inggris mungkin membuat sejumlah orang berpikir sebaliknya. Jika kamu disuntik virus Corona, kamu akan dibayar puluhan juta.

The Queen Mary BioEnterprises Innovation Centre di London, Inggris akan merekrut 24 orang untuk menjadi partisipan penelitian mereka. Mereka pun menawarkan uang £3,500 atau sekitar Rp 65 jutaan sebagai imbalannya. Tapi para partisipan harus bersedia disuntikkan virus Corona demi menemukan vaksin yang tepat untuk para pasien di seluruh dunia.

Dilaporkan jika para partisipan yang sudah terinfeksi virus Corona akan disuntikan 'ramuan' dari perusahaan Hvivo. Kemudian mereka akan dikarantina selama dua minggu untuk mengetahui apakah vaksin tersebut benar-benar sukses menyembuhkan pasien.

Terdengar mengerikan tapi dikatakan jika para partisipan tidak akan terpapar virus paling berbahaya. Untuk mengetahui apakah vaksin akan bekerja, partisipan hanya akan disuntikkan dengan dua jenis virus Corona yang lebih ringan yakni OC43 dan 229E.

Ketika dikarantina, partisipan juga akan diminta mengonsumsi makanan-makanan tertentu. Mereka pun tak diperbolehkan untuk bertemu dengan orang lain dan berolahraga. Para dokter nantinya akan mengurus mereka menggunakan busana antivirus.

Kini ada sekitar 35 vaksin lain yang sedang dikembangkan pemerintah Inggris. Namun ada sejumlah pakar yang meragukan keberhasilannya mengingat usaha penanganan ini sangat berkejaran dengan waktu. Kini sekitar lebih dari 110 ribu orang di dunia telah terkena dampak virus Corona. Kalau pun berhasil, mereka harus memproduksinya dengan skala besar yang butuh banyak biaya.



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)