Ashanty Tolak Salaman, Ini Alasan Berjabat Tangan Berisiko Tularkan Corona

Hestianingsih - wolipop Kamis, 05 Mar 2020 16:04 WIB
Ashanty Ashanty tolak berjabat tangan karena takut virus Corona. Foto: Hanif/detikHOT
Jakarta -

Masuknya virus Corona ke Indonesia membuat banyak orang khawatir. Termasuk Ashanty yang kini lebih waspada menjaga kesehatan agar tidak tertular.

Tapi gara-gara itu, istri Anang Hermansyah ini justru mendapatkan pengalaman buruk. Ashanty dianggap sombong oleh penggemarnya.

Ashanty bercerita lewat Instagram Story bahwa dirinya terpaksa menolak bersalaman dengan salah satu penggemar karena takut tertular virus Corona. Alih-alih salaman, dia memilih salam tradisional dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada.

"Nggak tahu kenapa karena ikut2an dan pikir ini bisa membantu kita supaya nggak mudah tertular. Tadi ada yang nyapa dan ngajak salaman, aku refleks salam tradisional.. Nggak lama ibu2 itu bilang sambil jalan, artis sombong banget kayak jijik disalamin. What must i doooo," curhatnya di Instagram Story.

Ashanty Tolak Salaman, Ini Alasan Berjabat Tangan Berisiko Tularkan CoronaIlustrasi berjabat tangan. Foto: BBC Magazine


Tindakan Ashanty yang menolak berjabat tangan di saat isu virus Corona membuat semua orang khawatir memang wajar. Sejumlah pakar kesehatan maupun pemerintah di berbagai negara memang mengimbau agar orang-orang meminimalisir kontak langsung termasuk berjabat tangan.

"Marilah setop bersalaman sementara. Saya memilih salam tradisional Asia Tenggara yang saling menyapa dengan namaste (menangkupkan kedua tangan di depan dada)," kata mantan direktur US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Dr. Tom Freidan, seperti dikutip dari CNN.

Direktur Pandemik World Health Organization Dr. Sylvie Briand, pun menyarankan beberapa alternatif memberi salam tanpa harus berjabat tangan. Selain salam tradisional namaste, salam bisa dilakukan dengan adu siku dan saling melambaikan tangan.

Berjabatan tangan atau bersalaman sudah jadi budaya yang dipraktekkan di berbagai belahan dunia. Tapi dengan munculnya imbauan tidak usah bersalaman di tengah maraknya kasus virus Corona membuat kita bertanya-tanya, seberapa tinggi risiko kuman bisa menular dari satu tangan ke tangan orang lain, dengan melakukan jabat tangan?


American Journal of Infection Control mencatat bahwa jabat tangan sangat berpotensi menyebarkan kuman penyebab penyakit antar manusia. Penelitian yang dilakukan Sara Mela BSc dan Davod E. Whitworth PhD dari Aberystwyth University, Wales, menunjukkan bahwa berjabat tangan bisa menyebarkan bakteri dua kali lipat lebih banyak ketimbang high-five dan salam tinju.

Pakar mikrobiologi Jason Tetro juga mengatakan bahwa di balik budaya sopan santun, ada sisi gelap yang bisa membahayakan kesehatan, dengan berjabatan tangan. Hal itu dilihat dari sisi ilmu mikrobiologi.

Ashanty Tolak Salaman, Ini Alasan Berjabat Tangan Berisiko Tularkan CoronaIlustrasi salam namaste. Foto: Thinkstock


Seperti diketahui tangan merupakan 'agen penyebar' virus dan bakteri paling potensial. Sebab tangan bisa menyentuh berbagai benda di mana saja yang belum tentu terjamin kebersihannya. Saat bersalaman bakteri atau virus yang mengendap di permukaan benda bisa berpindah ke telapak tangan.

"CDC mengklaim lebih dari 80 persen infeksi bisa menyebar lewat tangan. Dugaan ini cukup masuk akal karena banyak bakteri dan virus yang bisa bertahan hidup di kulit manusia selama beberapa menit jika bukan berjam-jam," jelasnya, seperti dikutip dari LA Times.

Namun jika kamu masih ingin menerapkan berjabat tangan, misalnya dengan teman dekat, keluarga atau orang yang dihormati, hal itu juga tidak mutlak dilarang. Hanya saja tetap mawas diri dengan menggosokkan hand sanitizer sebelum bersalaman dan cuci tangan menggunakan air dan sabun setelahnya. Tahan diri untuk menyentuh area wajah terutama mata, hidung dan mulut setelah berjabat tangan.



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)