Tak Sempat ke Toilet, Dokter Perawat Pasien Virus Corona Terpaksa Pakai Popok

Hestianingsih - wolipop Selasa, 28 Jan 2020 13:47 WIB
In this Thursday, Jan. 23, 2020, photo, a staff member wearing a hazardous materials suit hauls a bin at a hospital that reported a coronavirus death in Yichang in central Chinas Hubei Province. China is swiftly building a 1,000-bed hospital dedicated to patients infected with a new virus that has killed 26 people, sickened hundreds and prompted unprecedented lockdowns of cities during the countrys most important holiday. (Chinatopix via AP) Tenaga medis merawat pasien virus Corona. Foto: Xiong Qi/Xinhua via AP
Wuhan -

Sekitar 4.000 kasus virus Corona sedang ditangani di berbagai wilayah China dengan jumlah pasien terbanyak berada di Kota Wuhan, provinsi Hubei, yang menjadi pusat wabah virus mematikan tersebut. Virus ini jadi perhatian dunia karena dilaporkan telah menyebar ke berbagai wilayah bahkan negara tetangga seperti Thailand dan Singapura.

Namun ada hal lain yang juga tak boleh luput dari perhatian, yakni para tenaga medis yang kini sedang berjuang melawan virus Corona di China. Perawat hingga dokter berkejaran dengan waktu menyembuhkan pasien yang semakin bertambah saja jumlahnya, sampai-sampai mereka tak punya banyak kesempatan untuk memikirkan kesehatan sendiri.

Kisah mengharukan tentang para dokter dan perawat dibagikan situs berita The Washington Post. Tenaga medis yang berada di garda depan penanganan virus Corona harus memakai popok orang dewasa, karena terlalu sibuk menangani pasien, hingga tak sempat ke toilet.

Tak Sempat ke Toilet, Dokter Perawat Pasien Virus Corona Terpaksa Pakai PopokFoto: Xiong Qi/Xinhua via AP


Memakai popok orang dewasa juga perlu dilakukan agar para tenaga medis tidak perlu bolak-balik mengenakan baju pelindung mereka, sekaligus meminimalisir kemungkinan bahannya robek atau rusak saat membuka-pasang baju. Sebab jika baju pelindung robek, risiko mereka terpapar virus Corona lebih tinggi.

Sejak virus Corona mewabah, persediaan baju hazmat (baju pelindung khusus) menipis dengan cepat. Maka dari itu para tenaga medis harus berhati-hati memakainya agar tidak cepat rusak.

"Kami tahu baju pelindung yang kami pakai bisa jadi yang terakhir yang kami punya, dan pemakaiannya tidak boleh boros," kata seorang dokter di Rumah Sakit Wuhan Union, lewat akun Weibo miliknya, seperti dilansir World of Buzz.

Tak Sempat ke Toilet, Dokter Perawat Pasien Virus Corona Terpaksa Pakai PopokFoto: Xiong Qi/Xinhua via AP


Sementara itu Business Insider melaporkan bahwa kini Kota Wuhan dijuluki sebagai 'Zombieland'. Sejak virus Corona mewabah dan kota diisolasi pada Kamis (23/01/2020), Wuhan menjadi seperti kota mati.

Sebagian besar warganya lari ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat diguga terinfeksi virus Corona. Semoga wabah mematikan ini bisa teratasi dengan segera.



Simak Video "Self Quarantine, Olahraga Pakai Alat Rumah Tangga Saja!"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)