Idap Narkolepsi, Wanita Ini Belanja Online Jutaan Rupiah saat Tidur

Hestianingsih - wolipop Senin, 16 Des 2019 14:38 WIB
Rachel Lane, wanita pengidap narkolepsi. Foto: Istimewa
Maine - Seorang wanita belanja tanpa sadar hingga menghabiskan jutaan rupiah. Rachel Lane melakukan transaksi belanja online senilai £ 300 atau sekitar Rp 5,6 juta tanpa sepengetahuannya, dan baru sadar ketika barang-barang pesanannya dikirim ke rumah.

Wanita 27 tahun ini mengalami narkolepsi, kondisi gangguan sistem saraf hyang memengaruhi kendal terhadap aktivitas tidur. Penderita narkolepsi bisa merasakan kantuk yang teramat sangat dan tiba-tiba tidur di manapun, kapanpun.

Belanja dalam keadaan tidur nyenyak ini dialami Rachel ini cukup sering terjadi. Terakhir, dia membeli terompet angin hingga gaun untuk prom night.


"Sebuah paket datang ke toko rotiku dan ketika aku membukanya, ada gaun prom. Umurku sekarang 27 tahun dan tidak mungkin datang ke pesta prom. Aku tidak ingat pernah membelinya tapi ketika aku memeriksa rekening dan email ya benar-benar aku yang melakukannya. Aku berpikir kalau sekarang aku butuh perawatan yang tepat," kata Rachel, seperti dikutip dari Metro.
Idap Narkolepsi, Wanita Ini Belanja Online Jutaan Rupiah saat TidurRachel Lane, wanita yang idap narkolepsi. Foto: Istimewa

Sebelumnya Rachel pernah membeli berbagai perabotan rumah tangga seperti pisau, talenan dan mainan anjing. Sebagian besar barang yang dibelinya tanpa sadar kala tidur adalah lewat e-commerce Amazon.
Idap Narkolepsi, Wanita Ini Belanja Online Jutaan Rupiah saat TidurRachel Lane, wanita yang idap narkolepsi. Foto: Istimewa


"Mungkin otakku masih aktif ketika aku tidur jadi aku mulai melakukan hal-hal yang biasa aku kerjakan saat bangun, dan data kartu kreditku juga tersimpan (di akun Amazon)," cerita wanita yang berprofesi sebagai pembuat roti ini.

Rachel mulai mengalami gangguan tidur langka ini ketika dia terkena virus akibat dicakar kucing pada 2015. Setelah kejadian itu dia mengaku tidak pernah merasakan hal yang sama lagi pada tubuhnya.

"Aku selalu merasa kelelahan, bahkan lebih dari biasanya. Aku juga tidak bisa menyetir lebih dari 3,2 km di jalan tanpa tertidur. Aku harus segera tidur siang atau keluar dari mobil dan jalan-jalan sebentar," ungkap Rachel.

Kemudian pada 2016 Rachel mendatangi pakar kesehatan tidur untuk mengetahui kondisinya. Sebab, pernah di suatu waktu dia cedera akibat jalan sambil tidur di malam hari. Terkadang wanita asal Maine, Amerika Serikat, ini juga mengalami halusinasi ketika tidur.


Kondisi narkolepsi yang dialaminya sudah mencapai tahap yang parah dan membahayakan diri. Dia menceritakan pernah menggigiti benda-benda, seperti sedotan besi, hingga mulutnya berdarah. Pernah juga salah satu saudaranya melihatnya sedang menusuk-nusukkan pisau dan pulpen ke matras sampai sobek.

"Kini aku memelihara anjing untuk membantuku terbangun dan ketika aku mengalami lumpuh saat tidur dia akan berbaring di atasku untuk menjagaku tetap aman," tuturnya.

Keluarga dan teman-teman Rachel, termasuk suaminya Andrew, berusaha memahami kondisi Rachel dan mencoba membantunya. Namun sering kali mereka gagal mengerti emosi Rachel ketika dia kelelahan karena gangguan tidur itu dan jadi mudah marah.

"Aku sangat terbuka dengan kondisiku tapi tidak ada orang yang mau mengedukasi diri mereka sendiri. Jadi cukup membuat frustasi. Mereka tidak mengerti kenapa aku suka marah-marah saat lelah," ujarnya.

Rachel memutuskan mengungkap kondisinya ke publik untuk menyadarkan masyarkat bahwa gangguan tidur narkolepsi dan halusinasi itu sungguh-sungguh ada. Sehingga diharapkan akan mendorong lebih banyak orang lagi untuk mempelajari, atau setidaknya mengenalinya, untuk membantu mereka yang mengalami hal serupa dengannya.

Simak Video "Penting! Jangan Lupa Foto Kondisi Paket Saat Terima Belanjaan Online"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya