Tipe-tipe Diet yang Bisa Diikuti untuk Mengecilkan Perut

Akfa Nasrulhak - wolipop Sabtu, 28 Sep 2019 16:39 WIB
Foto: shutterstock Foto: shutterstock

Jakarta - Ada banyak jalan menuju Roma, maka ada banyak cara untuk menurunkan berat badan. Sampai saat ini, ada berbagai jenis metode diet yang diklaim ampuh menurunkan berat badan. Teori yang mendasari juga ada bermacam-macam.

Menyusul makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya obesitas dan kelebihan berat badan, upaya penurunan berat badan makin menjadi tren. Beberapa di antaranya berhasil dan ada yang tidak, mulai dari yang sehat, ekstrem hingga tak masuk akal untuk dilakukan.

Misalnya Diet Mediterania yang didasarkan pada makanan tradisional di wilayah Mediterania Selatan. Makanan yang dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, pasta, buah dan sayuran, serta sejumlah ikan, unggas, telur, minyak zaitun, sedikit daging merah dan anggur wine.


Namun ada juga diet Paleo yang menganjurkan untuk mengasup banyak protein dan rendah karbohidrat. Diet ini mengharuskan makan protein hewani seperti daging merah, ayam serta ikan, tapi menghindari gula dan produk olahan susu. Diet vegan adalah kebalikan dari diet Paleo, yaitu melarang semua konsumsi hewani dan hanya memakan yang berasal dari nabati, bahkan tidak mengonsumsi susu, yoghurt maupun margarin.

Selain itu, diet DASH yang mengharuskan pengikutnya untuk mengonsumsi banyak sayur dan buah, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, ikan, ayam, gandum utuh serta lemak sehat yang ramah bagi jantung. Diet ini membolehkan konsumsi susu namun hanya yang rendah lemak atau bebas lemak.

Namun, menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, protein, serat serta karbohidrat lepas lambat seperti isomaltulosa adalah nutrisi yang sangat berperan dalam mengontrol kalori yang masuk, sehingga bisa mengontrol berat badan.

"Beberapa mineral seperti kalsium juga masih diperlukan saat diet sering orang kekurangan kalsium karena tidak makan ini, atau kurang makan sehingga terjadi kekurangan kalsium. Jadi asupan kalsium harus tetap dijaga," ujar dr Muliaman kepada Wolipop baru-baru ini.

Apa pun tipe dietmu, menurut dr Muliaman, keberhasilan diet bisa didasari oleh niat yang kuat dari seseorang. Dengan berbagai pola diet di atas, tentunya ini harus diperhatikan karena jika memilih salah satu pola diet tentu tubuh akan kelebihan dan kekurangan sesuatu. Padahal prinsip utama diet adalah menurunkan berat badan tapi tetap sehat.

"Pola Diet yang paling tepat adalah mengatur jumlah kalori yang masuk, tidak lebih dari energi yang dikeluarkan bukan mengurangi waktu makan atau juga menghilangkan nutrisi tertentu," ujarnya.

dr Muliaman menjelaskan, biasanya kalori yang dianjurkan untuk yang sedang diet sekitar 1.200-1.300 kcal/hari. Untuk lebih mudah menghitung pengurangan kalori biasanya digunakan meal replacement yaitu nutrisi pengganti makan.

Meal replacement merupakan asupan pengganti makan pagi dan makan malam. Adapun meal replacement yang dianjurkan adalah kalori 200-400 kcal/hari, protein yang tinggi, lemak rendah, karbohidrat rendah tapi tinggi serat, serta tinggi kalsium.


Salah satu meal replacement yang mengandung nutrisi lengkap serta memberikan rasa kenyang lebih lama adalah susu Slim&Fit. Slim&Fit memiliki kandungan tinggi protein, tinggi serat, tinggi kalsium, dan isomaltulosa yang bisa membuat kita kenyang lebih lama.

Selain meal replacement, Slim&Fit juga memiliki camilan yaitu Slim&Fit Cookies. Slim&Fit Cookies yang hanya mengandung 90 kcal serta terbuat dari oat, multigrain, dan serat, sehingga bisa digunakan sebagai camilan untuk orang yang sedang diet. Kemasannya yang praktis juga bisa dibawa ke mana-mana.

Jadi apapun tipe diet yang kamu ikuti saat ini, sertakan selalu susu Slim&Fit dan Slim&Fit Cookies.

Simak Video "Cerita Gracia Indri Turunkan Berat Badan hingga 23 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)