Resah karena Mati Listrik Bikin HP Nggak Aktif, Waspada Menderita Nomophobia

Hestianingsih - wolipop Senin, 05 Agu 2019 07:11 WIB
Nomophobia, sebutan untuk sindrom tak bisa hidup tanpa ponsel. Foto: iStock Nomophobia, sebutan untuk sindrom tak bisa hidup tanpa ponsel. Foto: iStock

Jakarta - Mati listrik membuat sebagian besar warga Jabodetabek harus detoks sesaat dari gadget mereka. Mati listrik selain membuat sejumlah jaringan telepon mati juga membuat ponsel mati karena tidak bisa diisi daya.

Matinya ponsel atau jaringan telepon seiring mati listrik di kawasan Jabodetabek ini pun pun membuat resah mereka yang setiap harinya sudah terbiasa hidup dengan handphone. Apakah kamu juga termasuk?

Riset terbaru membuktikan memang sekarang ini makin banyak orang yang terobsesi pada ponselnya. Survei tenunjukkan, 66 persen orang mengalami Nomophobia, sebutan untuk sindrom tak bisa hidup tanpa ponsel.



Jumlah persentase itu terungkap setekah SecurEnvoy meneliti 1.000 orang Inggris tentang seberapa besar ketergantungan mereka pada ponselnya. Usia muda, antara 18-24 tahun merupakan kelompok usia yang paling 'kecanduan' terhadap ponsel mereka. Sebanyak 77 persen dari mereka mengaku tidak bisa berada jauh-jauh (dari ponselnya) lebih dari satu menit. Sementara untuk kelompok usia 25-34 tahun, mencapai 68 persen.

Nomophobia, sebutan untuk sindrom tak bisa hidup tanpa ponsel.Nomophobia, sebutan untuk sindrom tak bisa hidup tanpa ponsel. Foto: iStock


Studi tersebut juga menunjukkan, rata-rata orang mengecek ponselnya 34 kali sehari, dan 75 persen menggunakan ponsel saat berada di kamar mandi. Dengan alasan, banyak orang mengibaratkan ponsel sebagai pengganti surat kabar yang lebih modern.

Jumlah orang yang terjangkit 'Nomophobia' rupanya meningkat hingga 13 persen. Dalam penelitian yang serupa empat tahun lalu, persentase orang yang mengaku mengidap 'phobia' aneh ini hanya 53 persen.

"Dibandingkan dengan penelitian empat tahun lalu, terlihat jumlah orang yang terobsesi dengan ponsel meningkat," ujar Andy Kemshall, salah satu pendiri SecurEnvoy seperti dikutip dari Daily Mail.

Dia juga mengungkapkan, berbeda dengan penelitian sebelumnya dimana yang lebih banyak terkena sindrom 'Nomophobia' adalah pria, kini justru para wanita yang banyak terjangkit. Temuan lainnya menunjukkan ada 49 persen orang yang kesal ketika pesan-pesan teks di ponselnya terbaca oleh pasangannya. Namun banyak di antara mereka yang malas mengunci ponselnya.

Untuk diketahui, Nomophobia merupakan singkatan dari no mobile phobia. Perangkat mobile di sini dapat diartikan beragam. Namun berdasarkan survei, sebagian besar kekhawatiran yang timbul adalah ketika para pengguna tersebut tidak berdekatan dengan ponsel.

Simak Video "Bak Putri Duyung, Model Tiongkok Ini Bernyanyi di Bawah Air"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)