Kebiasaan saat BAB Ini Kesannya Jorok, Tapi Penting untuk Kesehatan

Hestianingsih - wolipop Minggu, 14 Jul 2019 11:05 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Punya kebiasaan memandangi feses ketika buang air besar (BAB)? Bagi sebagian orang kebiasaan itu mungkin jorok, tapi ternyata penting dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Tahukah kamu kalau bentuk dan warna feses bisa membantu mengungkapkan kondisi tubuh?

Dilansir dari Health, Christine Lee, MD, ahli gastroenterologi di Klinik Cleveland mengatakan, "Penting untuk diperiksa karena dapat membantu Anda mengidentifikasi masalah, seperti masalah pencernaan, penyakit struktural, gangguan motilitas, atau reaksi buruk efek samping obat. Secara umum, semakin dini masalah ditemukan atau diidentifikasi, semakin baik hasilnya."

Feses berwarna cokelat dan berbentuk seperti peluru atau sosis tanpa tonjolan-tonjolan merupakan tanda bahwa diet kamu sudah cukup sehat. Hal itu diungkapkan Christine berdasarkan Bristol Stool Chart, yakni tabel yang merinci tujuh bentuk feses.

"Pola makan yang kaya serat cenderung memiliki lebih banyak tinja berwarna cokelat," dia menambahkan.

Sementara jika diet sehari-hari rendah serat dan kurang air, feses akan berbentuk bulat-bulat dan keras, atau banyak tonjolan.

"Jika Anda mengalami dehidrasi, usus dan usus besar bekerja seperti dehidrator, menarik air dari tinja dan menggunakannya kembali untuk penggunaan tubuh, menyebabkan tinja jadi sangat keras," jelas Christine.

Konsumsi obat-obatan dan vitamin juga bisa memengaruhi bentuk dan warna feses. Beberapa jenis obat bisa membuat feses berwarna lebih gelap.

"Bismuth subsalisilat (bahan aktif dalam banyak obat sakit perut) dapat mengubah warna tinja menjadi hitam, seperti halnya suplemen zat besi," kata Dr. Lee.

Berhati-hatilah saat mengonsumsi antibiotik, karena menurut Christine, obat mengandung antibiotik tak hanya membunuh bakteri jahat tapi juga bakteri baik.

"Kehilangan bakteri usus baik secara drastis dapat mengubah konsistensi dan frekuensi tinja Anda, bahkan membuat Anda rentan terhadap invasi patogen," terangnya. Maka dari itu dia menyarankan agar selalu menggunakan antibiotik dengan benar dan cari pertolongan medis jika mengalami diare setelah mengonsumsinya.

Lalu jika kamu mendapati feses selalu lembek atau kerap mengalami sembelit, bisa jadi itu disebabkan oleh stres. Menurut Christine, ketika seseorang mengalami stres, semua sistem dalam tubuh akan berpengaruh salah satunya pencernaan.

"Tingkat stres dapat sangat memengaruhi penampakan feses Anda, baik diare yang lembek atau sembelit yang ekstrem dan parah lainnya," jelasnya.

Perhatikan Perubahan Warna Feses

Seperti yang telah dijelaskan di atas, feses yang normal umumnya berwarna cokelat atau terkadang kehijauan. Maka kamu patut waspada jika terjadi perubahan warna secara mendadak dan berlangsung lama.

Dr. Christine menjelaskan, feses berwarna pucat atau seperti tanah liat menandakan ada masalah pada hati atau pankreas. Sementara feses berwarna hitam atau merah menunjukkan pendarahan gastrointestinal.

Tapi sebaiknya jangan langsung panik ketika mendapati feses berubah warna. Sebab nakanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi warna feses.

"Blueberry dapat mengubah warna tinja Anda menjadi biru tua, dan diet kaya beta karoten (wortel, labu, labu, dll.) dapat mengubah tinja berwarna oranye. Permen atau minuman dengan pewarna makanan bisa mengubah warna kotoran Anda juga," ungkapnya.

Secara umum, jika merasa feses kamu terlihat tidak normal lebih dari sekali dan dalam waktu lama, maka sangat disarankan untuk konsultasi dengan dokter. Maka dari itu kebiasaan memerhatikan feses saat BAB adalah rutinitas yang penting dilakukan.




Simak Video "Tulang-tulang Hewan Ini Disulap Jadi Jam Tangan Kece"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/ami)