3 Influencer Vegan yang Makan Daging dan Jadi Kontroversi

Hestianingsih - wolipop Kamis, 04 Apr 2019 14:11 WIB
Foto: Twitter/@kasumikriss Foto: Twitter/@kasumikriss

Jakarta - Rawvana pernah dikenal sebagai YouTuber populer penganut diet vegan. Selama enam tahun wanita dengan nama asli Yovana Mendoza Ayres ini rutin membagikan tips dan informasi seputar gaya hidup vegan.

Wanita 29 tahun ini kerap melakukan diet ekstrem seperti konsumsi bahan nabati mentah dan puasa selama 25 hari. Hingga pada awal Maret 2019 lalu ia kedapatan memakan ikan dan telur secara diam-diam, yang membuatnya dihujat netizen. Ternyata Rawvana sudah tak menjadi vegan dua bulan lamanya sebelum diet barunya itu ketahuan.

Belakangan Rawvana mengaku tidak lagi menjalani diet vegan karena alasan kesehatan. Dalam video klarifikasi berdurasi 33 menit yang diunggahnya di YouTube, ia mengalami anemia, masalah pencernaan, tak menstruasi selama dua tahun hingga pertumbuhan bakteri berlebih pada usus kecil. Kondisi tersebut membuat dokter mengharuskannya mengonsumsi ikan dan telur.

Vlogger lainnya yang bernama Kristel juga mengucapkan selamat tinggal pada diet vegan. Influencer gaya hidup asal Belanda ini menjalani diet vegan selama empat tahun dengan hanya mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Vlogger yang populer dengan akun KasumiKriss ini akhirnya mengubah pola makannya secara drastis, mengonsumsi makanan hewani tapi hanya yang berkualitas baik.
3 Influencer Vegan yang Makan Daging dan Jadi KontroversiRawvana, influencer vegan yang kedapatan makan ikan dan jadi kontroversi. Foto: Instagram/@Rawvana

Tiga minggu setelah mengonsumsi produk hewani, wanita 26 tahun ini mengaku dirinya merasa lebih sehat, tak mudah lelah dan kondisi kulitnya membaik. Keputusan Kristel yang berhenti jadi vegan bukannya tanpa kontroversi. Ia dihujat hingga mendapatkan ancaman pembunuhan, karena dengan makan daging sama saja seperti membunuh hewan.

Ada pula Tim Shieff, YouTuber dan atlet ini juga populer sebagai penganut veganism. Namun pada awal Februari 2019 memutuskan makan produk hewani seperti telur mentah dan salmon, setelah menjalani puasa hanya minum air putih selama 35 hari.
Tim mengaku mengalami kondisi kesehatan serius selama menjadi vegan. Mulai dari pencernaan yang bermasalah, depresi, cepat lelah sampai bangun tidur dengan seluruh badan yang terasa kaku. Seperti dua influencer sebelumya, YouTuber dengan lebih dari 175 ribu subscriber ini juga mendapat kritikan pedas.

Memang tidak bisa digeneralisir, namun melihat kasus dari tiga influencer ternama di atas bisa jadi contoh nyata bagaimana diet vegan yang dilakukan secara ekstrem, tanpa pengetahuan yang cukup, tanpa pengawasan tenaga profesional dan dijalani tidak seimbang bisa berdampak negatif terhadap kesehatan. Sejumlah ahli gizi pun masih dalam perdebatan menyikapi kemananan dari diet berbasis serba nabati ini.
3 Influencer Vegan yang Makan Daging dan Jadi KontroversiJadi vegan selama empat tahun, vlogger Kristel dihujat karena akhirnya makan daging hewan. Foto: Twitter/@kasumikriss

Berdasarkan laporan American Journal of Clinical Nutrition, diet vegan bisa menyediakan berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh. Namun mereka yang menjalani gaya hidup veganism lebih berisiko kekurangan beberapa jenis nutrisi seperti zat besi, B12, kalsium, vitamin D dan asam lemak omega-3.

Pakar nutrisi Carolyn Williams, PhD, RD, menjelaskan bahwa zat besi yang berasal dari produk hewani umumnya lebih mudah dicerna ketimbang zat besi nabati. Begitu pula omega-3 yang lebih banyak terkandung dalam ikan-ikanan dan telur.
3 Influencer Vegan yang Makan Daging dan Jadi KontroversiTim Shieff, YouTuber vegan yang makan telur dan salmon setelah puasa hanya minum air 35 hari. Foto: Istimewa
Maka dari itu sangat disarankan bagi yang ingin menjalani diet vegan, agar berkonsultasi terlebih dahulu pada ahlinya. Bisa pakar kesehatan holistik, nutritionist atau ahli gizi yang memang mendalami diet vegan maupun vegetarian.

"Kuncinya adalah menggabungkan makanan-makanan yang kaya nutrisi tersebut atau mengonsumsi suplemen jika diperlukan," kata Carolyn, seperti dikutip dari Cooking Light.
(hst/hst)