Tren Toblerone Tunnel, Standar Baru Tubuh Ideal di Media Sosial

Hestianingsih - wolipop Selasa, 05 Jun 2018 10:44 WIB
Tren Toblerone Tunnel di media sosial. Foto: istimewa Tren Toblerone Tunnel di media sosial. Foto: istimewa

Jakarta - Definisi tubuh ideal wanita kini makin beragam dengan keberadaan media sosial. Beberapa waktu lalu, tagar 'thigh gap' dan 'bikini bridge' sempat menjadi viral di Instagram maupun Twitter.

Thigh gap digunakan untuk mendeskripsikan kaki wanita yang sangat ramping sehingga menyisakan celah di antara kedua paha saat berdiri. Sementara bikini bridge, mendefinisikan garis celana bikini yang tidak menempel pada perut, karena disanggah oleh tulang pinggul sehingga tampak seperti sebuah 'jembatan' yang menggantung di atas perut.

Adapun 'ab crack', sempat populer di Instagram pada pertengahan 2016. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan garis cekung yang berada di tengah-tengah perut, seolah perut terbelah. Postingan Ab Crack di social media dimaksudkan untuk menggambarkan perut yang rata, langsing dan atletis hasil dari fitnes dan olahraga yang intens.

Lalu di 2018, baru-baru ini ada istilah baru untuk mendefinisikan bentuk tubuh wanita, yakni 'Toblerone tunnel'. Apa itu?

Kamu bisa disebut memiliki 'Toblerone tunnel' ketika ada celah membentuk segitiga kecil di dekat pangkal paha. Celah tersebut akan terlihat ketika seorang wanita berdiri sambil merapatkan kedua pahanya.

Disebut 'Toblerone tunnel', karena celah membentuk segitiga, seperti halnya bentuk cokelat Toblerone yang ikonik itu. Postingan foto dengan tagar #tobleronetunnel pun kini marak di Instagram.

Baca Juga: Ini Risikonya Ikuti Tren 'Aneh' dari Media Sosial

Rata-rata memperlihatkan wanita memakai bikini, dengan angle foto diambil dari belakang maupun depan. Mereka berpose bak model, merapatkan paha, untuk memperlihatkan 'Toblerone tunnel' yang mereka miliki.
Tren Toblerone Tunnel, Standar Baru Tubuh Ideal di Media SosialKylie Jenner. Foto: istimewa

Emily Ratajkowski, Kylie Jenner dan Kendall Jenner disebut-sebut sebagai figur publik yang memopulerkan tren tersebut lewat postingan foto-foto mereka.

Tren ini pun menimbulkan keprihatinan di kalangan pemerhati kesehatan maupun pakar nutrisi. Bukan tidak mungkin, tren 'Toblerone tunnel' memicu para wanita, khususnya remaja, terobsesi memiliki standar tubuh ideal seperti itu.

Dikhawatirkan, tren ini meningkatkan risiko gangguan makan seperti diet ekstrem, bahkan bulimia dan anoreksia yang berpotensi membahayakan kesehatan tubuh.

Baca Juga: Ketika Media Sosial Jadi Kiblat Tren Kecantikan

"Kita sebelumnya melihat tren thigh gap, di mana para wanita muda mencoba mengikuti standar kecantikan yang tidak hanya sulit dicapai, tapi juga mendorong mereka untuk mengikuti metode yang tidak sehat untuk mencapainya," kata Liam Preston, penggagas Be Real, kampanye untuk menyebarkan imej tubuh positif di kalangan wanita, seperti dikutip dari USA Today.

Liam menambahkan, "Tren media sosial seperti Toblerone tunnel cenderung cepat menjadi viral dan bisa menimbulkan dampak merusak pada imej tubuh dan kepercayaan diri wanita muda."

Liam pun mengimbau para wanita agar tidak mengikuti arus tren yang tidak realistis. Ketimbang berambisi mendapatkan bentuk tubuh 'ideal' ala media sosial, akan jauh lebih baik jika masing-masing wanita mencintai dan menghargai bentuk tubuhnya sendiri. Bahwa batasan ideal tubuh wanita bisa muncul dalam beragam jenis dan ukuran. (hst/hst)