Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Studi: Main Facebook Sama Bahagianya Seperti Menikah atau Punya Bayi

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 07 Sep 2016 11:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit orang yang keranjingan bermain social media seperti Facebook, Path atau Instagram. Sehari saja tidak membuka akun social media, hidup rasanya sepi dan hampa. Apa yang membuat social media begitu adiktif?

Facebook ternyata memang punya efek yang besar dalam memengaruhi emosional seseorang. Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan bahwa interaksi di social media, terutama Facebook membuat orang merasa lebih bahagia.

Interaksi yang bersifat personal, misalnya memberikan komentar di salah satu status disebut bisa memberi kepuasan dalam hidup. Rasa puas dan bahagia itu bahkan bisa disetarakan dengan ketika seseorang menikah atau mempunyai bayi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi ini dilakukan Carneige Mellon University dan Facebook terhadap 1.910 penggunanya dari 91 negara. Hasil penelitian menunjukkan postingan dan komentar yang ditujukan kepada orang tertentu (bukan status massal) membuat orang lebih bahagia. Namun interaksi kecil seperti sekadar memberi 'like' tidak memberikan efek yang sama.

"Bisa saja komentarnya hanya satu atau dua kalimat. Tapi yang paling penting di sini ada seseorang seperti teman dekat yang mau meluangkan waktunya untuk (membuat komentarnya) jadi terasa personal. Kontennya bisa menggembirakan, dan aksi komunikasi seperti itu mengingatkan penerima pesan akan hubungan yang berarti dalam hidup mereka," jelas Dr Moira Burke, ilmuwan dari Facebook, seperti dilansir Daily Mail.

Dalam penelitian, setiap responden diminta berpartisipasi dalam survei bulanan, selama tiga bulan. Selama periode tersebut, akun mereka mendapatkan komentar baik dari teman-teman dekat maupun akun-akun yang tidak terlalu mereka kenal.

Peneliti menemukan, mendapatkan 60 komentar dari seseorang yang mereka kenal baik dalam satu bulan membuat perasaan para responden lebih bahagia. Tingkat bahagianya sebanding dengan kejadian-kejadian penting dalam hidup seseorang seperti menikah, berpacaran atau punya anak.

Hasil penelitian yang diketuai Dr Moira dan Robert Kraut, profesor Human-Computer Interaction Institute di Carneige Mellon University ini bertolak belakang dengan studi sebelumnya yang mengungkapkan bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu di social media menunjukkan tanda-tanda kesepian dan depresi. Profesor Robert mengatakan hal itu tidak bisa digeneralisasi mengingat situasi pada setiap orang bisa berbeda-beda.

"Anda melupakan satu hal, apakah orang-orang yang tidak bahagia yang menggunakan social media, atau social media yang memengaruhi kebahagiaan? Dari penelitian kami terlihat ketika Anda berkomunikasi lebih dalam di Facebook dengan orang-orang yang Anda sukai, Anda akan merasa lebih baik. Itu juga yang terjadi ketika Anda berbicara langsung dengan orang tersebut," papar Robert.

Robert tidak menampik kemungkinan bahwa orang yang sedang depresi atau sedih memang akan menghabiskan lebih banyak waktunya di social media. Namun mereka melakukannya karena tahu, dengan cara itulah mereka merasa lebih baik.

"Mengingatkan pada orang-orang yang mereka sayangi dalam hidup mereka," pungkasnya. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads